Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kementerian di Indonesia yang Sakit Kepala karena Cuitan Netizen

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
23 Februari 2018
A A
Netizen-Bikin-Pusing-Menteri-MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

[MOJOK.CO] “Bukan cuma presiden, orang-orang di kementerian juga puyeng, sepuyeng-puyengnya.”

Bicara politik tida hanya terbatas pada jabatan seorang presiden. Kamu pasti tahu bahwa seorang presiden sekalipun bekerja dengan dibantu oleh banyak menteri yang bernaung di beberapa kementerian.

Pada pemerintahan Presiden Jokowi sekarang, ada 34 kementerian berbeda yang masing-masing menghadapi permasalahannya sendiri di Indonesia. Walaupun para menteri dirombak, dilepas, dan dipasang oleh Presiden Jokowi melalui reshuffle kabinet yang mencapai empat kali hingga Januari lalu, permasalahan yang harus diatasi kementerian tetaplah menjadi PR berkepanjangan~

Namun setidaknya, ada satu problem bersama seluruh kementerian di Indonesia: menghadapi netizen dan topik-topik ruwet yang muncul di masyarakat.

Agar lebih nyata, kita jabarkan dulu gambarannya~

#1 Kementerian Keuangan

Mari lihat kejadian tahun 2017 lalu sebagai contoh. Saat itu, Raffi Ahmad menjadi perbincangan di media sosial gara-gara mobil mewahnya yang berlimpah. Bermula dari foto Raffi Ahmad dan Raditya Dika dengan mobil Koenigsegg yang langsung di-reply oleh akun Ditjen Pajak RI, netizen langsung heboh menertawakan Raffi yang mereka anggap belum bayar pajak. Tida lupa, netizen juga kerap mencurigai artis-artis yang tampak bergelimangan harta.

“Jangan-jangan belum bayar pajak nich???”

Maka, dalam hal ini, Kementerian Keuangan, khususnya Direktorat Jenderal Pajak, seakan-akan mempunyai tugas tambahan yang mahapenting: menjadi intel status perpajakan para artis~

Pertanyaan “Jangan-jangan belum bayar pajak nich???” pun diikuti dengan pertanyaan lain: “Tolong dong artis ini dicek juga, Ditjen Pajak. Masa artis nga bayar pajak???”

Huft.

#2 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Pada dasarnya, kementerian yang satu ini memegang peran penting bagi kemaslahatan kecerdasan manusia-manusia Indonesia.

Gimana nga? Pendidikan, bagaimanapun, adalah basis dari gagasan dan perilaku kita semua. Maka, kalau bicara soal netizen, Kementerian Pendidikan memang harus bersiap-siap menghadapi problematika yang segunung.

Iklan

Lantas, masalah yang mana duluan nich yang enaknya dijadiin PR buat Mendikbud?

Kalau saya sih mengusulkan soal debat-debat bumi datar dan bumi bulat. Abisnya, tiap ada orang salah sedikit, langsung dibilang kaum bumi datar. Tiap ada orang nunjukkin fenomena ilmiah sedikit, langsung dibilang dibodohi kaum bumi bulat. Dikit-dikit salah, pokoknya~

Pada kasus yang lebih njelimet, perdebatan dan pertengkaran ini ujung-ujungnya akan berakhir sama dengan debat manapun di Indonesia: semua salah Jokowi!

Yhaaaa, Pak Menteri, didiklah kamiiiii~

#3 Kementerian Kesehatan

Di tahun 2013, Yogyakarta digemparkan oleh aksi pembagian kondom di daerah sekitar kampus UGM. Dalam rangka Pekan Kondom Nasional yang berlangsung 1-7 Desember 2013, sejumlah oknum memanfaatkan momen ini untuk memberikan kondom secara gratis kepada pengguna jalan.

Hal ini diprotes keras oleh civitas akademika UGM. Pasalnya, kegiatan ini ternyata tida memiliki perizinan yang lengkap. Ujung-ujungnya, acara pembagian kondom gratis ini langsung dibubarkan oleh petugas setempat.

Jangankan di daerah UGM yang udah sebar-sebar kondom, gaes. Gagasan dari Menteri Kesehatan kala itu, Nafsiah Mboi, turut mengundang kontroversi. Beliau menegaskan akan melaksanakan kampanye kondom, yang juga ditafsirkan masyarakat sebagai tindakan bagi-bagi kondom yang nyeleneh dan tida sesuai~

Gagasan ini disambut dengan keras. Tulisan-tulisan semacam “Sosialisasi Kondom = Legalisasi Sex Bebas” langsung bertebaran di demo jalanan. Bahkan, di berbagai media sosial pun beredar cepat link yang mengarah ke laman petisi untuk menghentikan Pekan Kondom Nasional.

Pokoknya, netizen nga setujuuu~

Baru-baru ini, muncul sebuah RUU baru terkait kondom. Pasal 481 dalam draf RKUHP hasil rapat pemerintah dan DPR pada 10 Januari 2018 menjelaskan bahwa setiap orang yang tanpa hak dan tanpa diminta secara terang-terangan mempertunjukkan, menawarkan, menyiarkan tulisan atau menunjukkan untuk dapat memperoleh alat untuk mencegah kehamilan, dipidana dengan pidana denda paling banyak kategori I.

Nah looooh!!!!

Jadi gimana nich, sobat-sobat intelektual? Apakah kita semua sesungguhnya hanya sedang parno terhadap kondom? Atau, ini merupakan langkah terbaik menyikapi keberadaan kondom di masyarakat?

Terakhir diperbarui pada 23 Februari 2018 oleh

Tags: Bumi bulatBumi datarditjen pajakjokowikementerian kesehatankementerian keuangankementerian pendidikankondom
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
dana film animasi Merah Putih: One for All lebih baik untuk guru honorer. MOJOK.CO
Aktual

Daripada Dipakai untuk Produksi Film Animasi “Merah Putih: One for All”, Uang Rp6,7 Miliar Bisa Dipakai untuk Menyejahterakan Guru dan Rumah Subsidi

14 Agustus 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Aktual

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO
Esai

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Diledek ibu karena merantau dari Jakarta ke Jogja. MOJOK.CO

Pekerja Jogja Pulang ke Jakarta setelah Sekian Lama, malah Diledek Ibu Saat Kumpul Keluarga karena Tak Bisa Sukses seperti Saudara Lainnya

29 Maret 2026
kuliah di jurusan sepi peminat.mojok.co

Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja

2 April 2026
Gaji 8 Juta di Jakarta Jaminan Miskin, Kamu Butuh 12 Juta MOJOK.CO

Gaji 8 Juta di Jakarta Tetap Bisa Bikin Kamu Miskin, Idealnya Kamu Butuh Minimal 12 Juta Jika Ingin Hidup Layak tapi Nggak Semua Pekerja Bisa

2 April 2026
Gagal kuliah di PTN karena tidak lolos SNBP, padahal masih ada jalur SNBT dan UM UGM

Keterima ITS tapi Tak Diambil demi Nama Besar UGM, Malah Merasa Bodoh karena Gagal SNBP padahal Hanya Seleksi “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tak Pasti Aman

1 April 2026
Ambisi beli mobil sebelum usia 30. Setelah terbeli Suzuki Ertiga tetap tidak bisa senangkan orang tua dan jadi pembelian sia-sia MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia

3 April 2026
Niat MBG Itu Mulia: Cerita Guru Wali Kelas yang Harus Memastikan Siswa Mau Mencoba Menghabiskan Makanannya MOJOK.CO

Niat MBG Itu Mulia: Cerita Guru Wali Kelas yang Harus Memastikan Siswa Mau Menghabiskan Makanannya

1 April 2026

Video Terbaru

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

31 Maret 2026
Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.