Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Orang Alim dan Obat Kesenduan Saat Lebaran

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
25 Mei 2020
A A
lebaran
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tidak bisa bertemu dengan orangtua, kakek, nenek, dan sanak-saudara saat lebaran adalah sebuah siksaan yang menyebalkan. Dan tahun ini kita dipaksa mengalaminya. 

Kita semua sepakat, lebaran tahun ini adalah lebaran yang sentimentil. Banyak dari kita yang tak bisa bertemu dengan sanak saudara di kampung karena pandemi corona memang memaksa kita untuk tidak mudik.

Salaman kepada orangtua, kakek-nenek, dan juga sesepuh kampung yang selalu menjadi simbol puncak spiritualitas dalam memaknai idulfitri kini tak bisa dilakukan. Kita kini terpaksa melalukanya melalui video call, hal yang tentu saja mengurangi kadar spiritualitas tersebut.

Ini lebaran pertama saya sebagai seorang lelaki yang sudah punya istri. Dengan status baru ini, seharusnya lebaran kali ini bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Sayangnya, justru di lebaran tahun inilah saya merasakan lebaran yang sentimentil itu. Saya harus menerima kenyataan bahwa ini sekaligus menjadi lebaran pertama saya yang akan saya habiskan tanpa berkumpul bersama keluarga besar.

Saya dan Kalis, istri saya, padahal sudah merencanakan skema pembagian jadwal mudik ke Magelang dan Blora. Kami sudah membayangkan, betapa indahnya berkumpul dengan keluarga besar. Namun apa lacur, corona membabat habis rencana kami.

Lebaran tahun ini, kami terpaksa harus melaluinya dengan duduk-duduk di rumah saja. Lebaran yang tentu saja akan sangat sendu. Dan beberapa hari jelang lebaran ini, kami sudah mulai mencicil kesenduan lebaran itu.

Pagi hari kemarin, sebagai peredam sendunya suasana lebaran yang sentimentil itu, Kalis memutar “Burdahan” di Youtube dan mengeraskan suaranya.

“Biar sauasanya kayak lebaran beneran,” ujarnya seakan-akan lebaran tahun ini bukanlah lebaran beneran.

Tampaknya istri saya sangat terpukul dengan lebaran kali ini. Saya paham betul, ia tipikal orang yang sangat guyup. Ia selalu suka berkumpul dengan orang banyak. Maka, ketika ia harus menghadapi lebaran dengan kesepian yang teramat sangat ini, pastilah ada yang koyak di dalam hatinya.

Saat malam lebaran, ia masak banyak sekali makanan. Rica-rica ayam, sambal kentang, dan sambal ikan pindang. Tak cukup di situ, ia juga membeli rendang daging dan rendang jengkol.

“Mau buat siapa makanan sebanyak ini?” tanya saya.

“Siapa tahu, besok pagi ada orang yang berkunjung ke rumah kita,” jawabnya pasrah. Saya sedih mendengarkan jawaban tersebut.

Pagi harinya, yang terjadi adalah persis seperti yang sudah saya prediksi. Tak ada seorang pun yang datang ke rumah kami. Saya mahfum, semua orang pasti sibuk dengan diri masing-masing. Sibuk merutuki lebaran dengan kesendiriannya masing-masing.

Iklan

Kami kemudian mulai menelpon bapak dan ibu kami melalui video-call. Terasa sangat menyebalkan, namun itulah satu-satunya hal yang bisa kami lakukan.

Ibu mertua saya, di seberang sana, tampak menangis sesenggukan. Ia kangen betul dengan anak perempuannya yang lebaran tahun ini tak pulang.

“Aku kangen banget, Nduk,” ujarnya dengan air mata yang dleweran.

“Aku juga kangen, Bu,” kata istri saya yang tampak betul ingin menangis tapi ia tahan-tahan.

Istri saya kemudian membawa ibunya itu berkeliling rumah melalui ponselnya. Ia menunjukkan bahwa kemarin kami baru saja beli kulkas dan tivi baru. Ia juga menunjukkan masakan yang ia masak semalam.

“Semalam aku masak rica-rica ayam,” ujar Kalis.

“Aku masak opor,” balas ibunya. Kalis tampak makin sentimentil. Ia pasti membayangkan betapa enaknya kalau pagi itu ia bisa menyantap opor yang dibikin oleh ibunya.

Saya tak tahu berapa lama keduanya ber-video-call. Saya hanya ikut menemani Kalis bervideo-call beberapa menit, selanjutnya, saya meninggalkan mereka. Membiarkan sepasang ibu-anak itu saling membalaskan sejumput kangennya.

Dari pagi sampai siang, tampang istri saya masih tak banyak berubah. Ia masih tetap sendu.

Malam harinya, saya melihatnya sudah bisa tersenyum, prengas-prenges, di depan televisi. Tampang sendu yang sedari pagi menggelayuti dirinya seakan terkikir.

Saya penasaran, apa yang ia tonton. Saya melirik acara apa yang ia tonton. Ternyata siaran bincang lebaran Prof. Quraish Shihab bersama Gus Mus.

Di ruang tamu, saya memandani melihat istri saya dengan perasaan yang jauh lebih ringan.

“Ah, orang alim memang selalu bisa menenangkan hati.”

Terakhir diperbarui pada 25 Mei 2020 oleh

Tags: kangenLebaranorangtua
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Menyesal Sarapan Gudeg Jogja setelah Jadi Korban Nuthuk Rega (Unsplash)
Pojokan

Ketika Orang Jogja Dibuat Menyesal Sarapan Gudeg Jogja karena Jadi Korban Nuthuk Rega

25 Maret 2026
Stasiun Tugu Jogja lebih buruk dari Stasiun Lempuyangan. MOJOK.CO
Catatan

Kapok Naik Kereta Eksekutif karena Turun di Stasiun Tugu Jogja, Keluar Stasiun Langsung Disuguhi “Ujian Nyata”

25 Maret 2026
Lebaran 2026, Lebaran Penuh dengan Kabar Buruk dan Sakit Hati
Pojokan

Lebaran 2026, Lebaran Penuh dengan Kabar Buruk dan Sakit Hati

24 Maret 2026
Ironi silaturahmi Lebaran bersama keluarga
Catatan

Sisi Gelap Lebaran: Melelahkan karena Harus Tampak Bahagia, padahal Menderita Bersikap “Baik” dan Kehabisan Energi Sosial

23 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO

Backpackeran Naik KA Eksekutif Jogja-Jakarta Demi Menyembuhkan Luka, Malah Dibuat Kesal dengan Kelakuan Norak Penumpangnya

1 April 2026
Vario 160 Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Honda MOJOK.CO

Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan

3 April 2026
kerja di kafe Jogja stres. MOJOK.CO

Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”

1 April 2026
Lewat Setu Sinau, Jalan Malioboro Kota Yogyakarta tidak hanya jadi tempat wisata. Tapi juga ruang edukasi untuk belajar budaya Jawa, termasuk aksara Jawa MOJOK.CO

“Setu Sinau” bikin Jalan Malioboro Tak Hanya Jadi Tempat Wisata, Tapi Juga Ruang Edukasi Aksara Jawa

29 Maret 2026
Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO

Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

1 April 2026
anak kos ketakutan pasang gas di jogja. MOJOK.CO

Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”

2 April 2026

Video Terbaru

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

31 Maret 2026
Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.