Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Prabowo Tuduh Jokowi Neo-Orba: Dianggap Gugatan Pilpres Terburuk

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
1 Juni 2019
A A
Prabowo sebut Jokowi neo-Orba MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Di dalam berkas gugatan ke MK, BPN Prabowo menyebut Jokowi itu neo-Orba. Sebuah tuduhan yang membuat gugatan ini sebagai yang terburuk.

Beberapa hari yang lalu, ketika tim BPN Prabowo memasukkan gugatan Pilpres ke Mahkamah Konstitusi, netizen menyorot betul soal bukti yang dilampirkan. Total 51 bukti yang dilampirkan, sebanyak 34 bukti berupa tautan berita online. Banyak yang mencibir, terutama pendukung Jokowi, lantaran berita online dianggap tidak bisa mendukung argument ketika persidangan nanti.

Tautan berita online itu digunakan sebagai bukti atas dugaan kecurangan yang meliputi penyalahgunaan anggaran, ketidaknetralan aparat negara (Polri, TNI, dan intelijen), penyalahgunaan birokrasi dan BUMN, pembatasan kebebasan media dan pers, serta diskriminasi perlakuan dan penyalahgunaan penegakan hukum. Intinya BPN Prabowo berusaha meyakinkan hakim bahwa ada kecurangan yang Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM). Here we go again…

Nah, apakah benar, bukti yang dilampirkan dalam gugatan kecurangan Pilpres itu tidak boleh menggunakan tautan berita online? Jawabannya tentu saja boleh.

Tenang, Pak Prabowo, orang yang insecure duluan memang sering begitu. Sidang saja belum kok sudah congkak, memandang ringan berita online. Apalagi kalau tautan dari VOA-Islam atau Arrahmahnews. Sudah terjamin itu ANUNYA. Heuheuheu…

Lha wong penggunaan berita online itu didukung oleh Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 4 Tahun 2018 tentang Perselisihan Hasil Pemilu Presiden. Fadli Ramadhanil, peneliti pemilu dari PERLUDEM menjelaskan akan hal itu.

“Kalau bisa atau tidak link berita itu dijadikan bukti, jawabannya bisa. Enggak apa-apa, kan memang alat bukti itu ada beberapa jenisnya,” kata Fadli seperti dikutip oleh Tirto.

Fadli juga menjelaskan isi Peraturan Mahkamah Konstitusi yang isinya sebagai berikut: “…alat bukti yang dimaksud bisa berupa surat atau tulisan, keterangan para pihak, keterangan para saksi, keterangan ahli, keterangan pihak lain, alat bukti lain dan atau petunjuk.”

Mahfud MD pun menegaskan kalau penggunaan tautan berita online di dalam gugatan Prabowo itu nggak masalah. Untuk keperluan konfirmasi atau pendalaman, orang yang terlibat atau dibicarakan dalam berita itu bisa dipanggil dan menjelaskan langsung di persidangan.

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) pun mendukung penggunaan tautan berita online sebagai bukti gugatan Prabowo. Suwarjono, Ketua Bidang Organisasi AMSI, melihat tidak ada masalah, apalagi media yang ditaututkan adalah mereka yang punya kredibilitas dan kualitas seperti Tempo, Kompas, dan Tirto.

“Karena sebelum tayang, berita-berita itu melalui proses panjang. Kerja-kerja verifikasi hingga penyuntingan dengan mengedepankan standar jurnalisme,” kata Suwarjono.

Gugatan Prabowo dianggap terburuk karena tuduhan neo-Orba kepada Jokowi

Soal tautan media online yang digunakan sebagai bukti di gugatan Prabowo harusnya sudah klir ya. Asal menggunakan media yang kredibel dan berkualitas, kamu nggak usah banyak protes dulu. Biar persidangan yang berbicara.

Nah, perkara lain yang mulai muncul dari isi gugatan Prabowo adalah soal tuduhan. Jadi, Prabowo menuduh bahwa Jokowi itu mempraktikkan cara-cara neo-Orba, baik sebelum, saat, dan setelah pemilu. Hmm…Mbak Titiek dan Mas Tommy Soeharto pasti semringah, karya bapaknya masih disebut-sebut sampai sekarang.

Tuduhan ini dirasa tidak seharusnya berada dalam bukti-bukti yang akan digunakan di dalam persidangan gugatan. Asrul Sani, Wakil Ketua TKN Jokowi dan Ma’ruf Amin memandang “tuduhan” ini bukan gugatan melainkan narasi politik. Selain menyebut tuduhan itu dangkal, Asrul Sani memandang 02 sedang melakukan fitnah.

Iklan

“Isinya bukan saja dangkal dari sisi kebenaran tetapi sudah menjurus kepada fitnah terhadap pemerintahan. Gaya seperti itu merupakan gaya khas BW. Pada saatnya pasti akan kami respons, baik dalam persidangan di MK maupun di luar persidangan.”

Ahli hukum tata negara, Dr. Bayu Dwi Anggono bahkan menyebut gugatan Prabowo ini sebagai gugatan terburuk sepanjang sejarah.

“Mencermati isi Permohonan Paslon 02 ke MK terkait perselihan hasil Pemilu Pilpres 2019 maka dapat dikatakan ini permohonan terburuk dalam sejarah perselisihan hasil Pemilu Pilpres yang pernah dimajukan ke MK,” tutur Dr. Bayu.

Hmm…, ya bagaimana ya Dr. Bayu. Sepanjang sejarah Pilpres di Indonesia, baru ada empat kali paslon yang maju ke MK untuk menggugat hasil. Gugatan Pilpres baru terjadi di tahun 2004, 2009, 2014, dan 2019.

Mau mundur ke belakang? Waktu Orde Baru masih berkuasa? Baru punya ide menggugat ke MK saja hidupnya tiba-tiba susah. Itu masih beruntung kalau enggak tiba-tiba kehilangan pekerjaan, apalagi kalau sampai dikarungin dan dibuang di pinggir jalan tol.

Siapa tahu, kan, tim BPN Prabowo punya rencana yang berlapis. Kalau di sepak bola, tim BPN menunjukkan gelagat menyerang dari sisi kiri, tapi tiba-tiba memindahkan bola dan menusuk dari kanan. Ini namanya taktik positional play, kayak yang dipakai Pep Guardiola dan pelatih-pelatih modern lainnya, kecuali pokoknya pelatih Manchester United. Itu taktiknya cuma menjual jiwa kepada setan lalu pasrah kepada jalan kegelapan.

Disebut terburuk ya nggak papa, Pak Prabowo. Siapa tahu yang terburuk malah bisa menang di MK. Hmm…menangis…

Terakhir diperbarui pada 1 Juni 2019 oleh

Tags: jokowimkorbaPilpres 2019prabowo
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sejarah Indonesia Berisi Kekerasan dan Negara Paksa Kita Lupa MOJOK.CO
Esai

Sejarah Indonesia Berisi Luka yang Diwariskan dan Negara Memaksa Kita untuk Melupakan Jejak kekerasan itu

30 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo, Tak Cuan Bisnis Melayang MOJOK.CO

Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis

15 Januari 2026
kekerasan kepada siswa.MOJOK.CO

Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 

15 Januari 2026
Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas, Pemutar Ekonomi Bangsa MOJOK.CO

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa

13 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.