Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

7 Istilah Dunia Kerja yang Arti Kulturalnya Ngehe 

Jangan terlalu polos mendengar istilah-istilah dari bos. Sekali paham, motivasi kerja bisa boncos.

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
15 Desember 2021
A A
ilustrasi 7 Istilah Dunia Kerja yang Arti Kulturalnya Ngehe  mojok.co

ilustrasi 7 Istilah Dunia Kerja yang Arti Kulturalnya Ngehe  mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ada banyak istilah dunia kerja yang sebetulnya sering kamu dengar, tapi punya arti kultural yang… ya gitu deh. Kadang bikin motivasi kerja lenyap seketika.

Kerja kalau tanpa mengeluh overwork, overwhelm, dan underpaid memang nggak mungkin. Konon, anak zaman sekarang lebih banyak ngebacotin pekerjaan mereka ketimbang mengerjakannya dengan namaste. Hooh, dunia kerja kejam ya, Bestie.

Nggak apa-apa deh, namanya juga ikut arus ngeluh-ngeluh. Sak bahagiamu wae lah. Yang penting jangan lupa ngeluhnya sambil dengerin lagu Kunto Aji yang “Rehat” biar merasa semua ini bukan salahmu.

Demi turut menurunkan motivasi kerja bocah-bocah sekarang, saya punya bahan nih. Kita bisa bersama-sama mengeluhkan istilah dunia kerja yang punya arti kultural menyebalkan. Lebih menyebalkan daripada arti harfiahnya. Mari diresapi bersama-sama demi bertahan cari cuan.

#1 Noted

Istilah dunia kerja satu ini sering diucapkan sama mereka yang sudah telanjur lelah. Biasanya rekan kerja chat di grup WhatsApp dan mention kawannya demi mengingatkan bahwa pekerjaannya itu ditunggu dari kemarin, tapi kok belum kelar. Biar gampang saya kasih contoh situasinya nih.

Seno: “Kak @Aditya, nanti kalau laporan demografi pembaca sudah jadi, tolong dijadikan PDF dan dikirim via surel ke aku, ya.”
Adit: “Noted.”

Dengan kata lain, “noted” artinya ‘iya aku tau udah lah jangan berisik, anjenggg!’ Kalau rekan kerjamu ada yang begini, tolong berikan dia motivasi kerja biar nggak emosi terus.

#2 Tenggo

Secara harfiah istilah “tenggo” di dunia kerja itu artinya ‘teng langsung go’. Ketika jam kerja telah berakhir, seorang rekan kerjamu mungkin langsung beres-beres dan pamit pulang. Kebiasaan itu dinamakan tenggo. Sebetulnya nggak ada yang salah dong, jam kerja sudah berakhir ya langsung pulang. Sama saja kayak bel pulang sekolah yang membuatmu otomatis bubar dari kelas.

Sayangnya, istilah “tenggo” di dunia kerja punya makna yang negatif, biasanya jadi alat buat ngejekin mereka yang kebur-buru pulang, nggak tenggang rasa sama kawan lain yang kerjaannya belum kelar. Dih, padahal mah bebas.

“Ya ampun, Dafi tenggo nih. Baru juga jam 16.01 udah matiin latop aja.”

#3 FYI aja sih

Kata “FYI” memang sudah sering dipakai di percakapan sehari-hari, kepanjangannya adalah for your information. Tapi, kalau kata ini dipakai sebagai sebuah istilah di dunia kerja, arti kulturalnya bisa lebih ngehe.

“FYI aja sih, aku sudah melakukan riset tren sejak November dan hasilnya nihil.”

Ini mah namanya bukan lagi menginformasikan ke rekan kerja lainnya, melainkan memberikan penekanan. Kurang lebih kalau diartikan secara telanjang, kalimatnya jadi begini, “Camkan ini ya, Wahai rekan. Aku sudah melakukan riset tren sejak November dan hasilnya nihil. Terus, aku masih disalahkan atas apa yang terjadi gitu? Padahal aku sudah kerja maksimal woy, mengertilah, aku menderita woy!”

Nggak semua istilah FYI diartikan persis begitu di dunia kerja, intinya kurang lebih mengandung emosi dan kegeraman yang sama.

Iklan

#4 SOP

Istilah dunia kerja seperti SOP memang sekilas tidak ada yang salah. Kepanjangan SOP adalah standard operational procedure. SOP bisa jadi sebuah poin penting dan petunjuk kerja bagi setiap karyawan. Jika salah satu rekanmu menyebut istilah ini, coba cek lagi bagaimana penggunaan kalimatnya. 

“Kalau kerja yang sesuai SOP ya.”

Nah, kalimat di atas kalau diartikan secara kultural berarti kerjaanmu nggak benar, ada yang salah, ada banyak yang keliru bahkan kamu bisa jadi mengacaukan sistem kerja karyawan lain. Nggak perlu membuka detail SOP-mu lagi, sudah cukup tahu bahwa SOP yang kawanmu maksud adalah alasan tambahan untuk mengatai kerjamu yang nggak bener. Makanya, muhassabah diri Anda, Hyunk!

#5 Hold dulu ya

Bukan bermaksud mematahkan semangatmu untuk berinovasi dalam pekerjaan, tapi istilah “hold dulu ya” terkadang punya makna yang sedikit menyakitkan dan berpotensi menurunkan motivasi kerja. “Hold dulu” bisa berarti juga “usulanmu nggak penting woy!” atau penolakan secara halus. Oke, biar nggak ngawang saya gambarkan situasinya.

Officer A: “Menurut aku campaign ini bakal lebih ramai kalau memanfaatkan gimik selebgram sih. Misalnya tiba-tiba Awkarin dikasih ucapan selamat karena habis beli hotel gitu. Nanti aku buatkan brief-nya deh.”

Supervisor B: “Menarik sih, tapi usulan gimik selebgram ini kita hold dulu deh ya,”

#6 ASAP

ASAP adalah singkatan dari “as soon as possible”. Tapi, istilah dunia kerja yang satu ini sering dipakai buat mengoprak-oprak karyawan yang kerjanya lemot. Hati-hati kalau si bos udah bilang, “Revisinya nanti dikirim ke saya, ASAP.” 

Bisa jadi kamu lagi disindir sebab dari kemarin nggak kunjung kirim atau si Bos jaga-jaga karena biasanya kamu lemot. Makanya, Nder, kerja yang sat set deh biar nggak menyusahkan orang lain.

#7 WhatsApp on

Pantas motivasi kerja menurun jika atasanmu kasih mandat, “WhatsApp on ya!” sebelum kamu cuti. Secara harfiah memang kamu hanya disuruh standby, tapi jangan harap deh. Secara kultural, instruksi menyalakan WhatsApp saat cuti dalam istilah dunia kerja itu berarti kamu nggak akan tenang.

Yang kamu dengar: “Selamat berlibur, buat jaga-jaga WhatsApp on, ya!”

Yang sesungguhnya si Bos sampaikan: “Selamat berlibur. Enak aja kamu pergi begitu saja saat kami sedang hectic. Kamu harus tetap bertanggung jawab atas kerjaan yang kamu tinggalkan.” Dilanjutkan dengan tertawa ala sinetron.

BACA JUGA Kegoblokan Newbie Dunia Kerja yang Jangan Sekali-kali Dilakukan dan artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 13 Desember 2021 oleh

Tags: Dunia Kerjagaji karyawankaryawan swastalowongan kerjapegawai startupprofesionalstart-uptenaga profesional
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO
Urban

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO
Edumojok

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
Menurut Ekonom FEB UGM, banyak pekerja Indonesia terpaksa overwork dan multiple jobs gara-gara persoalan jam kerja dan kelayakan upah MOJOK.CO
Mendalam

Overwork-Multiple Jobs: Keterpaksaan Pekerja demi Hidup dari Upah Tak Layak, Masih Tanggung Kesehatan Diri Sendiri Tanpa Jaminan

28 Januari 2026
Melalui Talent Connect, Dibimbing.id membuat bootcamp yang bukan sekadar acara kumpul-kumpul bertema karier. Tapi sebagai ruang transisi—tempat di mana peserta belajar memahami dunia kerja MOJOK.CO
Kilas

Talent Connect Dibimbing.id: Saat Networking Tidak Lagi Sekadar Basa-basi Karier

24 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026
Memelihara kucing.MOJOK.CO

Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya

20 Maret 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
Lontong dan kangkung, kuliner tua Lasem dalam khazanah suluk Sunan Bonang MOJOK.CO

Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan

21 Maret 2026
Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.