Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Hari Cokelat Sedunia, Indonesia Butuh Asupan Cokelat Lebih Banyak

Audian Laili oleh Audian Laili
7 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tanggal 7 Juli diperingati sebagai Hari Cokelat Sedunia. Hari ini juga sekaligus menjadi pengingat betapa Indonesia sebenarnya sangat butuh coklat. Kenapa?

Tanggal 7 Juli dijadikan sebagai Hari Cokelat Sedunia karena menandai masuknya cokelat ke Eropa. Cokelat mulanya disebut sebagai mata uang atau alat barter bangsa Aztek dan Maya sehingga menjadi komoditas yang penting dan perlu diperingati. Sebagai Hari Cokelat Sedunia, hari ini dianggap sebagai hari termanis sepanjang tahun, walau sebenarnya kita bisa makan cokelat kapan saja tanpa perlu menunggu hari ini tiba.

Bahan baku cokelat itu sendiri, kakao, memang menyumbangkan devisa mencapai US$ 1,05 miliar pada tahun lalu. Tak heran jika ia pernah masuk dalam program Gerakan Nasional (Gernas) Kakao yang bertujuan untuk menggenjot produksi kakao dalam negeri.

Namun, menurut Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi. S. Lukman, dalam pemerintahan saat ini, program tersebut terhenti.

Adhi menyayangkan kondisi tersebut, karena kualitas kakao Indonesia terbilang cukup baik. Walaupun, jika untuk memenuhi pasar global, pengusaha olahan cokelat perlu mengimpor cokelat dari luar negeri untuk memperkaya rasa sekaligus memenuhi selera pasar global.

Iya, sih, agak sayang memang jika produksi cokelat di Indonesia menurun. Selain menggiurkan sebagai komoditas ekspor, nyatanya cokelat juga dianggap sebagai makanan yang dapat membuat jiwa-jiwa kesepian untuk selalu merasa berbahagia.

Cokelat memang telah dikenal sebagai makanan yang dapat memperbaiki suasana hati. Secara klinis, mengonsumsi cokelat dapat membantu melepaskan hormon endorfin ke seluruh tubuh. Seperti diketahui, hormon ini dapat menurunkan tingkat stres, rasa sakit, serta menstimulasi perasaan senang pada seseorang.

Secara psikologis, perasaan senang memang didapatkan setelah memakan cokelat. Hal ini dikarenakan pada dasarnya masyarakat memiliki kecenderungan penasaran dan ingin selalu mencoba hal-hal yang baru. Nah, cokelat menjadi komoditas makanan yang selalu memperbarui varian sehingga sering kali menyebabkan kita lapar mata dan merasa puas setelah mengonsumsinya.

Oleh karena itu, di tahun-tahun politik yang panas seperti ini, mengonsumsi cokelat sepertinya bisa menjadi salah satu cara untuk meredam emosi negatif yang ada agar rasa bahagia dapat muncul dengan lebih mudah. Toh, bukankah akan lelah nantinya jika semua hal tidak mengenakkan disambut dengan kemarahan?

Jadi, kebutuhan untuk meningkatkan komoditas kakao bukan hanya untuk diekspor semata, ya. Karena, kita sebagai negara yang menghasilkannya, juga butuh asupan cokelat dengan cukup. Hal ini sangat penting, untuk menetralisir bentrokan-bentrokan yang ada dalam diri, tidak keluar untuk membentrok orang lain. Agar ketenangan yang menjadi dambaan itu tercipta dengan baik.

Yuk konsumsi cokelat lebih banyak, sebagai sangu politik Indonesia yang akan semakin memanas.

Terakhir diperbarui pada 7 Juli 2018 oleh

Tags: Bahagiahari cokelat seduniakomoditas kakaoStres
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

bahagia mojok.co
Uneg-uneg

Benarkah Bahagia Itu Pilihan?

11 Desember 2022
cita-cita mojok.co
Uneg-uneg

Perlukah Mewujudkan Cita-Cita agar Dapat Bahagia?

13 November 2022
Melewati Quarter Life Crisis
Liputan

Anak Muda yang Mencoba Melewati Belenggu Quarter Life Crisis 

25 Juni 2021
es teh es kopi reshuffle kabinet gibran rakabuming adian napitupulu erick thohir keluar dari pekerjaan utusan corona orang baik orang jahat pangan rencana pilpres 2024 kabinet kenangan sedih pelatihan prakerja bosan kebosanan belanja rindu jalan kaliurang keluar rumah mudik pekerjaan jokowi pandemi virus corona nomor satu media kompetisi Komentar Kepala Suku mojok puthut ea membaca kepribadian mojok.co kepala suku bapak kerupuk geopolitik filsafat telor investasi sukses meringankan stres
Kepala Suku

Beberapa Hal Sederhana yang Bisa Membantu Meringankan Stres

28 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan Kita Perlu Bersama Andrie Yunus di Tengah Pejabat Korup. MOJOK.CO

ICW: Usut Tuntas Kekerasan “Brutal” terhadap Andrie Yunus, Indikator Bahaya untuk Pemberantasan Korupsi

14 Maret 2026
iphone 11, jasa sewa iphone jogja.MOJOK.CO

User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol

14 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
Pendidikan karakter Sunan Ampel di Pesantren Ampeldenta Surabaya melalui halal food dan halal living MOJOK.CO

Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

13 Maret 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
Selalu royal ke teman saat butuh bantuan karena kesusahan. Giliran diri sendiri hidup susah eh diacuhkan pertemanan MOJOK.CO

Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

17 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.