Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Langkah-Langkah Menghadapi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami

Redaksi oleh Redaksi
6 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ancaman bencana kerap terjadi di Indonesia. Lalu, apa saja langkah yang bisa kita lakukan menghadapi bencana tersebut, termasuk gempa bumi dan tsunami?

Hari Minggu malam (5/8), gempa Lombok kembali terjadi setelah sebelumnya mengguncang NTB dan sebagian wilayah Bali. Kali ini, gempa bumi disebut berkekuatan lebih besar, yaitu mencapai 7 Skala Richter (SR), diikuti dengan sejumlah gempa susulan. Bukan hanya Lombok dan Bali, Gili Trawangan pun ikut merasakan dampak dari gempa bumi kali ini.

Mengejutkannya, meski gempa berpusat di darat, yaitu pada titik 8.37 LS dan 116.48 BT pada kedalaman 15 km, BMKG menyebutkan adanya potensi tsunami karena patahan terjadi hingga ke laut. Bahkan, tsunami pun benar-benar terjadi kala itu, meski ketinggiannya di bawah setengah meter (sekitar 10-13 cm).

Lalu, jika suatu hari gempa bumi dan tsunami benar-benar terjadi, apa yang dapat kita lakukan untuk menyelamatkan diri?

Hampir serupa dengan langkah antisipasi menghadapi gunung meletus yang pernah Mojok bahas, tentu kita perlu menghafalkan jalur penyelamatan, termasuk letak Posko Bencana dan SAR, serta menyediakan persiapan air, makanan, hingga perlengkapan P3K.

Lebih lanjut, dilansir dari situs Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat beberapa langkah yang bisa kita lakukan saat gempa bumi dan tsunami benar-benar terjadi secara mendadak:

Pertama, kalau kamu berada di dalam rumah/bangunan, kamu harus:

1. tidak bersikap panik, tidak berlari ke luar. Carilah meja atau tempat tidur, lalu berlindunglah di bawahnya. Lakukan hal ini meskipun kamu berada di ruangan dengan banyak orang. Ingat, jangan berdesakan;

2. tetap melindungi kepala dengan bantal maupun benda lain jika tidak ada meja atau tempat tidur;

3. menghindari benda-benda ‘dengan risiko’, seperti rak buku, lemari, hingga jendela kaca;

4. waspada terhadap langit-langit rumah atau benda yang tergantung di tembok—umumnya mereka memiliki risiko runtuh;

5. keluarlah menuju tempat terbuka menggunakan tangga darurat.

Kedua, kalau kamu berada di luar rumah/ruangan, kamu harus:

1. menjauhi bangunan tinggi, tembok, tiang/pusat listrik, papan reklame, serta pohon;

Iklan

2. mencari tempat terbuka, misalnya lapangan;

3. menghindari benda-benda ‘dengan risiko’, seperti rak hingga jendela kaca.

Ketiga, kalau kamu berada di atas/dalam kendaraan, kamu harus:

1. menghentikan kendaraan;

2. menghindari tempat-tempat tertentu, seperti di bawah jembatan (baik jembatan penyeberangan maupun jembatan layang).

Keempat, jika kamu berada di alam terbuka, kamu harus:

1. menghindari lereng dan jurang, serta bersikap waspada terhadap reruntuhan batu atau tanah longsor (jika kamu berada di kawasan pegunungan);

2. pindah ke daerah yang lebih tinggi untuk menghindari potensi tsunami (jika kamu berada di kawasan pantai).

Lalu, bagaimana jika gempa yang kamu rasakan memang benar-benar berpotensi tsunami? Setidaknya, berikut adalah langkah-langkah yang bisa kamu persiapkan:

1. jangan panik. Ini penting;

2. ikuti arah jalur evakuasi tsunami atau pergi ke tempat yang lebih tinggi. Ingat, gelombang tsunami bisa mencapai 24 meter;

3. perhatikan selalu keadaan di sekitar lautan/pantai. Jika air laut surut dari batas normal, tsunami mungkin terjadi. Jangan ragu untuk memperingatkan orang-orang;

4. jangan jadikan gelombang tsunami sebagai tontonan. Please deh, kalau gelombang tsunami bisa kita lihat, berarti kita sedang ada di kawasan yang berbahaya;

5. jika tidak memungkinkan pergi ke dataran tinggi, carilah gedung dengan konstruksi yang kuat dan bertingkat. Pergilah ke lantai yang paling aman (setidaknya lantai 3) untuk menyelamatkan diri;

6. jika kamu ikut terhanyut oleh gelombang, hindari bersikap panik dan carilah benda terapung yang bisa digunakan sebagai rakit, seperti batang pohon;

7. hindari meminum air laut, usahakan badanmu tetap berada di permukan air untuk bernapas;

8. bertahanlah di atas atap rumah jika gelombang tsunami membawamu ke sana. Tetaplah tenang dan tunggu air surut;

9. jika memungkinkan, kenakanlah jaket hujan.

Yang tak kalah penting, setelah gempa bumi dan tsunami terjadi, kamu bisa lakukan hal-hal berikut:

1. menggunakan pelindung kaki agar terlindungi dari puing akibat gempa,

2. selamatkan anak-anak, wanita, dan manula ke tempat yang lebih aman,

3. hindari benda yang memiliki risiko api/kebakaran, termasuk jaringan listrik yang roboh atau kabel yang terbuka,

4. periksa jalur pipa gas, lalu tangani jika ada kebocoran,

5. jauhi reruntuhan yang ada di dalam genangan air,

6. ikuti informasi terkini dan panduan dari pihak berwenang, serta

7. utamakan keselamatanmu dan orang-orang di sekitar, bukannya barang-barang!

Tentu saja, bencana selalu menimbulkan ketakutan luar biasa. Langkah-langkah di atas hanyalah langkah-langkah rekomendasi yang bisa kamu pelajari untuk mempersiapkan diri jika bencana tak terduga itu datang. Semoga, kita semua—kamu dan kami—bisa tetap bersikap waspada dan tidak panik saat kemungkin terburuk itu datang.

Stay safe, everyone! (A/K)

Terakhir diperbarui pada 6 Agustus 2018 oleh

Tags: ancaman bencanaBadan Nasional Penanggulangan BencanaBaliBNPBgempa bumi dan tsunamigempa LombokGili Trawanganlangkah antsipasi
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Resign kerja di Jakarta pilih di Bali. MOJOK.CO
Ragam

Baru Satu Tahun Kerja di BUMN, Pilih Resign karena Nggak Kuat “Ugal-ugalan” di Jakarta sampai Temukan Peluang Karier Lebih Baik di Bali

6 Januari 2026
Guru SD dari Badung, Bali, menabung lama demi antar anak ke Audisi Umum PB Djarum 2025 Kudus MOJOK.CO
Ragam

Guru SD Bali Menabung-Seberangi Laut demi Anak Kejar Mimpi Bulu Tangkis di Kudus, Kebal Sorakan yang Menjatuhkan Mental

12 September 2025
Wisata di Bali anti ribet dengan eSIM MOJOK.CO
Kilas

Liburan ke Bali Tanpa Drama: Cukup eSIM, Sinyal Aman, Kantong Tenang

10 Juni 2025
Kuburan Desa Trunyan.MOJOK.CO
Ragam

Turis Bali Ketar-ketir di Kuburan Desa Trunyan, Bukan Diganggu Setan tapi karena Ulah Warganya

6 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos horor di Jogja.MOJOK.CO

5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku

12 Januari 2026
Bapak-ibu dihina saudara sendiri karena ingin kuliahkan anak di PTN, tapi beri pembuktian. Meski anak jadi mahasiswa di PTN ecek-ecek tapi jadi sarjana pekerja kantoran MOJOK.CO

Ortu Miskin Dihina Saudara Kaya saat Ingin Kuliahkan Anak, Meski Kuliah di PTN Ecek-ecek Malah Punya Karier Terhormat ketimbang Anak Saudara

8 Januari 2026
Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas, Pemutar Ekonomi Bangsa MOJOK.CO

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa

13 Januari 2026
Hidup di Desa.MOJOK.CO

Jadi Anak Terakhir di Desa Itu Serba Salah: Dituntut Merawat Ortu, tapi Selalu Dinyinyiri Tetangga karena Tak Merantau

7 Januari 2026
flu.mojok.co

Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19

9 Januari 2026
Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026

Video Terbaru

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

6 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.