Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Pengalaman Bodoh dan Menyebalkan di Salon Kecantikan

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
1 Maret 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Efek bersalon itu luar biasa: badan kinclong, kepribadian seakan ikut cemerlang. Padahal, ada setumpuk kisah di salon kecantikan yang sungguh menyebalkan.

Selain ada lima, berwarna-warni, dan meledak waktu warnanya hijau, salon adalah—eh tunggu sebentar, itu sih balon, ya? Hehe.

Iklan

Baiklah, baiklah, mari kita ulangi opening-nya agar lebih proper.

Selain dikenal sebagai tempat potong dan cuci rambut, salon nyatanya mengundang sejuta misteri dan keajaiban lain. Salon kecantikan, misalnya, menyediakan perawatan yang lengkap, mulai dari perawatan rambut, wajah, hingga kaki dan tangan. Pokoknya, selain cuci-blow, kamu bisa juga mendapat kesempatan dipijit-pijit dengan layak dan menyenangkan, misalnya lewat treatment spa dan refleksi~

Saya sendiri bukan tipe mbak-mbak yang hobinya ke salon, tapi saya pernah beberapa kali ke salon kecantikan saking penasarannya. Ternyata, bagi manusia yang ‘udah-mandi-aja-syukur’ kayak saya, pergi ke salon kecantikan bisa menjadi pengalaman berharga karena… well, kapan lagi kita bisa melihat diri kita se-kinclong itu kalau bukan setelah perawatan ini-itu di salon, coba?

Tapi tetap saja, wahai Perempuan-Perempuan Sedunia: ketahuilah baik-baik bahwa salon kecantikan nggak melulu penuh dengan keindahan dan kenyamanan. Sebagaimana hidup orang dewasa yang keras dan menyesakkan, salon juga memiliki sisi embuh-nya tersendiri yang berisi pengalaman bodoh dan menyebalkan. Siap-siap aja u, jangan kesenengan dulu~

*JENG JENG JENG*

Pertama, potong rambut kependekan.

Entah ini adalah kutukan yang otomatis ‘nempel’ pada setiap individu sejak dilahirkan ke Planet Bumi atau bukan, tapi sekitar 97,53% manusia pasti pernah mengalaminya. Sebagian dari kita bahkan sampai bela-belain nunjukkin foto model rambut yang kita temui di Google, atau memilih model dari poster Top Collection yang ada di tembok salon, tapi tetap saja ujungnya bikin kita bertanya-tanya: hasilnya kenapa jadi pendek dan jelek banget di kepala kita dah???

Kalau sudah begini, rasanya hidup hanya bisa dilanjutkan dengan dua pilihan: 1) menangis sambil berpikir kita bakal pakai topi kayak apa di kelas atau di kantor tanpa dicurigai, atau 2) menangis sambil berharap rambut-rambut yang sudah bergeletakan di lantai itu bisa ditempelin lagi ke kepala.

Kedua, basa-basi kapster yang kadang nggak penting-penting amat.

Saya pernah pergi ke salon dan mendapat perawatan rambut. Kebetulan, rambut bagian depan kanan saya sedikit lebih tipis dibanding bagian manapun di kepala. Si kapster mengelus-elus rambut tersebut dan berkata, “Rambutnya tipis, ya, Mbak.” Saya mengangguk saja, agak awkward.

“Pasti udah nikah, ya, Mbak?” tanyanya kemudian. Saya melongo. “Eh, atau belum?” tanyanya lagi, mungkin merasa bersalah melihat saya yang langsung menganga.

Saya cuma meringis kecil sambil mikir dalam hati: apa hubungannya ‘rambut tipis’ sama ‘udah nikah’, sih??? Memangnya orang yang udah nikah itu bakal jambak-jambakan rambut sampai kepalanya hampir botak??? Terus kenapa juga si kapster bisa-bisanya nanya kayak gitu, padahal saya baru saja putus kemarin malemnya???

Iklan

Sepanjang sisa waktu perawatan, saya yang insecure dan overthinking stadium 327.428 ini hanya bisa berpikir sedih: jangan-jangan saya kelihatan kayak ibu-ibu, ya, sampai dikatain udah nikah???

Ketiga, ditawarin ini-itu sampai kita tergoda.

Pernah nggak, sih, kita lagi enak-enak dipijitin kepalanya dan dibersihin rambutnya, waktu tiba-tiba si kapster dengan manisnya berkata, “Mau tambah vitaminnya, Mbak? Mau tambah serumnya, Mbak? Biar akar rambutnya makin kuat nggak cuma hati aja.”

Dasar manusia lemah, kita (hah, kita???) yang kelewat takjub dengan jenis pijitan kepala dan perawatan rambut ini pun berpikir dalam hati, “Ah, nggak papa kali, ya, tambah vitamin atau serum, toh buat diri sendiri,” sebelum akhirnya berkata dengan mantap, “Boleh, Mbak.”

Memang benar kata orang: ngomong itu jauuuuuuh lebih gampang daripada melakukan aksi. Nyatanya, pembuktian bakal kita hadapi di hadapan mbak-mbak kasir. Dari harga awal yang cuma sekian ribu, siap-siap saja untuk melihat angkanya melonjak, sampai-sampai kita bersyukur sudah membawa uang lebih karena—kalau nggak—kita bakal cuma bisa senyum-senyum nggak jelas sambil meratapi kebodohan.

Keempat, menyadari bahwa beberapa salon kecantikan mengharuskan kita menggunakan pakaian khusus.

Kenapa ini bodoh dan menyebalkan? Karena, faktanya, tak semua dari kita (hah, kita???) siap mental menghadapi pakaian khusus yang kebanyakan berupa kemben ini. Ya maksud saya, kemben itu kan… kemben. Semacam kain yang cukup mengekspos bagian tubuh dan, ya ampun, malu, Kak, malu!!!

Kalau salonnya khusus perempuan, sih, saya rasa nggak papa. Tapi di sebuah review, saya pernah membaca seorang klien di salon kecantikan yang akan melaksanakan spa, justru harus dikejutkan dengan kemunculan petugas kebersihan laki-laki di ruangannya.

Monmaap, nih, gimana ceritanya ada laki-laki bertebaran bebas di salon khusus perempuan???

Kelima, merasa sangat cemerlang setelah perawatan, sampai-sampai rasanya ingin datang lagi setiap hari.

Coba, deh, luangkan waktu me time seharian penuh dan ikuti segala perawatan yang tubuhmu butuhkan: body spa, manicure, pedicure, refleksi, hair spa, hingga blow dry. Selesai perawatan, kamu bakal merasa menjadi orang yang baru, orang yang jauuuh lebih menarik yang—diam-diam kamu yakini—bakal bikin semua orang yang menolakmu menyesal setengah mati.

Ya, Saudara-saudara, sehebat itulah efek bersalon. Rasanya, badan langsung kinclong, kepribadian pun seakan ikut cemerlang. Dengan segala ilusi perawatan tersebut, saat menghadap kaca dan melihat bayangan sendiri, kita pun (hah, kita???) langsung berencana bakal kembali ke salon ini sesegera mungkin.

Hadeeeh, dasar budak penampilan yang nggak inget isi dompet dan UMK Jogja!!!

Terakhir diperbarui pada 1 Maret 2019 oleh

Tags: body spakapsterpengalaman nyalonpotong rambutsalon kecantikantop collection
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Kebiasaan di tukang pangkas gegayaan potong rambut di barbershop. Berakhir konyol dan menderita MOJOK.CO
Ragam

Pertama ke Barbershop untuk Gaya-gayaan: Jadi Goblok Perkara “Undercut”, Kelaparan Seharian karena Bayar Mahal demi Potong Rambut Tak Memuaskan

8 Oktober 2025
model rambut pria mojok.co
Kilas

7 Model Rambut Pria yang Bisa Dicoba di 2023, Cepmek Termasuk?

11 Januari 2023
Udin, Tukang Potong Rambut Terakhir di Sor Ringin Alun-alun Utara Yogya
Liputan

Udin, Tukang Potong Rambut Terakhir di Sor Ringin Alun-alun Utara Yogya

16 Februari 2022
Tukang cukur mojok.co
Liputan

Tukang Cukur Tradisional Vs Barbershop: Beda Kelas, Beda Kualitas?

24 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang tua, ibu.MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi Ibu Muda Tanpa Cela di Ibu Kota: Parenting Dituntut Sempurna, tapi Sudah Digempur Stres Kerja

10 Juli 2026
Dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum, Najwa Shihab berpesan pada para mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus agar terus menulis (esai) apapun profesinya MOJOK.CO

Pesan untuk Gen Z: Menulislah Apapun Kelak Profesinya, Tak Lupa Akar di Manapun Posisinya

7 Juli 2026
SSB MAS merawat bibit-bibit muda sepak bola Kota Jogja meski dari Lapangan Minggiran yang tidak rata MOJOK.CO

SSB Tertua di Kota Jogja Merawat Bibit-bibit Muda Meski dari Lapangan Bola Tidak Rata

11 Juli 2026
Pertama kali beli mesin cuci di rumah desa, kena julid tetangga MOJOK.CO

Pertama Kali Beli Mesin Cuci di Rumah Desa: Terharu Ringankan Beban Ibu hingga Dianggap Buang Duit oleh Tetangga Julid

10 Juli 2026
Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit MOJOK.CO

Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit

13 Juli 2026
kebun sayur di kota jogja.MOJOK.CO

Cara Warga Wirobrajan Hadapi Keterbatasan Lahan: Mengubah Tembok Kampung Menjadi Kebun Sayur

8 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.