Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Menebak Alasan Bidan dan Perawat Seringnya Nikah sama Tentara atau Polisi

Audian Laili oleh Audian Laili
27 Oktober 2019
A A
pam swakarsa, militer.MOJOK.CO

Ilustrasi - Riwayat Pam Swakarsa, Tukang Gebuk Bayaran Tentara yang Berupaya Dihidupkan Kembali. Ancaman Serius bagi Demokrasi (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sebetulnya, ada apa antara bidan dan perawat? Kenapa petugas kesehatan ini sering menjadi pasangan TNI, Polri, atau angkatan bersenjata lainnya?

Baru-baru ini ramai di media sosial soal streotipe angkatan bersenjata seperti TNI atau Polri yang biasanya bakal memilih berpasangan dengan perempuan yang berprofesi di bidang kesehatan—yang kebanyakan adalah bidan. Foto-foto prewed pasangan dengan profesi ini pun menjadi bahan bercandaan netizen.

Apalagi dengan adanya foto prewedding yang memperlihatkan seorang laki-laki berseragam dengan membawa senjata dan mengarahkannya ke seorang perempuan berbaju putih-putih. Lalu, si perempuan tersebut menutup ujung senjata dengan stetoskop. Sebuah foto menggelikan yang ternyata menjadi template untuk foto studio pasangan “serupa” lainnya. Selain foto-foto studio berdua yang sering kali mengandalkan seragam profesi mereka sebagai properti utama.

Belum lagi guyonan soal prosesi pedang pora dalam pesta pernikahan yang selalu diidentikkan sebagai sebuah gelaran yang jadi wedding dream para bidan dan perawat tersebut. Padahal, nyatanya banyak perempuan-perempuan lain yang kerjanya nggak hubungannya sama bidang kesehatan juga pengin nikahannya bisa di-pedang pora-in, kok.

Lantas, kira-kira apa alasan yang mendasari perempuan yang berprofesi bidan atau perawat sering menjadi pasangan laki-laki TNI, Polri, dan angkatan bersenjata lainnya? Mengapa pada akhirnya stereotipe ini muncul dan malah jadi bahan olok-olokan netizen? Oke, mari kita coba ulas pelan-pelan~

Pertama, perlu diakui bahwa profesi bidan sangat identik dengan lingkungan pertemanan yang kebanyakan perempuan. Sebaliknya, profesi yang berbau angkatan bersenjata cukup identik dengan lingkungan pertemanan yang kebanyakan laki-laki. Nah, karena lingkungan mereka ini kurang majemuk, tentu ada kebutuhan lebih untuk mendapatkan perhatian dari seseorang dengan tipe yang “sangat berlainan” tersebut. Jadi ya, hasilnya… begitulah.

Kedua, bagaimanapun juga, kedua profesi ini sama-sama harus siap sedia kapan saja serta dalam keadaan apa pun untuk melaksanakan tugasnya. Keduanya pun sama-sama nggak punya jam kantor yang pasti. Mungkin, karena kesamaan inilah, mereka akhirnya memiliki perasaan senasib sehingga pasti lebih mudah untuk memahami satu sama lain. Khususnya dengan kesibukan masing-masing yang kurang bisa diprediksi.

Ketiga, ada kemungkinan hal ini dipengaruhi oleh atasan-atasan mereka yang juga punya kecenderungan yang sama. Sehingga, mencari pasangan dari profesi tertentu seolah menjadi sebuah kebiasaan di lingkungan kerja. Mungkin, ada sebuah achievement yang mumpuni ketika hal tersebut berhasil didapatkan.

Keempat, bidan atau perawat identik dengan perempuan yang telaten dalam merawat keluarga dan anak-anak. Bisa diandalkan dalam hal tersebut. Sementara profesi angkatan bersenjata dikenal sebagai pekerjaan yang mampu memberikan keamanan. Sungguh sebuah relasi yang saling menguntungkan satu sama lain dengan begitu melengkapinya, bukan?

Kelima, mungkin ini ada kaitannya dengan drama Korea berjudul Descendants of the Sun yang bercerita tentang kisah percintaan seorang dokter yang ditugaskan di medan perang. Hingga kemudian ia menjalin kasih dengan seorang tentara di sana. Keromantisan atau kesamaan nasib di antara mereka serta kesulitan mereka dalam menghadapi kondisi yang nggak mulus, bisa jadi memengaruhi insan-insan kesehatan dan angkatan bersenjata lainnya untuk menentukan pasangan yang terbaik bagi mereka.

Tapi apa pun itu, bukankah nggak ada yang salah dengan pilihan dan selera seseorang termasuk soal pasangan? Lha wong, yang ngejalanin juga mereka sendiri. Jadi, ngapain saya ribet-ribet bikin perkiraan-perkiraan semacam ini, ya?

BACA JUGA Menikah dengan Perwira Demi Prosesi Pedang Pora atau artikel Audian Laili lainnya.

Terakhir diperbarui pada 27 Oktober 2019 oleh

Tags: angkatan bersenjatabidanfoto preweddingperawatpolriTNI
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Rela bayar mahal kuliah jurusan Keperawatan PTS besar demi jadi perawat. Setelah lulus malah jadi kayak babu MOJOK.CO
Edumojok

Rela Bayar Mahal di Jurusan Keperawatan demi Prospek Karier Perawat, Cuma Berakhir Jadi “Babu” di RSUD

14 April 2026
Susah jadi bidan desa, niat edukasi malah dianggap menentang tradisi MOJOK.CO
Ragam

Susah Payah Bidan Desa: Warga Lebih Percaya Dukun Bayi, Kasih Edukasi Malah Dianggap Menentang Tradisi

6 Januari 2026
perawat.mojok.co
Ragam

Perawat, “Pahlawan Kemanusiaan” yang Tak Dimanusiakan: Beban Kerja Selangit, Gaji Sulit

6 Oktober 2025
Polisi gelontorkan uang banyak untuk gas air mata yang digunakan dalam demo. MOJOK.CO
Aktual

Saat Duit Rakyat Hanya Dipakai buat Membeli Gas Air Mata Kadaluwarsa oleh Polisi

31 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim” seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual MOJOK.CO

Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim” seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual

15 April 2026
Mahasiswa UNJ lulus setelah gagal seleksi PTN jalur SNBT

Penyandang Disabilitas Gagal Diterima PTN Jalur SNBT, Kini Lulus Sarjana Pendidikan di UNJ Berkat “Antar Jemput” Ayah

19 April 2026
Nasib pekerja gen Z dicap lembek oleh milenial

Gen Z Jadi Kambing Hitam Generasi Senior, Dicap Lembek dan Tak Bisa Kerja padahal Perusahaan yang “Red Flag”

16 April 2026
Ezra, alumnus UGM umur 25 tahun, yang lanjut kuliah S2 dan ikut ekspedisi ke Antartika, nggak peduli quarter-life crisis

Umur 25 Tahun Nggak “Level” dengan Quarter-Life Crisis, Alumnus UGM Kuliah S2 di Australia dan Ekspedisi Ilmiah di Antartika

17 April 2026
Sesal pernah kasar ke bapak karena miskin. Kini sadar setelah ditampar perantauan karena ternyata cari duit sendiri tidak gampang MOJOK.CO

Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!

21 April 2026
Orang Jogja Syok Merantau ke Jakarta karena Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak Mojok.co

Orang Jogja Syok Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak di Jakarta

16 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.