Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Peruntungan dan Semangat Tak Mau Kalah Pada Kupon Kuda Lari

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
13 Oktober 2018
A A
togel
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tulisan Arsi Imam Baihaqi hari ini tentang bapaknya yang jago judi togel mau tak mau ikut melemparkan ingatan saya pada bapak. Bapak saya, seperti halnya bapaknya Arsi, juga (setidaknya pernah menjadi) seorang maniak togel. Bedanya, bapak saya tak jago-jago amat, atau, ehm… lebih tepatnya, tak punya peruntungan yang bagus. 

Bapak saya pernah berada dalam fase di mana ia terus-menerus membeli kupon Kuda Lari (salah satu brand togel pilih tanding pada lintas zaman yang masih tetap lestari sampai sekarang), dan terus-menerus pula ia blong. Kalah. Nomor yang ia beli tidak pernah tembus. Jangankan tembus, sekadar nyaris pun hampir tak pernah.

Pada titik itulah saya sadar betapa bapak saya memanglah pria yang punya semangat dan daya juang yang tinggi. Pada dunia yang keras saja dia tak pernah menyerah, apalagi hanya kepada kupon yang blong.

Apakah ini jenis kemalangan tersendiri? Saya pikir iya. Ehm… Tadinya saya tak pernah menganggapnya demikian, namun sebuah peristiwa meyakinkan saya.

Saya tak tahu persis kapan tahunnya. Namun yang jelas, saat itu, bapak menjalani laku ritual togel yang begitu aneh dan unik, yakni mengunci satu nomor yang ia yakin bakal membawa peruntungan baik baginya. Nomor yang ia kunci waktu itu adaah 212.

Jadi setiap hari, bapak saya selalu membeli satu kupon togel dan memasang nomor 212. Hal tersebut ia lakukan selama berbulan-bulan lamanya. Dasar memang tak berbakat menang, walaupun sudah dibeli terus-menerus setiap hari selama berbulan-bulan, tapi nomor 212 itu ternyata tak kunjung keluar.

Bapak tentu saja tak menyerah. Ia terus bertahan dengan kuncian nomornya itu. Situasi yang sebenarnya membuat saya agak bimbang. Antara harus malu atau malah harus bangga.

Titik puncak sial bapak terjadi saat ia mendapatkan pekerjaan yang mengharuskan ia merantau ke Lampung. Perjalanan menggunakan bus dan kapal itu butuh waktu seharian. Perjalanan itulah yang membuat bapak harus menghentikan sementara laku ritual mengunci nomor 212 yang selama ini sudah ia lakukan selama berbulan-bulan itu. Maklum, sebab tak mungkin ada bandar togel yang membuka lapaknya di bus atau di kapal.

Dan inilah yang terjadi. Nomor 212 ternyata keluar. Ya, keluar saat bapak berada dalam perjalanan ke Lampung dan tak sempat membeli kupon togelnya.

Mungkin itulah momen yang membuat bapak paham bahwa di dunia ini ada yang namanya konsep “Sakit tapi tak berdarah”.

Sejak saat itulah, bapak sadar bahwa ia memang tak berjodoh dengan togel. Hal yang seharusnya saya syukuri sebab setidaknya, makanan yang saya makan merupakan makanan yang dibeli dengan uang halal.

Bertahun-tahun lamanya, bapak hampir tak pernah lagi memasang togel. Ia tobat. Insaf. 

Hingga kemudian, kemarin, saya pulang ke rumah di Magelang. Saat saya mencari handuk di kamar bapak, saya menemukan satu kertas berukuran kecil terselip di ujung kasur.

Saya mengambil kertas tersebut, mengamatinya sejenak. Bibir saya melebar, saya merenges kecil. Setelah sekian tahun, bapak akhirnya kembali ingin menguji semangat juangnya lagi.

Iklan

Agaknya ia memang sedang belajar untuk mengamalkan apa yang pernah dikatakan oleh Sutan Syahrir: “Hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan.”

kupon togel

Terakhir diperbarui pada 13 Oktober 2018 oleh

Tags: kuda laritogel
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Seorang Petani di Trenggalek Membangun Jembatan dari Uang Hasil Judi.mojok.co
Histori

Sungguh-sungguh Terjadi, Seorang Petani di Trenggalek Membangun Jembatan dari Uang Hasil Judi

20 Februari 2024
Cerita Mahasiswa UNY yang Hampir Menggadaikan Jiwanya pada Setan Demi Bisa Bayar UKT MOJOK.CO
Kampus

Cerita Mahasiswa UNY yang Hampir Menggadaikan Jiwanya pada Setan Demi Bisa Bayar UKT

5 Januari 2024
Judi Adalah Hobi Bangsa Indonesia yang Sok-sokan Dianggap Ilegal MOJOK.CO
Esai

Judi Adalah Hobi Bangsa yang Sok-sokan Dianggap Ilegal

9 September 2023
Ada stigma difabel bisa nebak nomor togel
Liputan

Stigma Irasional Difabel: Orang Suci yang Bisa Nebak Nomor Togel

6 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos kamar mandi luar memang murah. Tapi mending cari kamar mandi dalam kalau tidak mau kena mental MOJOK.CO

Kos Kamar Mandi Luar Memang Lebih Murah, Tapi bikin Repot Sendiri karena Dipakai Bareng Penghuni Lain Tak Tahu Diri (Kemproh dan Pemalas)

14 Mei 2026
Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO

Mahasiswa Pura-Pura Miskin demi Dapat KIP Kuliah Memang Ada, Uang Beasiswa Habis buat Hedon agar Diakui di Tongkrongan

14 Mei 2026
Tips hadapi teman toxic dalam pertemanan: tidak akrab tapi selalu datang kalau ada butuhnya MOJOK.CO

Lepas dari Teman Tak Akrab yang Selalu Merepotkan pas Ada Butuhnya, Dibenci tapi Perasaan Tidak Enakan Lebih bikin Rugi!

13 Mei 2026
Ironi jadi orang tunawicara (bisu) di desa, disamakan seperti orang gila MOJOK.CO

Ironi Orang Tunawicara (Bisu) di Desa: Dianggap Gila, Punya Otak Cerdas Tetap Dianggap Tak Bisa Mikir Hanya karena Sulit Bicara

15 Mei 2026
Deni mahasiswa berprestasi dari UGM berkat puisi. MOJOK.CO

Balas Budi ke Ibu yang Jual Cincin Berharga lewat Ratusan Puisi hingga Diterima di UGM Berkat Segudang Prestasi

14 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.