Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Persyaratan Naik Kereta Api Ekonomi: Yang Penting Harus Berani Protes demi Ketahanan Konten

Persyaratan naik kereta api yang utama adalah nyinyir yang konsisten. Nggak masalah bikin konten lagi dan lagi soal kursi ekonomi yang super tidak nyaman.

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
21 Desember 2022
A A
Persyaratan Naik Kereta Api Ekonomi MOJOK.CO

Ilustrasi Persyaratan Naik Kereta Api Ekonomi. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Persyaratan naik kereta api adalah berani mengingatkan lagi dan lagi meski disindir, atau mungkin, sampai kena rujak netizen budiman.

Beberapa bulan yang lalu, konten protes ke PT KAI terkait kursi kereta ekonomi sempat viral. Apalagi alasannya selain banyak yang merasa relate dengan fenomena itu. Saya sih nggak ikut komentar. Namun, dalam hati, saya ikut mengamini. Gimana ya, menurut saya, persyaratan naik kereta api paling penting itu berani protes.

Iya, bukan punya tiket. Persyaratan naik kereta api itu berani protes. Ingat, kita membayarkan sejumlah uang untuk salah satu layanan transportasi andalan. Sudah sepantas, kalau ada yang terasa kurang atau sudah tidak zamannya, ya perusahaan milik negara sebaiknya memperbaiki diri.

Ini bukan soal kufur nikmat atau sebaiknya membeli tiket kereta bisnis atau eksekutif. Ini soal kesehatan punggung dan, yang paling penting, kenyamanan pengguna. Menurut saya, mau penumpang eksekutif atau ekonomi, kenyamanan pengguna tetap harus diperhatikan.

Memang, tingkat kenyamanan yang didapat dari perbedaan kelas itu wajib ada. Namanya saja ada harga ada rupa. Namun, saya berbicara di konteks yang lebih universal, yaitu siapa saja yang sudah mengeluarkan kewajibannya, sepantasnya mendapatkan kenyamanan yang pantas.

Sudah tidak nyaman sejak dulu kala

Tahukah kamu, kursi kelas ekonomi, kursi tegak yang bisa bikin punggung kayak papan cuci itu sudah ada sejak eyang putri saya masih remaja. Iya, sejak zaman dulu banget, kursi kelas ekonomi tidak pernah berubah. Seakan-akan, persyaratan naik kereta api itu yang utama adalah punya ilmu kebal… kebal sama encok!

Eyang putri pernah bercerita. Dulu, kalau mau naik kereta, harus gesit dan punya sikap bodo amat. Kita tahu, kursi kelas ekonomi kan saling berhadapan. Sudah begitu sangat sempit. Makanya, kita akan sangat sulit untuk duduk manis dengan nyaman. Oleh sebab itu, kamu harus gesit.

Maksud saya, kamu harus gesit menggelar koran bekas yang dulu bisa dibeli dari tukang asongan yang akrab dengan kereta ekonomi. Gelar saja dua atau tiga lembar di antara dua kursi yang saling berhadapan. Setelah itu, masih dengan kegesitan yang luar biasa, eyang putri akan tidur beralaskan lembaran koran itu.

Kalau ada yang mengeluh atau protes tipis-tipis, eyang putri akan balik memarahi. “Opo koe! Ora trimo? Kualat koe karo wong tuwo.”

Berani bersikap bodo amat

Ya begitulah almarhum eyang putri saya yang galak tapi penyayang. Beliau menggunakan privilege sudah hidup lebih lama ketimbang penumpang lain. Cara yang pasti sukses membuat penumpang lain menyesali sudah memulai adu mulut sama eyang. Saya kadang merasa nggak enak sama penumpang itu.

Eyang juga tidak segan-segan menunjukkan sikap bodo amatnya ketika kakinya yang terjulur ketika tidur tidak sengaja tertendang oleh tukang asongan. “Bajingan! Lagi enak turu. Weh, mripati, lho!” Yah, begitulah, lidah eyang putri saya memang lincah kalau mengumbar makian. Kala itu, persyaratan naik kereta api yang paling utama adalah berani.

Yah, kalau agak memaksa melihat dari sudut pandang yang berbeda, sikap eyang putri, dan mungkin banyak penumpang lawas, ada benarnya. Beliau menekan rasa malu untuk tidur di bawah kursi karena kondisi. Kursi kelas ekonomi itu terlalu menyiksa untuk punggungnya yang sudah renta.

Mungkin, penumpang lain yang kena damprat eyang saya memakluminya. Punggung tua kena kursi tegak kayak cagak bendera begitu tentu sangat menyiksa. Yah, mungkin juga tidak maklum sama sikap eyang saya. Mungkin cuma malas saja adu mulut sama nenek tua yang lidahnya bisa setajam silet.

Demi ketahanan konten

Oleh sebab itu, kalau dari dulu sampai sekarang tidak ada perubahan, ya nggak ada salahnya netizen itu ngonten soal kursi kereta ekonomi. Iya, PT KAI sendiri memang membalas konten itu dengan komentar sejuk. Bahwa mereka menerima kritikan dan berjanji bahwa ke depannya penumpang akan mendapatkan kenyamanan yang pantas.

Iklan

Kembali dengan konten protes kursi KA Ekonomi dibalas kufur nikmat, suruh beli tiket mahal dsb. @BisKota_ 😌 https://t.co/aoyQKHybgw

— Penghasilan Unlimited? Amin 99x (@hrdbacot) December 20, 2022

Yah, tapi kan janji itu pada tingkat tersendiri sekadar omongan saja. Makanya, persyaratan naik kereta api yang utama adalah nyinyir yang konsisten. Nggak masalah bikin konten lagi dan lagi soal kursi ekonomi yang super tidak nyaman. Ketahanan konten itu nggak bisa disalahkan akan dinyinyirin sedemikian rupa. Lha wong kebebasan berpendapat kan dijamin Undang-Undang.

Terakhir, kalau dari hasil ketahan konten itu kursi ekonomi akhirnya diubah, yang akan menikmati kan semua penumpang. Mungkin, termasuk mereka yang menyindir sama yang namanya ketahan konten. Oleh sebab itu, persyaratan naik kereta api adalah berani mengingatkan lagi dan lagi meski disindir, atau mungkin, sampai kena rujak netizen budiman yang tiada punya dosa itu.

Hayo, yang nggak punya dosa dan kelak akan ikut merasakan nyamannya duduk di kursi kereta ekonomi maju semua. Kita catat nama-namanya biar besok kena malunya.

BACA JUGA Kereta Cepat Jakarta Bandung Sumber Petaka Masa Depan: Indonesia Dicaplok, Cina Menang Banyak dan analisis menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Penulis: Yamadipati Seno

Editor: Yamadipati Seno

Terakhir diperbarui pada 21 Desember 2022 oleh

Tags: kereta ekonomikursi ekonomikursi kereta ekonomipersyaratan naik kereta apiPT KAIsyarat naik kereta api
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Ada kehangatan dan banyak pelajaran hidup di dalam kereta api (KA) ekonomi yang sulit didapatkan user KA eksekutif kalau terlalu eksklusif MOJOK.CO
Sehari-hari

Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif

13 Maret 2026
KA bengawan, KA Airlangga, KA Taksaka, Pengalaman 22 Jam Naik Kereta Api Membelah Pulau Jawa MOJOK.CO
Catatan

User KA Bengawan Merasa Kesepian Saat Beralih ke Kereta Eksekutif KA Taksaka, “Kereta Gaib” Harga Rp74 Ribu Tetap Juara Meski Bikin Badan Pegal

9 Maret 2026
Kereta api ekonomi (KA) Ambarawa Ekspres menjadi saksi "kegilaan" Bonek di rute Grobogan - Stasiun Pasarturi demi Persebaya Surabaya di Stadion GBT MOJOK.CO
Urban

KA Ambarawa Ekspres Andalan Bonek Tempuh “Jalan Kegilaan” di Rute Grobogan – Pasarturi, Demi Ziarah ke Rumah Kedua

6 Maret 2026
User kereta api (KA) ekonomi Sri Tanjung pertama kali naik bus Eka PATAS ketimbang Sumber Selamat. Dari keterpaksaan menjadi ketagihan meski tetap tidak tenang MOJOK.CO
Sehari-hari

User KA Sri Tanjung Nyoba Bus Eka: Tak Seburuk Naik Kereta Ekonomi, Tapi Pikiran Dibuat Tak Tenang Meski di Kursi Nyaman

2 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Burger Aldi Taher Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian DUAR CUAN! MOJOK.CO

Memahami Bagaimana Aldi Taher dan Jualan Burgernya yang Cuan Mampus dan Berhasil Menampar Ilmu Marketing Ndakik-Ndakik

17 Maret 2026
Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
meminjam uang, lebaran.MOJOK.CO

Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit

21 Maret 2026
Selalu royal ke teman saat butuh bantuan karena kesusahan. Giliran diri sendiri hidup susah eh diacuhkan pertemanan MOJOK.CO

Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

17 Maret 2026
Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku Mojok,co

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku

19 Maret 2026
Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang MOJOK.CO

Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

20 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.