Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edupedia
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edupedia
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Pengalaman Saya Menyiksa Honda Beat di Perjalanan dari Jogja Menuju Solo lalu Balik Lagi Berakhir kena Instant Karma

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
7 Januari 2026
A A
Ilustrasi Honda Beat Motor Sial: Simbol Kemiskinan dan Kaum Tertindas (Shutterstock)

Ilustrasi Honda Beat Motor Sial: Simbol Kemiskinan dan Kaum Tertindas (Shutterstock)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Stigma motornya orang miskin menempel begitu erat kepada Honda Beat versi lama. Stigma tersebut menempel setidaknya sampai 2023. Atau mungkin bertahan sampai 2026? Saya tidak tahu. Yang pasti, “motornya orang miskin” ini pernah saya siksa di jalan dari Jogja menuju Solo lalu balik lagi.

Honda Beat yang saya tunggangi kala itu adalah milik kakak saya. Tahun 2008, warna putih, dan baru sekitar tiga bulan keluar dari dealer. Dengan perasaan agak nggak enak, saya minta izin untuk memakai sepeda motor kakak saya.

Saya terpaksa meminjam motor kakak karena motor saya bermasalah. Saat itu, saya memakai Honda Supra X 125 warna biru-putih. Malam sebelum harus ke Solo untuk sebuah pekerjaan, saya menemukan ban belakang motor saya ternyata bocor. Lantaran sudah tengah malam, dan saya harus meninggalkan Jogja selepas subuh, maka, motor kakak saya solusinya.

Kakak saya, sih, nggak masalah kalau Honda Beat mungil itu saya pakai. Setidaknya itu kata dia. Namun, dari nada bicaranya, dia agak khawatir juga. Pasalnya, perbandingan bodi saya dan bodi motor tersebut terlalu mirip. “Kalau bisa ngomong, Honda Beat 2008 itu bakal protes.” Setidaknya kalimat itu yang saya baca dari kedua “mata khawatir” kakak saya.

Bersama Honda Beat meninggalkan Jogja

Sekitar pukul 5:15, saya sudah sampai di Jalan Solo menuju Jembatan Janti. Jalanan Jogja pagi itu sangat lengang. Suasana yang lengang, sejuk, dan tidak ada kantuk melahirkan niat-niat sembrono.

Lantaran menunggangi motor baru, saya merasa harus merasakan sendiri kemampuan lari Honda Beat 2008 ini. Kata orang, tarikan Beat 2008 ini enak dan bandel. Kamu bisa mengajaknya ngebut. Meski dengan kompensasi bensin jadi agak boros. Maklum, tangki bensin motor ini memang kecil.

Saya tidak begitu paham soal ilmu motor dan otomotif. Yang saya tahu antara “enak dibawa” atau nggak saja. Maka, pagi itu, saya ingin berlari bersama Honda Beat. 

Ketika masuk daerah sekitar Kalasan, sebelum Prambanan, saya putar tuas gas Honda Beat itu. Awalnya perlahan supaya terasa larinya motor orang miskin ini. Saya merasa respons motor ini enak juga. “Namanya saja motor baru,” begitu batin saya. 

Baca halaman selanjutnya: Motor yang kuat menanggung derita.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 8 Januari 2026 oleh

Tags: beatdelangguHonda BeatHonda Supra XJogjakalasanklatenMotor Hondasolosupra x 125
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Orang Madura sudah banyak kena stigma buruk di Surabaya dan Jogja. Terselamatkan berkat dua hal MOJOK.CO
Ragam

2 Hal Sederhana yang Selamatkan Wajah Madura Kami dari Stigma Buruk Maling Besi, Penadah Motor Curian, hingga Tukang Pungli

28 Januari 2026
Sungai Progo, Tragedi Sungai Sempor Tak Perlu Terjadi Jika Manusia Tidak Meremehkan Alam dan Menantang Takdir MOJOK.CO
Aktual

Izin Tambang Sungai Progo Masih Mandek dengan “Aturan Jadul”

28 Januari 2026
Pemuda Solo bergaya meniru Jaksel bikin resah MOJOK.CO
Ragam

Saat Pemuda Solo Sok Meniru Jaksel biar Kalcer, Terlalu Memaksakan dan Mengganggu Solo yang Khas

28 Januari 2026
Honda Scoopy, Bukti Perempuan Beli Motor Berdasarkan Warna Lipstik MOJOK.CO
Otomojok

Honda Scoopy Adalah Bukti Bahwa Perempuan Memilih Motor Berdasarkan Kode Warna Lipstik, Bukan Berdasarkan Kemampuan Mesin

27 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lula Lahfah Beri Pelajaran Penting tentang Kabar Duka: Saat Kematian Tak Dibiarkan Hening MOJOK.CO

Lula Lahfah Beri Pelajaran Penting tentang Kabar Duka: Saat Kematian Tak Dibiarkan Hening

28 Januari 2026
5 Motor Honda yang Sebaiknya Tidak Diproduksi dan Tidak Pernah Ada, Kepikiran pun Harusnya Tidak

5 Motor Honda yang Sebaiknya Tidak Diproduksi dan Tidak Pernah Ada, Kepikiran pun Harusnya Tidak

25 Januari 2026
Jembatan Persen di Gunungpati, Semarang, dari kayu menjadi baja dan bercor beton MOJOK.CO

Jembatan Persen di Gunungpati Semarang, Dari Kayu Jadi Bercor Beton berkat Aduan “Solusi AWP”

24 Januari 2026
Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Sungai Progo, Tragedi Sungai Sempor Tak Perlu Terjadi Jika Manusia Tidak Meremehkan Alam dan Menantang Takdir MOJOK.CO

Izin Tambang Sungai Progo Masih Mandek dengan “Aturan Jadul”

28 Januari 2026
Suasana "Tiongkok Kecil" di Lasem. MOJOK.CO

Pertama Kali Jalan-jalan ke “Negeri Tiongkok Kecil” Lasem, Banyak Situs Sejarah Mangkrak Tak Terawat

27 Januari 2026

Video Terbaru

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

28 Januari 2026
Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 2): Strategi Biar Bisa Jadi Guru Besar

24 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.