Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Nasi Goreng Tanpa Kecap itu Mutlak Lebih Enak. Maaf, No Debat

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
27 Juni 2020
A A
nasi goreng tanpa kecap nasi goreng kecap gofar hilman chef bahtiar tiarbah bubur diaduk vs nggak diaduk selera indonesia mojok.co

nasi goreng tanpa kecap nasi goreng kecap gofar hilman chef bahtiar tiarbah bubur diaduk vs nggak diaduk selera indonesia mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Selera orang-orang yang bilang nasi goreng kecap lebih enak patut dipertanyakan. Jelas-jelas nasi goreng tanpa kecap yang mutlak jadi juaranya.

Saya bisa setuju kalau kecap bisa berperan sebagai bumbu olahan penyelamat makanan. Kecap dengan segala kedigdayaannya bisa bikin nasi dan kerupuk layak santap saat kita lagi bokek-bokeknya. Ditambah minyak jelantah dan garam aja udah bisa merasai nikmatnya kemiskinan.

Tapi saya sangat kurang sepakat dengan orang-orang yang bersembunyi di balik kenikmatan kecap demi membuat suatu makanan jadi lebih sedap. Jangan pernah ngaku bisa masak kalau senjata kalian cuma kecap dan masako yah, camkan. Termasuk dalam membuat nasi goreng. Kalau masih ada yang bikin nasi goreng pakai kecap, fix, cuma cari aman.

Nasi goreng paling enak justru nasi goreng tanpa kecap. No debat.

Rasa kecap dalam nasi goreng bisa mengelabuhi lidahmu. Layaknya Romi Rafael yang pakai hipnotis, kecap juga melakukannya terhadap lidahmu. Memaksamu mengakui bahwa nasi goreng itu enak karena ada rasa manis-manis kecap di dalamnya. Padahal rasa enak itu palsu, tipu-tipu.

Kami, yang terdiri dari kaum-kaum yang tak ingin lidahnya dikelabuhi rasa kecap dalam nasi goreng dengan ini mendeklarasikan Laskar Pencinta Nasi Goreng Tanpa Kecap atau LP-NGTK (bukan kependekan dari ‘Lupa Ngetik’ ffs). Izinkan saya mengusulkan Lord Gofar Hilman sebagai ketua LP-NGTK dan Chef Bahtiar sebagai penasihat. Kita akan membangun sebuah komunitas yang nggak kalah gayeng dibanding parpol.

Nasi goreng tanpa kecap adalah harapan

— Gofar Hilman (@pergijauh) May 26, 2020

Banyak yg japri boleh ga bikinin nasgornya dikasi kecap?
Jawabannya NO
Standar @nasgortiarbah tidak pakai kecap manis

Tapi kl dirumah mau ngasi kecap sendiri mah silakan yah ?

— Nasgor Tiarbah Bintaro (@nastibintaro) June 21, 2020

Karena saya tahu, lidah tidak bertulang tapi begitu kuat pengaruhnya untuk kehidupan maka saya akan terus mempersuasi orang-orang buat menyukai nasi goreng tanpa kecap di mana pun kalian berada. Bahkan kalau perlu Rich Brian juga turut terdoktrin dengan nasi goreng yang makin mantap tanpa kecap. Biar LP-NGTK go international. Siapa tahu Joji juga tertarik gabung.

Agar argumen saya nggak kayak selebgram kuliner yang cuma bisa bilang, “Hmmm seenak itu guys, mau meninggal rasanya, nggak ngerti lagi!!1!” Maka saya akan menjelaskan di mana enaknya nasi goreng tanpa kecap.

Pertama, kita jadi bisa lebih fokus merasai rempah-rempah tanpa pengaruh rasa kecap yang dominan dalam satu sajian. Rasa bawang yang matang guring, cabai yang bakal terasa lebih pedas, bahkan merica, ketumbar, jinten, dan rempah lain yang sungguh melengkapi cita rasa oriental.

Kedua, nasi goreng tanpa kecap warnanya putih kecoklatan. Kita bisa mengira-ngira seberapa dominan bumbu-bumbu yang digunakan hanya dengan melihat warnanya. Warna telur urak-ariknya jadi makin jelas, warna daun bawangnya yang masih setengah matang juga mampu menggugah selera. Kita tahu seberapa matang nasinya digoreng, makin coklat, biasanya makin gurih. Jika kita makan dengan acar, maka timun, wortel, dan cabainya bisa memberi warna merah-kuning-hijau yang selaras.

Ketiga, jelas masalah aroma. Aroma kecap memang enak, tapi itu membuyarkan lamunan kita saat menghirup wangi bawang yang bercumbu dengan minyak panas dan telur. Ya ampun, saya aja nulis ini sambil ngiler, Hyung.

Keempat, nasi goreng kecap itu agak mebosankan. Rasanya cuma manis aja, ah. Udah langsung ketebak setelah melihat penampakannya. Jadinya nggak penasaran lagi.

Iklan

Beberapa orang bakal mbatin,

“Hadah, ini orang-orang ngapain berdebat hal nggak penting soal nasih goreng, kayak nggak ada kerjaan.”

Hmmm, tolong kaum yang banyak kerjaan nggak usah ikut campur kalau kalian lagi banyak PR dan lemburan. Kami hanya ingin bersenang-senang dan mengemukakan pendapat. Masalahnya, berdebat soal bubur sudah nggak asyik karena pada akhirya bubur diaduk vs bubur tidak diaduk hasilnya seri. Nggak asyik dong masak perdebatan berakhir pada statemen ‘tergantung selera masing-masing’.

Saya nggak mau tahu pokoknya nasi goreng tanpa kecap harus dinyatakan sebagai juara dari pertandingannya melawan nasi goreng jenis lain. No debat. Kalau ada yang mau menyangkal pernyataan saya maaf nggak bisa, karena saya yakin LP-NGTK akan membela komunitas ini hingga titik darah penghabisan. Kami akan terus bergerak. Ayo Lord Gofar dan Chef Bahtiar, iringilah jalan kami menuju kedamaian sejati saat tidak ada lagi mamang-mamang yang jual nasi goreng berkecap lagi.

Salam,

Radikalis Nasi Goreng.

BACA JUGA 4 Alasan Mengapa Jongkok di WC Duduk Mencederai Dunia Perjambanan Nasional atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 25 Juni 2020 oleh

Tags: Kulinermedia sosialversus
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Kuliner Jawa terbaik yang penemunya patut diberi ucapan terima kasih. Dari pecel hingga penyetan MOJOK.CO
Kuliner

3 Kuliner Jawa yang Penemunya Harus Diucapin “Terima Kasih”: Simpel tapi Solutif, Jadi Alasan Orang Tak Mati Dulu

16 Februari 2026
Anomali pengunjung toko buku sekarang bukan baca, malah foto
Sehari-hari

Anomali Pengunjung Toko Buku Hari Ini: Outfit Foto Elite, Beli Buku Sulit

11 Februari 2026
3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat- Mahal dan Berjarak (Wikimedia Commons)
Pojokan

3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat: Ketika Lidah Lokal yang Murah Direbut oleh Lidah Wisatawan yang Dipaksa Mahal

11 Februari 2026
sate taichan.MOJOK.CO
Catatan

Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak

20 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukber, ASN, kantor.MOJOK.CO

Ikut Bukber Kantor di Acara ASN Itu Bikin Muak: Isinya Orang Cringe dan Seksis yang Bikin Risih, tapi “Haram” Buat Ditolak

22 Februari 2026
7 buah legendaris dalam game Blox Fruits yang jadi incaran MOJOK.CO

7  Koleksi Buah Legendaris di Game Blox Fruits yang Jadi Incaran: Tak Cuma Memperkuat, Tapi Juga Jadi Aset Berharga

24 Februari 2026
Omong kosong menua dengan bahagia di desa: menjadi orang tua di desa harus memikul beban berlipat dan bertubi-tubi tanpa henti MOJOK.CO

Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti

21 Februari 2026
merantau di Jogja.MOJOK.CO

Cerita Perantau Jatim: Diremehkan karena Tinggal di Kos Kumuh Jogja, Bungkam Mulut Tetangga dengan Membangun Rumah Besar di Desa

25 Februari 2026
MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan

Sahur dengan MBG, Nilai Gizinya Lebih Cocok untuk Mahasiswa ketimbang Anak Sekolah

24 Februari 2026
User bus ekonomi Sumber selamat pertama kali makan di kantin kereta api. Termakan ekspektasi sendiri MOJOK.CO

User Bus Sumber Selamat Pertama Kali Makan di Kantin Kereta, Niat buat Gaya dan Berekspektasi Tinggi malah Berakhir Meratapi

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.