Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Mengapa Ganja Dilarang di Sini dan Dilegalkan di Sana?

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
7 Februari 2020
A A
kenapa ganja dilarang kenapa ganja dilegalkan manfaat ganja bahaya ganja narkotika golongan I ancaman pidana hukuman BNN aceh thailand ganja medis obat diabetes mojok.co

kenapa ganja dilarang kenapa ganja dilegalkan manfaat ganja bahaya ganja narkotika golongan I ancaman pidana hukuman BNN aceh thailand ganja medis obat diabetes mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Membicarakan ganja memang nggak bakal ada selesainya. Di negara ini, ganja dilarang karena termasuk narkotika, negara-negara lain juga melakukan hal yang sama. Tapi ada negara yang melegalkan ganja. Lho kok beda-beda?

Gara-gara Jefri Nichol kakean polah dengan membuat twit tentang privilege wajah ganteng, orang kembali mengungkit kasus yang menerpa dirinya. Ganja sempat menjadi topik yang hangat di lini masa media sosial. Tentu bahasan ganja tidak melulu tentang artis yang tertangkap karena barang tersebut, namun tentang fakta-fakta lain.

Di Indonesia, ganja dilarang karena ganja termasuk narkotika. Ganja dilarang karena mengandung unsur psikotropika, yaitu tetrahidrokanabinol (THC), yang menyebabkan perubahan perubahan pada aktivitas dan mental seseorang. Meski belum ditemui orang yang melakukan kejahatan macam merampok bank atau membacok orang di jalanan karena efek giting, tapi tetap saja ganja dilarang karena alasan di atas. Karena tergolong narkoba, mengonsumsi atau mengedarkan ganja bisa mengantarkanmu ke kos-kosan yang dibiayai negara (baca: penjara).

Meski begitu, ada daerah di Indonesia yang terkenal sebagai daerah penghasil ganja, yaitu Aceh. Ini sudah jadi rahasia umum yang bisa kalian temukan dengan mencari di Google. Aceh terkenal menggunakan ganja sebagai bumbu masakan, bukan sebagai alat giting bersama. Tetap saja di Aceh ganja termasuk ilegal, dan aktivitas penanamannya pun sembunyi-sembunyi. Jadi buang pikiran kalian kalau orang-orang di Aceh sering ditemukan kewer di halaman rumah.

Padahal sebenarnya ganja punya fungsi lain selain membuat orang kewer. Dalam dunia medis, ganja dikenal punya banyak manfaat. Ganja bahkan disebut tumbuhan ajaib karena efek positif yang ditimbulkan begitu banyak. Tapi penelitian tentang efek positif ganja belum bisa maksimal karena pelarangan membuat proses ngurus izinnya jadi ribet.

Karena efek positif yang didapat dari ganja, banyak negara yang mencabut larangan ganja. Mereka melegalkan ganja dengan syarat yang ketat dan tidak bisa digunakan sembarangan. Dengan begitu, peredaran ganja ilegal bisa ditekan. Manfaat medis yang didapat dari ganja adalah untuk mencegah kejang otot untuk pengidap epilepsi, mengurangi nyeri, menghambat perkembangan Alzheimer, dan mengatasi depresi.

Soal manfaat ganja sebagai obat, ini pengetahuan lama sebenarnya. Beberapa tahun lalu Indonesia sempat gempar ketika ada PNS di Kalimantan Barat mengobati istrinya yang sakit pakai ganja. Menurut penuturan sang suami, si istri yang punya kista di sumsum tulang belakang kondisinya membaik sejak mengonsumsi daun ganja yang dicampur dengan makanan. Walau jelas-jelas tujuannya untuk pengobatan dan bukan untuk mabuk hura-hura, si PNS tetap ditangkap karena ganja adalah golongan I. Ini golongan narkotika yang paling berat ancaman pidananya, berkisar dari 4 sampai 20 tahun. Seminggu setelah sang suami ditangkap polisi, si istri meninggal dunia. RIP.

Di negara atau wilayah yang melegalkan ganja, keputusan ini didasarkan pada fakta, meski ganja menyebabkan kecanduan (secara fisiologis dan psikologis), namun efeknya tidak seakut dan separah opium. Selain itu ada pertimbangan seperti, peredaran ganja secara bawah tanah justru membuat harganya mahal dan menjadi lahan bisnis geng kriminal. Soal ini, kamu bisa nonton Narcos: Mexico di Netflix. Dengan melegalkan ganja, penggunaannya jadi lebih terkontrol serta perdagangannya menggerakkan ekonomi.

Sejumlah negara tercatat melegalkan ganja, meski konvensi PBB tentang narkotika masih melarangnya. Di Belanda, Kanada, Afrika Selatan, dan Uruguay, orang bahkan sudah boleh make ganja untuk senang-senang. Ada lebih banyak negara yang masih melarang ganja untuk pengganti rokok, namun membolehkannya sebagai obat–Thailand adalah contoh terbaru dan terdekat.

Meski penggunaan ganja untuk kepentingan medis mulai lumrah untuk dunia, tetap saja di Indonesia dilarang. Resistensi dari masyarakat yang masih mengenal ganja lewat stigma negatif menyumbangkan banyak penolakan terhadap usaha melegalkan ganja demi kepentingan medis. Tapi sudah ada penelitian tentang menjadikan ganja sebagai obat diabetes yang disetujui Kemenkes pada 2015.

Tapi tidak bisa dimungkiri meski khasiatnya banyak, ganja tetaplah memiliki efek samping. Selain sering disalahgunakan untuk kegiatan mabuk, ganja juga punya efek samping yaitu menyebabkan glaukoma jika dikonsumsi berlebihan. Apa-apa kalau berlebihan memang nggak bagus, mulai dari makan nasi sampai mencintai dia. Karena itu meski legal di beberapa negara, penggunaannya benar-benar diatur ketat oleh negara.

Beberapa informasi di atas bisa memberikan sedikit gambaran tentang seluk beluk ganja yang masih kabur bagi beberapa orang. Yang jelas informasi di atas tidak membuatmu dengan pede bertanya kepada teman-temanmu yang berasal dari Aceh dengan pertanyaan macam “Bro, abis makan gulai kambing dikasih biji ganja kamu giting nggak?”

BACA JUGA Banyak Bualan di Jalan Kaliurang dan artikel menarik lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 7 Februari 2020 oleh

Tags: AcehGanjaTHC
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

SPBU Diserbu Jadi Bukti Buruknya Komunikasi Pemerintah MOJOK.CO
Tajuk

SPBU Diserbu: Isu Stok BBM 20 Hari Bikin Panik Menjadi Wujud Buruknya Komunikasi Pemerintah dan Publik Sulit untuk Percaya

9 Maret 2026
Banjir sumatra, Nestapa Tinggal di Gayo Lues, Aceh. Hidup Waswas Menanti Bencana. MOJOK.CO
Aktual

Perantau Aceh di Jogja Hidup Penuh Ketidakpastian, tapi Merasa Tertolong Berkat ‘Warga Bantu Warga’

10 Desember 2025
Derita Warga Bener Meriah di Aceh: Terisolir, Krisis Pangan, Ditipu. MOJOK.CO
Ragam

Sepekan Lebih Warga di Bener Meriah Aceh Berjuang dengan Beras 1 Kilogram dan Harga BBM yang Selangit

9 Desember 2025
Banjir sumatra, Nestapa Tinggal di Gayo Lues, Aceh. Hidup Waswas Menanti Bencana. MOJOK.CO
Ragam

Tragedi Sumatra Timbulkan Trauma: “Saya Belum Pernah Lihat Gayo Lues Seporak-poranda ini bahkan Saat Tsunami Aceh”

2 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026
Kerja di Jakarta, Purwokerto, KRL.MOJOK.CO

Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

13 Maret 2026
merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Kebahagiaan Semu Gaji 5 Juta di Jakarta: Dianggap “Sultan” di Desa, Padahal Kelaparan dan Menderita di Kota

15 Maret 2026
Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat merampas senyum perantau asal Jogja MOJOK.CO

Stasiun Pasar Senen Saksi Perantau Jogja “Ampun-ampun” Dihajar dan Dirampas Jakarta, Tapi Terlalu Cemas Resign buat Balik Jogja

15 Maret 2026
Selalu royal ke teman saat butuh bantuan karena kesusahan. Giliran diri sendiri hidup susah eh diacuhkan pertemanan MOJOK.CO

Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

17 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.