Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kencan Pakai Running Shoes Itu Nggak Masalah, sih, tapi…

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
26 Mei 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Laki-laki yang nge-date pakai running shoes dianggap nggak paham estetika dan fungsi alas kaki. DENGERIN, TUH, MAS, DENGERIN!

Toko sepatu di Jalan Mataram, Jogja, punya kenangan yang cukup besar untuk Vania. Kekasihnya adalah seorang pemain bola voli yang kerjaannya ngebatalin janji kencan demi turnamen antarkampung berburu sepatu voli terbaru dengan merek yang bahkan baru pertama kali Vania dengar.

Karena kecintaannya pada olahraga voli, pacar Vania—kita sebut saja ia Gio—kerap menggunakan sepatu voli hampir di banyak kesempatan, termasuk saat jalan-jalan bersama Vania. Nah, nah, ini dia masalahnya!

Pengalaman Vania berpacaran memang standar dan nggak spesial-spesial amat. Tapi, yang menarik, ia telah mengalami banyak sekali kencan bersama Gio yang gayanya super template: kaos, celana, dan pakai sepatu voli.

Karena itulah, saat menemukan sebuah twit yang fenomenal berikut, Vania cuma bisa ketawa-ketiwi.

Geregetan sm cowo yg ngedate pk running shoes. Mungkin blm paham fungsi + estetika… Cewe udah cape2 dandan milih baju + heels, eh malah harus ketemu cowo yg urusan sepatu masih asal-asalan. https://t.co/pbITlBDhCv

— KІТТΥ РЯIDЕ (@mskittypride) May 24, 2019

Kalau pakai running shoes dalam berkencan saja dianggap nggak paham fungsi dan estetika, apa kabar orang-orang yang kekeuh ke mana-mana pakai sepatu voli, macam kekasih Vania? Dalam hati, Vania bertanya-tanya bakal seperti apa dialog yang terjadi antara penulis twit di atas dan Gio.

“Ih, sepatu kamu nggak cucok banget, sih, buat kencan!”

“Loh, ini kan karepku!” jawab Gio, sambil nge-smash dua belas pasang sepatu voli saking kesalnya.

O, jangan salah: Vania mencintai Gio sepenuh hati. Kebiasaan kekasihnya untuk menggunakan sepatu voli pun sebenarnya nggak masalah-masalah amat untuknya, tapi…

…ya emang dia nggak punya alas kaki yang lain gitu yang lebih pas??? jerit Vania dalam hati.

Dalam hal berkencan pakai running shoes yang ramai dibicarakan di Twitter, ada banyak pengguna internet memprotes pendapat si pemilik thread. Gimana kalau running shoes-nya mahal??? Gimana kalau si pacar memang paling nyaman pakai running shoes??? Kenapa, sih, kita harus memaksakan keinginan kita pada orang lain???

Padahal, kalau dipikir-pikir, nggak ada yang salah dari twit di atas. Coba baca lagi, deh:

“Geregetan sm cowo yg ngedate pk running shoes. Mungkin blm paham fungsi + estetika… Cewe udah cape2 dandan milih baju + heels, eh malah harus ketemu cowo yg urusan sepatu masih asal-asalan.”

Iklan

Tokoh perempuan dalam twit tadi disebutkan “sudah capek-capek dandan, milih baju dan heels”, sementara si laki-laki “pakai running shoes”. Jelas, ada ketimpangan di sana, Saudara-saudara. Maksud saya, mereka pasti sudah memutuskan mau kencan di mana, bukan?

Penentuan tempat sangat memengaruhi penampilan. Kalau si perempuan sudah “capek-capek dandan, milih baju dan heels”, kemungkinan besar tempat tujuan date mereka jelas bukan lapangan olahraga atau stadion—mungkin mereka akan pergi makan malam fancy di tempat yang seporsi minumannya disajikan pakai sedotan stainless steel, atau ke tempat-tempat lain yang memang akan membuatmu berekspektasi bahwa pasanganmu bakal menggunakan sesuatu yang tampak lebih formal.

Dan itu jelas bukan pakai running shoes, Bambang!!!1!1!!!

Ta-tapi, kan, pakai  running shoes atau nggak, yang penting punya pacar?! Lagian, kalau cinta, kok, ngatur-ngatur gaya orang?!

Melihat pengalaman Vania yang pacarnya literally ke mana-mana pakai sepatu voli (mamam, noh, lebih ngeselin daripada pakai running shoes, kan???), saya rasa masalahnya bukan soal ngatur atau nggak ngatur. Pacar Vania pernah berkeras akan memakai sepatu volinya saat mereka berniat datang ke sebuah pernikahan seorang kawan. Vania, yang tentu saja “sudah capek-capek dandan, milih baju dan heels”, langsung merasa gemas.

“Situ nggak punya pantofel, Bang???” seru Vania, kesal.

Ujung-ujungnya, mereka berdua pergi kondangan dengan gembira, setelah Gio menukar sepatunya dengan pantofel yang memang lebih mashoook daripada sepatu voli.

Apakah dengan mengganti sepatu tadi, Vania bisa dikategorikan mengatur-atur Gio? Nggak, Baby, itu namanya memberi masukan. Ngasih saran. Menegur, karena nggak sesuai situasi dan kondisi. Dan itu, tentu saja, merupakan hal yang wajar.

Lagian, kalau masukan sederhana macam itu aja kamu nggak mau terima, ya ngapain kamu pacaran??? Mau pacaran sama batu aja, hmm???

Hal yang sama berlaku dengan mereka-mereka yang pacarnya pakai running shoes. Maksud saya, kalau kamu dan pacar sudah berniat mau main air dan pasir di pinggir pantai, misalnya, ya ngapain pergi pakai running shoes? Kalau cuma mau makan di warung dekat kosan berdua sama pacar, ngapain juga repot-repot pakai running shoes? Memangnya, orang-orang ini nggak tahu ada penemuan besar bernama “sandal jepit”, ya???

Tapi kata mantan kekasih saya, bepergian pakai running shoes bakal membuat kakinya terasa lebih ringan untuk berlari.

“Maksudnya, kamu mau lari dari aku?!” protes saya saat itu. Si mantan kekasih cepat-cepat menggeleng panik, meskipun beberapa bulan kemudian dia beneran lari gara-gara kepincut cewek lain.

Astagfirullah, sungguh menyebalkan.

Terakhir diperbarui pada 26 Mei 2019 oleh

Tags: kencanpacaranpakai running shoesSepatu larisepatu voli
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Mereka yang Disuruh Putus Orang Tua Pacar karena Bukan Mahasiswa: Sakit, tapi Tak Perlu Repot-repot Kasih Pembuktian MOJOK.CO lebaran
Liputan

Cerita Pilu 2 Pria yang Hubungannya Kandas Menjelang Lebaran, Ada yang Bawa-bawa Agama dan Dianggap Tak Punya Masa Depan!

9 April 2024
Pengalaman Pria Jogja Pakai Hijra Taaruf, Tinder Versi Muslim: Bukan Dapat Jodoh Malah Kena Spam Slot.mojok.coAplikasi Kencan Halal Jadi Solusi Kaum Jomblo Jogja Menjauhi Seks Bebas dan Ngebet Dapat Jodoh Seiman.mojok.co
Ragam

Aplikasi Kencan Online Versi Halal Jadi Solusi Kaum Jomblo Jogja Menjauhi Seks Bebas dan Ngebet Dapat Jodoh Seiman

4 Maret 2024
Casual Date: Sebuah Kenikmatan Tanpa Batas yang Berbahaya MOJOK.CO
Esai

Casual Date: Kenikmatan Tanpa Batas dan Berbahaya yang Tidak untuk Dirasakan Semua Orang

28 Februari 2024
Beratnya Menjalin Hubungan Romansa dengan Cowok Beda Agama MOJOK.CO
Kilas

Beratnya Menjalin Hubungan Romansa dengan Cowok Beda Agama

28 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mudik ke desa naik mobil pribadi Honda Brio, niat ikuti standar sukses dan pencapaian hidup tapi tetap dihina MOJOK.CO

Mudik ke Desa Naik Mobil Honda Brio Hasil Nabung karena Muak Dihina, Berharap Dicap Sukses Malah Makin Direndahkan

2 Maret 2026
Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

28 Februari 2026
Laki-laki gaji 3 juta tidak ada harganya. Standar sukses dan mapan ala TikTok adalah gaji 30 juta MOJOK.CO

Cowok Gaji 3 Juta Tak Ada Harganya di Mata Perempuan: Cuma Cukup buat Makan Anjing, Standar Mapan Itu Gaji 30 Juta buat Dapat Pasangan

3 Maret 2026
Motivation letter untuk beasiswa erasmus di Portugal. MOJOK.CO

Kisah Pemuda Asal Tulungagung Kuliah di Portugal: Lolos Beasiswa Erasmus karena “Motivation Letter” yang Menggugah

3 Maret 2026
merantau di Jogja.MOJOK.CO

Cerita Perantau Jatim: Diremehkan karena Tinggal di Kos Kumuh Jogja, Bungkam Mulut Tetangga dengan Membangun Rumah Besar di Desa

25 Februari 2026
Tes Kompetensi Akademik, TKA, Stres, orang tua.MOJOK.CO

3 Cara Sukses Hadapi TKA Tanpa Banyak Drama, Orang Tua Wajib Tahu Biar Anak Nggak Stres

25 Februari 2026

Video Terbaru

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

28 Februari 2026
Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.