Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kegoblokan Newbie Dunia Kerja yang Jangan Sekali-kali Dilakukan

Kesalahan melamar kerja

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
30 September 2021
A A
ilustrasi Kegoblokan Newbie Dunia Kerja yang Jangan Sekali-kali Dilakukan mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sebelum koar-koar soal idealisme dunia kerja rasa tai kucing, ada baiknya para newbie dan fresh graduate tanpa pengalaman mencegah diri berbuat goblok.

Dunia kerja nggak pernah sesimpel input mata kuliah di sistem akademik kampus, lalu minta tanda tangan, dan kuliah dengan damai sepanjang semester. Ada kalanya sebelum benar-benar jadi pekerja yang berdesakan dengan gaji dan anxiety, cegah dulu diri kalian dari melakukan perbuatan bodoh yang menimbulkan cemooh berikut.

Iklan

#1 Bikin email kerjaan pakai nama-nama alay

Zaman saya SMP, ngetren banget nama nyeleneh yang dipakai buat menamai alamat surel. Kawan saya pernah menggunakan nama merahkesumba@blablabladotcom dan dia bangga-banggakan penamaan itu di setiap tongkrongan. Saya sendiri pernah pakai jijaylebay@blablabladotcom. Ternyata nggak sedikit juga yang pakai nama kelamin dan hal-hal nggak pantas lainnya. Misalnya simpanangadun@blablabladotcom. Duh.

Agaknya tren ini sekarang kembali berulang. Nama aneh dijadikan alamat surel, alih-alih menggunakan nama lengkap sendiri. Hmmm, kamu pikir itu hal yang asyik di dunia kerja?

Memang itu jadi lucu kalau dibawa ke tongkrongan, tapi saat surel itu kamu pakai untuk kepentingan pekerjaan dan hal-hal resmi lainnya, ya goblok. Selain kamu bakal dipandang nggak profesional, penamaan surelmu bisa jadi bahan gibah jahat rekan-rekan kerja sekantor.

#2 Kirim email tanpa subjek adalah level paling tidak professional dari seseorang yang belum profesional

Mengirim email atau surel tanpa subjek kepada teman saja terkadang menyebalkan, apalagi kirim surel kerjaan tanpa subjek. Hadeeeh, bikin muntab saja. Mbok ya diisi, paling tidak buat menandai surel itu berisi tentang apa. Hal ini sekaligus bakal memudahkan penerima surelmu jika suatu saat dia membutuhkan kembali data di kotak masuknya. Dunia kerja nggak sebladas-bludus itu.

Mohon maaf, Mylov. Kamu yang kirim surel tanpa subjek ke Redaksi Mojok juga bakal sulit terlacak. Ya kali kami mau ngecek setiap saat pesan yang masuk padahal kami juga belum tahu pengirimnya. Cuma butuh dua hingga tiga detik membubuhkan subjek email. Masa begini saja susah sih.

#3 Tidak memperkenalkan diri dan memberi salam saat mengirim pesan WhatsApp untuk pertama kali

Hal ini nggak masalah dilakukan ketika kalian sudah kenal betul dengan si penerima pesan WhatsApp. Lha kalau kondisinya kamu lagi kirim WhatsApp ke atasan, penyerahan tugas untuk pertama kali, menyerahkan lembar evaluasi, masa sih nggak pakai babibu dulu.

Salam dan perkenalan adalah cara paling standar untuk berkirim pesan dengan atasan atau relasi kerja yang belum kenal-kenal amat. Ini namanya basic manner. Apalagi kalau kamu bekerja di sektor publik saat kamu harus berurusan dengan banyak orang. Niscaya kalau basic manner saja nggak kamu kuasai untuk memasuki dunia kerja, kariermu wassalam dalam satu bulan.

#4 Ngeluh soal kerjaan di media sosial

Alih-alih mendapat kepuasan batin setelah sharing dengan netizen, ngeluh nggak jelas di media sosial justru tindakan tidak profesional yang bisa berimbas ke kariermu di masa depan. Keluhan ini misalnya seputar bos yang nggak masuk akal, kerjaan yang nggak kelar-kelar, sampai kamu yang nggak bisa mencapai KPI tapi marah-marah sendiri. Hadeeeh.

Ya, kalau kerjaanmu beres dan ketidakadilan yang kamu tuntut objektif sih nggak masalah. Tapi, kalau isinya meracau nggak jelas, menuduh teman sekantor bertindak aneh-aneh, lalu curcol soal kerjaan, jangan harap deh kamu dianggap “bisa kerja”. Percayalah HRD di kantor mana pun akan mempertimbangkan jarimu yang lemes di media sosial itu sebagai sebuah kekurangan dan tindakan kekanak-kanakan.

#5 Chat WhatsApp bahas kerjaan di jam-jam overthinking

Tolong lah hargai rekan kerjamu itu, biarkan mereka overthinking di malam hari lalu kembali produktif di jam kerja. Bahas kerjaan lewat WhatsApp malam-malam cuma membuat orang lain kesal. Begitulah kejamnya dunia kerja, Dek. Ehem.

Apalagi kalau chat ke atasanmu, tiba-tiba bahas proyek baru, ide baru, tanpa pengantar dan peringatan sebelumnya. Dijamin, stres yang kamu kirimkan lewat chat WhatsApp itu bisa menular. 

Sebenarnya di dunia kerja yang sebenarnya, banyak tekanan kejam yang siap menjatuhkan mentalmu kapan pun. Tentu saja tanpa bermaksud mengglorifikasi penderitaan, tapi ini memang bagian dari alur yang rigid dan kedisiplinan. Percayalah yang begini ini nggak ada panduannya.

Iklan

Bonus: jangan memohon aneh-aneh saat melamar kerjaan

Saya pernah terkesiap sebab salah satu netizen di TikTok curhat tak kunjung diterima bekerja di kantor-kantor yang ia lamar. Setelah secara nggak sengaja si netizen memperlihatkan surelnya, ada kata-kata “Tolong banget ya, Min, semoga diterima. Aku butuh banget kerjaan.”

Pada dasarnya kayak apa pun kondisimu, suatu instansi atau perusahaan nggak perlu tahu kondisimu. Lebih baik, bikin HRD terkesima dengan portofoliomu dan buktikan secara objektif bahwa kamu mampu bekerja. Itu saja cukup kok, nggak aneh-aneh.

BACA JUGA Dilema Gaji Fresh Graduate: Takut Ketinggian, tapi Ogah Kekecilan dan artikel AJENG RIZKA lainnya.

Terakhir diperbarui pada 30 September 2021 oleh

Tags: Dunia Kerjafresh graduatelowongan kerjamelamar kerjaprofesional
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Lulusan SMK buka jasa cleaning service. MOJOK.CO
Urban

Lulusan SMK Pernah Kerja Jadi Cleaning Service dengan Upah Rp20 per Jam, Kini Buka Usaha Sendiri hingga Hasilkan Omzet Rp70 Juta

29 Juli 2026
sarjana muda gusar mencari kerja. MOJOK.CO
Urban

Realita Sarjana Muda Gusar Mencari Kerja: 4 Tahun Lamanya Berkutat dengan Buku, Lulus Kuliah Memilih Pasrah

23 Juli 2026
Lulus SMA nekat kerja ke Jakarta untuk jadi cleaning service. MOJOK.CO
Urban

Modal Ijazah SMA Kerja Jadi Cleaning Service di Jakarta demi Lulus Sarjana, Kini Pilih Resign untuk Keliling Indonesia

22 Juli 2026
Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO
Urban

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026
Mahasiswa KKN UGM dan LPS berkolaborasi hadirkan edukasi literasi keuangan di desa terluar Mentawai MOJOK.CO

Literasi Keuangan untuk Desa Terluar di Mentawai: Jadi Bekal Masyarakat Desa Hadapi Ragam Persoalan Finansial

10 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Mahasiswa KKN di desa

Suasana KKN Tak Seindah Konten di TikTok: Banyak Drama Sesama Mahasiswa, hingga Tangis Palsu Saat Perpisahan dengan Warga Desa

5 Agustus 2026
Polemik IKAPI DIY dan toko buku Jogja perihal harga murah MOJOK.CO

Narasi “Harga Murah” Pameran Buku IKAPI DIY Singgung Toko Buku Jogja, Kalimat yang Tidak Seharusnya Keluar

5 Agustus 2026
Saat cerita/sambat ke teman berujung adu nasib dengan kalimat maut "Kamu masih mending". Meresponsnya dengan pura-pura tolol ternyata menyenangkan MOJOK.CO

Niat Cerita ke Teman Berujung Adu Nasib: Pura-pura Tolol saat Teman Bilang “Kamu Masih Mending” Ternyata Menyenangkan

6 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.