Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Laki-laki Jepang Culik 2 Siswa SMP untuk Diajari Bisnis Real Estate

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
6 Desember 2019
A A
penculikan penculik real estate, hiroki sakaue, siswi smu

penculikan penculik real estate, hiroki sakaue, siswi smu

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dua siswi SMP yang diculik itu diajari pengetahuan soal seluk-beluk bisnis real estate biar nanti pas udah lulus sekolah, bisa bekerja di perusahaan si penculik. Mereka tidak disakiti dan sebaliknya, diberi fasilitas yang layak. Ini penculik atau kontestan pilkada sih?

Penculikan anak adalah mimpi buruk setiap orang tua di dunia. Motif penculikan bisa dalam banyak bentuk. Ada penculik yang punya tujuan untuk menjual korbannya kepada sindikat perdagangan orang, ada yang punya tujuan untuk mengambil organ dalam, tapi paling sering motifnya dendam atau pemerasan. Mengerikan memang ketika ada orang tega menjadikan penculikan anak sebagai mata pencaharian.

Kita biasanya mengutuk penculikan karena motif dan konsekuensinya kerap jahat. Namun, saya beri satu pertanyaan untuk mengusik logika Anda: Bagaimana kalau anak yang diculik justru diberi pendidikan plus fasilitas yang layak oleh si penculik?

Peristiwa aneh itu baru saja terjadi di Jepang, gudangnya segala hal aneh di dunia ini. Hiroaki Sakaue, 37 tahun, seorang pengusaha real estate­, ditahan atas dugaan penculikan di bawah umur pada Rabu (27.11). Setahun lalu, pada Oktober 2018, ia juga dipidana karena masalah yang sama.

Asli, ini orang nggak ada obatnya emang.

Tapi, susah juga untuk memutuskan Pak Hiroaki ini sebenarnya jahat atau baik. Soalnya, di kasus yang terbaru ini, ia menculik korban dengan tujuan untuk… mengajari korban tentang seluk beluk bisnis real estate­. Bahkan Almarhum Ciputra aja nggak segininya.

Iya. kalian nggak salah baca. Kalau kita kemarin-kemarin mendengar orang ditipu ­perusahaan MLM Q-net yang pura-pura ngajak berbisnis dengan hasil hora umum tapi ujung-ujungnya diperas, Hiroaki ini malah nyulik buat berbagi pengetahuan.

Kronologi kasus tersebut seperti ini. Awalnya, seorang siswi SMP di Prefektur (kurang lebih kayak kabupaten) Hyogo ngetwit kalau dia pengin banget minggat dari rumah. Hiroaki lalu membalas twit itu dengan bilang, “Datanglah ke Saitama, aku akan merawatmu bila kamu mau belajar.”

Siswi itu kemudian beneran datang ke Saitama (nama kota, bukan tokoh komik) lalu berkenalan dengan Hiroaki. Setelah itu ia tinggal di apartemen milik Hiroaki selama dua bulan sampai polisi datang. Siswi tersebut sempat mengabari keluarganya bahwa ia masih hidup lewat sebuah surat.

Di apartemen, siswi tersebut tinggal bersama siswi SMP lain asal Saitama yang lebih dulu “diculik” Hiroaki. Si tuan rumah sendiri memilih tinggal di tempat terpisah. Dan kedua siswi itu memang beneran diajarin soal real estate­ di apartemen tersebut.

Pada pertengahan September 2019, orang tua si siswi akhirnya melaporkan hilangnya putri mereka kepada Kepolisian Urawa. Pada akhir Oktober, polisi menemukan mereka berdua di apartemen Hiroaki. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik dan juga psikis pada siswi tersebut.

Menurut pengakuan korban kepada polisi (ini mau nulis korban kok rasanya serbasalah), mereka mendapat makan tiga kali sehari, diberi kamar pribadi, dan fasilitas yang layak. Mereka boleh menggunakan ponsel dan akses internet, juga bebas keluar masuk apartemen Sakaue. Syarat yang diberikan Hiroaki Sakaue hanyalah mereka mau belajar tentang real estate dan sebenarnya termasuk pelajaran dalam kurikulum pendidikan Jepang.

Hiroaki Sakaue tidak mengelak kalau ia ngumpetin anak orang lain. Katanya, ia memberikan pendidikan tentang real estate biar nanti pas mereka lulus sekolah, mereka bisa kerja di perusahaan real estate Hiroaki. Dia juga rutin bikin kuis tentang real estate­ dan membimbing kedua siswi itu agar siap mengikuti ujian lisensi sebelum menjalankan bisnis real estate­.

Meskipun yang dilakukan Hiroaki Sakaue kepada siswi-siswi tersebut tergolong baik, tetap saja dia dihukum atas perbuatannya karena dia tidak meminta izin kepada orang tua si siswi. Pelajaran yang bisa dipetik adalah gapailah restu setinggi langit biar nggak masuk bui.

Iklan

Tentu kasus unik macam ini tidak lengkap tanpa komentar netizen. Netizen Jepang justru bersimpati dan memberi julukan “Daddy Long Legs” kepada Hiroaki, yang maksudnya memuji lelaki itu sebagai sosok kebapakan.

Kalau kejadian seperti ini terjadi di Indonesia, komentarnya bisa ngeri-ngeri. Bisa jadi siswinya dihujat, bisa juga Hiroaki dituduh pedofil. Terus yang disalahkan siapa? Tentu saja Jokowi.

BACA JUGA Polisi Tangkap Para Penyebar Berita Hoax Penculikan Kiai dan Ulama atau artikel menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 6 Desember 2019 oleh

Tags: berita anehJepangpenculikanreal estate
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Pemuda Jakarta kerja di Jepang untuk bayar utang keluarga. MOJOK.CO
Sehari-hari

Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga

26 Februari 2026
kerja di jepang, merantau.MOJOK.CO
Sehari-hari

Ironi Kerja di Jepang: Banting Tulang Hingga 5 Kali Lebaran Tak Pulang, tapi Setelah Sukses Hasilnya Tak Bisa Dinikmati

23 Februari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)
Pojokan

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
kerja di Surabaya dengan gaji Jepang. MOJOK.CO
Sosok

Pertama Kali Lamar Kerjaan dari Job Fair di Surabaya, Nggak Nyangka Bisa Dapat Cuan Senilai Perusahaan di Jepang

26 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kerja di kafe Jogja stres. MOJOK.CO

Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”

1 April 2026
Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026
Nurul Fajriatussaadah, lulusan terbaik S2 di UIN Semarang

Dihina karena Hanya Anak Petani dari Pelosok Desa, Kini Berhasil Jadi Lulusan Terbaik S2 UIN Semarang berkat Doa Ayah

30 Maret 2026
Niat MBG Itu Mulia: Cerita Guru Wali Kelas yang Harus Memastikan Siswa Mau Mencoba Menghabiskan Makanannya MOJOK.CO

Niat MBG Itu Mulia: Cerita Guru Wali Kelas yang Harus Memastikan Siswa Mau Menghabiskan Makanannya

1 April 2026
Menjadi Dosen itu Ibarat Aktor Drakor: Dari Tri Dharma jadi Triduka, Saking Diminta Bisa Segalanya MOJOK.CO

Menjadi Dosen itu Ibarat Aktor Drakor: Dari Tri Dharma jadi Triduka, Saking Diminta Bisa Segalanya

27 Maret 2026
Lewat Setu Sinau, Jalan Malioboro Kota Yogyakarta tidak hanya jadi tempat wisata. Tapi juga ruang edukasi untuk belajar budaya Jawa, termasuk aksara Jawa MOJOK.CO

“Setu Sinau” bikin Jalan Malioboro Tak Hanya Jadi Tempat Wisata, Tapi Juga Ruang Edukasi Aksara Jawa

29 Maret 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.