Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Daripada Dipakai untuk Produksi Film Animasi “Merah Putih: One for All”, Uang Rp6,7 Miliar Bisa Dipakai untuk Menyejahterakan Guru dan Rumah Subsidi

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
14 Agustus 2025
A A
dana film animasi Merah Putih: One for All lebih baik untuk guru honorer. MOJOK.CO

ilustrasi - karakter di film animasi Merah Putih: One for All. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pemboikotan film animasi “Merah Putih: One for All” tentu menimbulkan kerugian, terutama dananya yang menghabiskan uang sebesar Rp6,7 miliar. In this economy, dana itu bisa disalurkan ke program yang lebih bermanfaat. Misalnya untuk menyejahterakan guru honorer.

***

Iklan

Lewat fitur Instagram Add Yours, warga net ramai membagikan sebuah template yang mendesak pembatalan film animasi “Merah Putih: One for All” di bioskop. Menurut pantauan Mojok, Add yours yang dibuat oleh akun Instagram @neohistoria.id itu sudah dibagikan oleh 226 ribu pengguna Instagram.

“Film ini adalah sebuah penghinaan terhadap industri kreatif Indonesia. Kualitasnya yang buruk dan penggunaan aset siap pakai menunjukan inkompetensi yang jelas. Ini merupakan sebuah kemunduran besar, terutama setelah kita berhasil mencapai standar kualitas tinggi melalui film Jumbo…” tulis akun tersebut.

Sebelum mendapat kritik tajam dari warganet, Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI) Gunawan Pagaru sudah sepakat jika film animasi Merah Putih: One for All dibatalkan dari bioskop. Ia mengaku miris saat melihat kualitas film tersebut berdasarkan trailer yang sudah tayang.

“Trailernya itu sudah tidak beres, logikanya nggak jalan, jadinya kayak apa. Kalau minta tanggapan saya, justru sangat disayangkan. Sangat disayangkan muncul film seperti ini,” ujar Gunawan dikutip dari Kumparan, Kamis (14/8/2025).

Di sisi lain, Produser film animasi Merah Putih: One for All, Toto Soegriwo pernah mengungkap lewat akun Instagram pribadinya bahwa proyek itu menghabiskan biaya produksi sebesar Rp6,7 miliar. Di tengah informasi itu, Indonesia juga tak luput dari masalah ekonomi. Reporter Mojok memperkirakan ada dua hal yang bisa dilakukan untuk memanfaatkan uang sebesar Rp6,7 miliar tersebut, yakni:

#1 Dana film animasi Merah Putih bisa untuk gaji 22.000 guru honorer

Pernyataan Menteri Keungan Sri Mulyani Indrawati baru-baru ini membuat masyarakat geram. Ia justru mengembalikan pertanyaan ke publik tentang bagaimana cara mengsejahterahkan hidup para pengajar di Indonesia, termasuk guru honorer.

“Apakah semuanya harus keuangan negara ataukah ada partisipasi dari masyarakat?” ucap Sri Mulyani dalam acara Konvensi Sains, Teknologi dan Industri Indonesia dikutip dari Youtube Institut Teknologi Bandung pada Jumat (8/8/2025).

Mojok kerap membuat liputan soal masalah kesejahteraan guru honorer. Kebanyakan dari mereka mengeluh soal gaji yang tak layak dengan beban tugas yang “menyiksa”.

Salah satunya Arianti (27) yang pernah digaji sebesar Rp100 ribu perbulan sebagai guru TK honorer di Ciamis, Jawa Barat. Karena tergolong masih muda, ia kerap dianggap pintar IT.

“Jadi disuruh ngerjain pengisian administrasi sekolah. Pengisian survey lingkungan belajar juga aku yang ngerjain. Padahal sebenernya ngerjain bareng-bareng tuh gampang, tapi ini numpahin tugasnya ke aku sendiri,” ujar Arianti Selasa (1/10/2024) sore WIB.

Kementerian Keuangan sebetulnya sudah membuat aturan soal gaji “layak” untuk guru. Peraturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 83/PMK.02/2022 tentang Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2023.

Berdasarkan PMK tersebut, besaran gaji pengajar honorer yang berasal dari luar satuan kerja penyelenggara adalah sebesar Rp300.000. Sementara pengajar honorer yang berasal dari dalam satuan kerja penyelenggara adalah Rp200.000.

Jika mengacu pada aturan di atas, anggaran untuk film animasi “Merah Putih: One for All” sebesar Rp6,7 miliar dapat digelontorkan untuk menggaji sekitar 22 ribu lebih guru honorer. Atau paling tidak, menaikkan gaji mereka dengan layak.

#2 Membangun 44 rumah subsidi untuk MBR

Generasi Z semakin khawatir tidak bisa membeli rumah sendiri, mengingat kondisi lahan dan harga rumah yang terus melonjak. Mojok kerap mewawancarai mereka yang kesulitan membeli rumah karena banyak faktor. Misalnya, penghasilan mereka yang tidak sebanding dengan harga lahan selangit.

Yanuar Yudhistira (25) bercerita, sudah tiga tahun ini ia bekerja di Jogja dengan penghasilan sebesar Rp2,4 juta. Ia tidak bisa meninggalkan kota tersebut karena calon istri dan relasinya ada di sana. Bahkan ia dan pacarnya sudah punya rencana menikah dan harapan untuk beli rumah.

Sayangnya, keinginannya buat punya rumah sendiri cukup sulit diwujudkan. Gajinya terlalu kecil, tabungan pun tak seberapa, dan kalaupun harus ambil KPR ia tak terlalu yakin sanggup melunasi cicilan. Padahal, rumah adalah kebutuhan dasar manusia untuk hidup.

Iklan

“Soalnya nggak mungkin tinggal bareng mertua. Di sana udah ada keluarga ipar, jadi kami ingin ada privasi lebih,” ujar Yanuar kepada Mojok, Selasa (27/4/2024).

Melansir dari laman Instagram resmi Pusiklatap, pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp18,8 triliun untuk 115 ribu unit rumah subsidi pada semester pertama tahun 2025. Rumah itu diperuntukkan bagi Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Artinya, untuk membangun satu unit rumah subsidi pemerintah perlu dana sekitar Rp163.400. Maka, dengan uang sebesar Rp6,7 miliar untuk pembuatan film animasi Merah Putih: One for All, setidaknya pemerintah dapat membuat 44 rumah subsidi.

Meski tidak bayak, tapi rumah itu bisa membantu masyarakat berpenghaslan rendah. Bahkan tak hanya satu orang, bayangkan jika rumah itu ditinggali oleh satu keluarga yang setidaknya terisi oleh 3 orang. Manfaatnya pun berkalipat-lipat dibanding membuat film yang tak jadi tayang di bioskop.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Film Animasi Merah Putih: One for All bikin Miris Animator Indonesia yang Susah Payah Berkarya Sampai Luar Negeri atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 15 Agustus 2025 oleh

Tags: film animasifilm animasi Merah Putih: One For Allfilm Merah Putih: One For Allgaji gurukementerian keuangankesejahteraan gururumah subsidi
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan

29 April 2026
Derita guru CLC di Malaysia. MOJOK.CO

WNI Jadi Guru di Luar Negeri Dapat Gaji 2 Digit, Pulang ke Indonesia Malah Sulit Kerja

23 April 2026
Guru PPPK Paruh Waktu, guru honorer, pendidikan.MOJOK.CO

Guru, Profesi yang Dihormati di Desa tapi Hidupnya Sengsara di Kota: Dimuliakan Seperti Nabi, Digaji Lebih Kecil dari Kuli

23 April 2026
Guru CLC di Malaysia sejahtera daripada guru kontrak. MOJOK.CO

WNI Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Jadi Guru Kontrak di Indonesia yang Hidupnya Nggak Sejahtera

21 April 2026
Rela Melepas Upah 75 Juta di Prancis demi Pulang ke Tanah Air, Kini Menikamti Hidup Sebagai Pengajar Bergaji Pas-pasan.MOJOK.CO

Rela Melepas Upah 75 Juta di Prancis demi Pulang ke Tanah Air, Kini Menikamti Hidup Sebagai Pengajar Bergaji Pas-pasan

10 Maret 2026
Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali

Beli Rumah Subsidi Cuma Bikin Hidupmu Jauh Lebih Sengsara dalam Waktu yang Lama

20 Januari 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026
Sisi lain blusukan kampung di Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Sisi Lain Tren Blusukan Kampung: Nggak Seru seperti di Medsos, Malah Dicurigai Pencuri dan Dianggap Tak Tau Adab

20 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet.MOJOK.CO

Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet

25 Agustus 2026
Khotbah Bunyi-bunyian Senyawa di Candi Prambanan.MOJOK.CO

Khotbah Bunyi-bunyian Senyawa di Candi Prambanan

26 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.