Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Ulasan Prejengan

Hari-Hari Seragam PNS Kementerian Keuangan

Gita Wiryawan oleh Gita Wiryawan
16 Mei 2017
A A
penyekapan karena kritik seragam mojok.co

Ilustrasi seragam (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sebagai anak seorang PNS pemda, sejak kecil saya terbiasa melihat bapak mengenakan seragam yang monoton sekali hampir setiap hari. Kalau tidak seragam hansip, ya, seragam Korpri. Mentok-mentok pakai batik pada kesempatan tertentu. Dulu, saya pikir seluruh PNS seluruh Indonesia memiliki dress code yang serupa sebagaimana semua anak SD memakai seragam putih merah, SMP putih biru, dan SMA putih abu-abu. Namanya juga seragam.

Namun, setelah cukup besar untuk bermain ke kantor-kantor pemerintah selain kantor bapak, dan kemudian jadi PNS juga, baru saya tahu bahwa instansi pemerintahan tertentu punya seragam khasnya sendiri. Bahkan ada yang seragam khasnya itu jadi kebangaan instansi mereka. Contohnya Kantor Imigrasi dan Kantor Bea Cukai.

Sebagai sesama PNS di bawah payung Kementerian Keuangan, pegawai Bea Cukai memang tampil beda sendiri dibanding Eselon 1 lain. Di acara televisi yang mereka punya—seakan mau menandingi polisi yang juga mondar-mandir di televisi karena punya reality show khusus—mereka bisa memamerkan lencana dengan bangga. Di saat yang sama, pegawai Kemenkeu non-Bea Cukai masih bingung nyari kemeja diskonan yang warnanya tidak menyalahi aturan. Untuk kita ketahui bersama, pegawai Kemenkeu diharuskan berkemeja putih di hari Senin, batik untuk Selasa dan Jumat, biru muda pada Rabu, dan pakaian bebas-sopan-rapi di hari Kamis.

Aturan seragam ini sebetulnya masih bisa berubah lagi, terutama untuk hari Senin yang disucikan pegawai kantoran seluruh dunia. Saat Agus Martowardojo menjabat pemimpin besar Kemenkeu antara Mei 2010—April 2013, Senin ditandai dengan kemeja biru muda: sama seperti hari Rabu; sama seperti seragam pegawai bank BUMN yang sebelumnya blio pimpin. Mungkin blio merasa, Kemenkeu juga membuka loket pelayanan tarik tunai di kantor unit-unit vertikalnya.

Tidak lama setelah Jokowi dilantik sebagai presiden pada Oktober 2014, peraturan baru tentang seragam keluar. Seragam untuk hari Senin diganti dengan kemeja putih polos, seperti kemeja kebesaran Jokowi saat kampanye.

Dengan seragam itu, saya sendiri sebetulnya ingin mencoba gaya Bapak Presiden, biar tampak pro-rakyat dan beretos kerja tinggi. Namun, rupanya hanya muka ndeso sayalah yang sesuai dengan citra Bapak Presiden. Suatu ketika saat sedang berbelanja di minimarket, saya malah ditanyai harga deterjen oleh ibu-ibu yang mengira saya pegawai magang. Makasih, Bu. Apa yang Anda lakukan ke saya itu kampret.

Mengingat ada pola ganti pejabat ganti seragam, sebenarnya masih untung Agus Marto dan Jokowi yang berada di posisi tersebut sehingga kami hanya bersalin warna dari biru muda ke putih di hari Senin. Ngana bisa bayangkan kalau bangku pemimpin diisi oleh seorang maniak jalan-jalan. Iya, sih, sesekali ada momen nyari duit sampingan dan jalan-jalan gratis berkat SPPD yang sebetulnya nggak perlu-perlu amat, tapi nggak sambil pakai seragam dengan bordiran “My Surat Tugas My Adventure” juga kali.

Alhamdulillah wa syukurilah, galau dan iri bab seragam bisa dilupakan sejenak di hari Kamis, hari bahagia untuk para pencinta mode di Kementerian Keuangan. Di hari tersebut, kami memang diperbolehkan memakai baju motif apa saja.

Pegawai yang sedang mencari jodoh tentu sangat bahagia karena bisa memamerkan baju di luar baju Senin dan Rabu. Kepercayaan diri di depan gebetan meningkat, apalagi untuk mereka yang berwajah pas-pasan. Paling minim, setidaknya tidak dikira magang minimarket lagi. Biarpun tidak melek-melek fesyen amat, saya numpang senang karena hari Kamis jadi tidak monoton. Di mana-mana orang berpakaian dengan motif berbeda-beda. Saya bahkan ingin memesan baju dengan bordiran cukup besar di punggung bertuliskan “seragamku otoritasku” untuk dipakai di hari itu.

Mengingat keceriaan yang cuma muncul di hari Kamis, saya punya tips untuk wajib pajak: jika kamu ingin ke Kantor Pajak untuk membuat NPWP atau melaporkan SPT, datanglah di hari Kamis. Generasi muda PNS Kemenkeu banyak dihiasi oleh orang-orang dengan tampilan muka yang default-nya saja sudah ganteng dan cantik, apalagi dengan kemeja termahal yang mereka kenakan. Siapa tahu ada yang nyangkut, kan, Mblo?

Terakhir diperbarui pada 27 Mei 2017 oleh

Tags: agus martowardojofeaturedjokowijomblokemenkeuPNSseragam
Gita Wiryawan

Gita Wiryawan

Artikel Terkait

Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
Pojokan

Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

28 April 2026
pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO
Urban

Jadi PNS di Desa Luar Jawa Lebih Sejahtera daripada di Kota, Ilmu Nggak Sia-sia dan Nggak Makan Gaji Buta

20 April 2026
Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO
Urban

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026
Tidak bisa jadi PNS/ASN kalau tidak mau terima gaji buta sebagai CPNS
Sehari-hari

PNS Dianggap Pekerjaan Mapan karena Bisa Makan Gaji “Buta”, tapi Aslinya Mengoyak Hati Nurani

16 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tren kalcer dan monopoli olahraga bikin gowes (bersepeda) jadi terlalu ambisius MOJOK.CO

Tren Kalcer dan Monopoli Olahraga bikin Gowes Jadi Terlalu Ambisius, Mau Sekadar Bersepeda tapi Malu Dicap Cupu

3 Juni 2026
Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026
Derita Bisnis Laundry: Cuan 15 Juta Hilang karena Kebodohan MOJOK.CO

Pengalaman Bisnis Laundry yang Cukup Menyedihkan, Berharap Cuan Besar 15 Juta per Bulan tapi Cuma Dapat 3 Juta: Boncos karena Kebocoran-Kebocoran Sepele

4 Juni 2026
Campus League Basketball 2026 Regional Jakarta Season 1 tidak hanya jadi panggung prestasi basket, tapi juga warna baru solusi mobilitas masa depan anak muda dengan motor listrik Polytron MOJOK.CO

Puncak Campus League Basketball 2026 Jakarta S1: Tak Hanya Jadi Panggung Basket tapi Juga Hadirkan Solusi Mobilitas Masa Depan Anak Muda

2 Juni 2026
logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO

Yang Perlu Kamu Tahu dan Kamu Lakukan di Tengah Kelesuan Ekonomi Saat Ini

29 Mei 2026
Peserta nyentrik gowes ke Klaten untuk ikut KLIC Fest 2026. MOJOK.CO

“Onthelis” dari Nusantara Rela Gowes Berhari-hari dengan Sepeda Tua Guna Misi Kebudayaan yang Memukau Para Bule

3 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.