Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Perang Mozilla vs Chrome dan Browser Bagus Lain yang Tak Pernah Dianggap

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
14 Agustus 2020
A A
Perang Mozilla vs Chrome dan Browser Bagus Lain yang Tak Pernah Dianggap

Perang Mozilla vs Chrome dan Browser Bagus Lain yang Tak Pernah Dianggap

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pertarungan abadi Mozilla vs Chrome akan abadi, ujungnya alasan preferensi. Padahal ada juga browser ringan dan super cepat lainnya.

Mozilla Firefox bagi saya seperti kawan lama, pertama kali browsing (yang zaman dulu istilah kerennya nge-net) sama sudah pakai browser dengan logo bumi yang dipeluk rubah waran oranye ini. Selanjutnya, invasi Google Chrome sungguh terasa. Membuat netizen terpecah menjadi dua kubu antara Mozilla vs Chrome.

Mozilla Firefox mengklaim diri sebagai browser tercepat dengan pembaruan user interface yang lebih baik daripada Chrome. Sebagai browser yang backingannya nggak sebesar Google, Mozilla mungkin menyadari bahwa mereka harus terus berinovasi. Tapi hal ini bikin pengguna agak sebal soal update Mozilla yang sebentar-sebentar muncul. Tapi bagi pengguna setianya, browser oranye ini tetap nomor satu dan jadi prioritas.

Sementara itu orang-orang yang terlanjur diinvasi sama Google Chrome lama-lama jadi nyaman sendiri. Dengan integrasi yang bagus, kamu bahkan dengan mudah melakukan sinkronisasi browser dari ponsel ke PC maupun sebaliknya. Lagian kebanyakan pengguna smartphone memang pakai Chrome sih, Mozillabisa kalah telak di sini.

Bahkan soal siapa yang lebih cepat pun setiap orang punya pendapat yang berbeda-beda, tergantung preferensi dan bagaimana mereka menggunakannya. Beberapa kawan saya mengaku pakai Chrome sering eror dan ngefreeze, tiba-tiba muncul “Aw, Snap!” halah, menyebalkan banget. Antara harus forced close dan mengulang buka Chrome dari awal atau menunggunya tanpa kepastian. Kalau sudah begini, siapa yang dicari? Mozilla Firefox dong. Mozilla beneran udah kayak selingkuhan yang dicari Om-om mapan ketika dia punya masalah keluarga.

Nggak apa-apa jadi selingkuhan, yang penting terkesan lebih bohay cepat dan lebih daun muda banyak fitur pembaruannya. Begitu kan stigma pelakor di kancah keributan media sosial?

Yang jelas kalau mau beralih ke Mozilla Firefox, kalian perlu berkhianat dengan mendownloadnya dari browser Chrome. Begitu pun sebaliknya.

Mozilla vs Chrome bakal abadi karena kebanyakan orang sudah malas memikirkan mana yang terbaik. Orang-orang cenderung menggunakan mana yang tersedia. Kecuali… kalau orangnya tech savvy banget, punya alasan pakai browser lain, atau punya laptop yang lemotnya kebangetan. Seperti beberapa orang yang memilih pakai Opera karena fitur VPN yang bisa digunakan dengan hanya sekali klik.

Saya pernah membersamai sebuah laptop lemot di akhir-akhir masa hidupnya, saat penyakit komplikasinya mulai kambuh-kambuhan. Mulai dari baterainya yang udah jebot, LCD yang kayak ada codetnya, flexi yang bikin layar kedap-kedip, sampai kondisi RAM yang kalau ditanya saja bikin saya minder. Laptop ini jelas nggak bisa diajak lari walau seperti apa pun deadline datang memaksa saya untuk kerja cepat.

Dengan kondisi seperti ini, saya sudah nggak peduli soal perang abadi Mozilla vs Chrome. Saya memilih browser paling ringan yang nggak usah kebanyakan fitur, yang penting bisa ngegas. Browser itu adalah Vivaldi. Browser ringan yang menemani saya memenuhi revisi editor sampai uang saya terkumpul buat beli laptop baru. Terima kasih, Vivaldi.

Sementara itu bagi netizen-netizen garis introver yang nggak mau datanya tersebar, dihack, dan memilih browsing tanpa jejak biasanya memilih Duckduckgo. Mereka mengklaim diri sebagai browser yang paling aman dan terjamin karena nggak menggunakan cookie dan nggak mengumpulkan data pengguna. Beda banget sama Chrome yang bahkan menyuguhkan kemudahan setelahkita log in pakai email. Mungkin buat kamu yang mau akses web terlarang dan mau tetap tidak terlacak di dunia maya, DuckDuckGo bisa jadi pilihan.

Hidup nggak selamanya tentang Mozilla vs Chrome. Coba tengok Internet Explorer tuh, udah berubah jadi Microsoft Edge pun tetap nggak dilirik. Hmmm, netizen jahat…

BACA JUGA Galaxy Note 20 Series Resmi Rilis. Sebaiknya Pertimbangkan 5 Hal Ini Sebelum Beli atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 14 Agustus 2020 oleh

Tags: chromeweb browser
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

game dinosaurus lompat-lompat, google chrome, playstore mojok.co
Pojokan

Game Dinosaurus Lompat-lompat: Niatnya Mengusir Sepi, Malah Jadi Emosi

20 Maret 2020
Esai

Lima Web Browser Pilihan untuk Aktivitas Stalking Para Jomblo

31 Januari 2015
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Curhat petugas front line KRL Solo-Jogja kerja di KAI. MOJOK.CO

Sisi Gelap Kerja di KAI dengan Upah Layak: Risiko Difitnah Penumpang hingga Terkuras Fisik dan Mental

5 Januari 2026
Kumpul kebo (kohabitasi) sesama jenis di Malang dan Surabaya. Menemukan kebahagiaan, berharap menikah, tapi takut lukai hati orang tua MOJOK.CO

Kumpul Kebo Sesama Jenis di Malang-Surabaya: Tak Melulu Soal Seks, Merasa Bahagia meski Lukai Orang Tua

7 Januari 2026
Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah MOJOK.CO

Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah

9 Januari 2026
Budaya “Jatah Ciu” kepada Pemuda Desa Dianggap Manifestasi Srawung, tapi Tak Cocok Untuk Semua Orang MOJOK.CO

Budaya “Jatah Ciu” kepada Pemuda Desa Dianggap Manifestasi Srawung, tapi Tak Cocok Untuk Semua Orang

6 Januari 2026
flu.mojok.co

Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19

9 Januari 2026
Ilustrasi Honda Beat Motor Sial: Simbol Kemiskinan dan Kaum Tertindas (Shutterstock)

Pengalaman Saya Menyiksa Honda Beat di Perjalanan dari Jogja Menuju Solo lalu Balik Lagi Berakhir kena Instant Karma

7 Januari 2026

Video Terbaru

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

6 Januari 2026
PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

3 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.