Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Menjawab Mitos-mitos Seputar Virus Corona

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
30 Maret 2020
A A
virus corona, hoaks, mitos mojok.co

virus corona, hoaks, mitos mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Faheem Younus membagikan informasi penting tentang mitos seputar virus corona dan bantahannya. Informasi yang berimbang adalah kunci untuk saat ini.

Saat sedang menjelajah Twitter, saya menemukan utas bagus tentang menjawab mitos-mitos tentang virus corona. Utas tersebut ditulis oleh Faheem Younus, dan berisi tentang mitos-mitos seputar corona dan bantahannya. Isinya menarik karena disampaikan dengan sederhana dan nggak menghakimi.

COVID mythbusting: Part 3

Myth: Coronavirus is airborne.

Wrong:

It’s a droplet infection, requiring close contact. The NEJM article only hinted at the virus’ ability to be aerosolized in a lab.

Our air is CLEAN! Walk in a park!

WHO also approves this position. pic.twitter.com/suQx9oNIw3

— Faheem Younus, MD (@FaheemYounus) March 29, 2020

Informasi yang ada di utas tersebut benar-benar penting, mengingat banyak informasi seputar corona yang tidak punya dasar yang jelas. Padahal informasi tersebut berpotensi untuk menciptakan kondisi-kondisi yang tidak diinginkan, seperti orang jadi menyepelekan penyakitnya atau menciptakan ketakutan yang tidak masuk akal.

Utas dari Faheem Younus, saya rangkum agar memperkaya dan menyeimbangkan informasi yang ada. Kita cenderung takut kepada hal yang tidak kita pahami, dan informasi ini bisa membuat Anda tidak lagi memandang corona dengan penuh ketakutan. Tapi harus diingat, tetap waspada dan cuci tangan. Cuci tangan beneran ini, pake sabun, bukan lari dari masalah.

Mitos pertama, sauna bisa membunuh virus corona

Belum ada bukti yang sahih untuk mendukung mitos tersebut. Begini ya, memang bakteri dalam makanan akan mati saat dipanasin/digoreng/direbus tapi kita ini manusia, bukan gereh layur. Berjemur memang disarankan di tengah wabah pandemi ini, namun tidak berarti Anda njuk merebus diri sendiri.

Bahkan menurut Fahem, sauna berlebihan bisa menyebabkan pneumonia dan penyakit lain. Rebus kok badan, rebus mi malah kenyang.

Mitos kedua, bawang merah bisa menangkal virus.

Mentang-mentang cabe bisa dipakai untuk menangkal hujan, bukan berarti teman satu tongkrongan cabe di dapur, yaitu bawang bisa menangkal yang virus. Avatar aja belum tentu bisa menangkal, apalagi bawang. “It’s just made up stuff,” cuma mengada-ada kalau kata Faheem.

Satu-satunya hal yang bisa dilakukan bawang di dalam ruangan sejauh ini adalah membuat Squidward menangis. Kalau menangkal corona, jelas nggak.

Mitos ketiga, jangan pesen makan di luar, kalau yang masak kena corona bagaimana?

Mitos ini belum bisa dibuktikan kebenarannya. Belum ada kasus penyebaran corona lewat makanan, dan ini udah dibuktikan oleh banyak badan kesehatan dunia. Hoaks kayak gini bisa matiin rejeki orang, Bosku. Goblok boleh, jahat jangan.

Tapi begini, kalau Anda emang parno, Faheem menyarankan untuk angetin dulu makanannya pakai microwave apa pakai wajan, sak nduemu pokoke. 2 menit cukup, jamin aman.

Mitos keempat, sabun anti-anti itu jauh lebih efektif dibanding sabun biasa.

Angel meneh iki. Gini ya bro, sabun anti bakteri apa namanya itu lah sama aja dengan sabun biasa, anjurannya kan cuci tangan pakai sabun, mau sabun mandi sabun cuci piring ya bisa. Merk nggak ngaruh, nggak ada juga yang nyuruh merk tertentu. Yang jelas sabunnya kalau tinggal dikit jangan dioplos air, nek entek ki gek tuku, malah diakali.

Faheem berpendapat daripada beli sabun anti bakteri yang mahal mending beli sabun biasa, duit sisanya dipakai beramal.

Mitos kelima, virus corona menyebar lewat udara.

Begini ya kawan-kawan, kalau belum valid dan masih pada tataran “katanya”, mending jangan disebarin. Terlebih lagi untuk mitos yang ini, yaitu virus corona menyebar lewat udara. Info ini benar-benar menciptakan ketakutan, padahal validitasnya jelas-jelas dipertanyakan.

Iklan

Faheem berkata bahwa penyebaran corona masih lewat droplet. Selama para saintis belum memberi kabar, jangan kepikiran untuk menyebarkan berita yang berdasar dari rumangsamu.

Mitos keenam, informasi dari dokter Italia atau Cina pasti valid.

Faheem Younus berkata dengan gamblang, kalau dokter itu bakal menerbitkan risetnya ke jurnal, bukan ke media sosial. Memang banyak dokter yang bikin utas tentang corona di Twitter, tapi bukan hasil riset. Kalau riset terpercaya ya diterbitkan dalam bentuk jurnal.

Kita udah sering ngeliat banyak orang kemakan omongannya dokter Bernard Mahfouz, sekarang saatnya kita ngasih tahu orang-orang biar nggak ada dokter Bernard Mahfouz yang lainnya.

Rangkuman info ini bisa digunakan untuk membantu kalian-kalian yang mulai stres melihat grup Whatsapp keluarga yang berisi info-info nggak jelas dari mana. Kalian di rumah saja bukan berarti seharian isinya rebahan sambil mabar, bantu orang tua dan sekitarnya nyaring informasi.

Kalau cuma ngetawain orang-orang yang kemakan hoaks sih semua ya bisa, tapi bukankah berkontribusi terhadap sesama itu lebih baik?

BACA JUGA Virus Corona: Tetap Waras walau Dibatasi Tembok yang Sama dan artikel menarik lainnya dari Rizky Prasetya.

Terakhir diperbarui pada 24 Februari 2021 oleh

Tags: hoaksmitosvirus corona
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

bencana.MOJOK.CO
Jagat

Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana

4 Februari 2026
tuyul tak bisa curi atm dan m-banking.MOJOK.CO
Ragam

Menjawab Alasan Tuyul Tak Bisa Curi Uang Mesin ATM dan Kuras Saldo m-Banking dari Tinjauan Klenik dan Ilmiah

25 Mei 2024
Mahasiswa UNY yang Sebar Hoaks Ternyata karena Gagal Jadi Anggota BEM MOJOK.CO
Kilas

Alasan Mahasiswa UNY Sebar Hoaks hingga Ditangkap Polisi

14 November 2023
Bentuk Jimat dalam Islam Kejawen dan Mitos-Mitos Spiritual Raja Jawa
Video

Bentuk Jimat dalam Islam Kejawen dan Mitos-Mitos Spiritual Raja Jawa

31 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ngekos setelah menikah, ngekos di jogja, kesehatan mental.MOJOK.CO

Memilih Ngekos Setelah Menikah daripada Tinggal Bareng Ortu-Mertua, Finansial Memang Empot-empotan tapi Kesehatan Mental Aman

16 Februari 2026
Tanpa Cina dan Pecel Lele, Mental Orang Jawa Pasti Ambruk (Wikimedia Commons)

Persahabatan Aneh dengan Anak Cina Membawa Saya ke Pecel Lele di Bawah Jembatan Janti yang Menjadi “Pelarian” bagi Orang Jawa

16 Februari 2026
Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
Sarjana nganggur diteror info loker di grup WA keluarga. MOJOK.CO

Grup WhatsApp Keluarga Besar Isinya “Teror” bagi Sarjana Nganggur, Sehari-hari Dikasih Info Loker Aneh-aneh

18 Februari 2026
Cerita perintis bukan bocil pewaris yang lulus SMK langsung bayar utang keluarga, pecel lele di jogja, omzet pecel lele. MOJOK.CO

Dihina Tetangga dan Teman karena Cuma Kerja Kasar dan Menempati “Kosan Bedeng” di Jogja, padahal Penghasilan Rp30 Juta Sebulan hingga Mampu Kuliahkan Adik

15 Februari 2026
Jakarta membunuh nurani kemanusiaan MOJOK.CO

Jakarta Kota “Pembunuh” Nurani: Orang Jatuh malah Ditekan, Lebih Ringan Beri Makan Anak Kucing ketimbang Anak Manusia yang Kelaparan

16 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.