Jogja memang murah, tapi…
Saya tahu betul, kalian datang ke Jogja ini karena tempatnya syahdu dan pasti juga ada embel-embel murahnya. Saya paham betul karena ya bagi saya, jan-jane, ada sedikit benarnya juga kalau Jogja itu murah. Cuma, kalau kalian anggap murahnya bisa beda jauh, nggak bisa.
Kalian nggak bisa sih berharap gudeg Jogja lauk lengkap cuma 10 ribu. Itu gila. Sebagai wisatawan, kalian mbok ya riset dan jangan caper. Sesuai dengan pengalaman saya yang di Ubud, harusnya kalian ya paham betul bahwa makanan di tempat wisata itu wajar jika harganya beda.
Terlebih ini gudeg Jogja, makanan yang bener-bener ikonik. Yang istilahnya jadi senjata utamanya Jogja, ya wajar kalau harganya beda. Coba tanya ke mahasiswa perantauan di Jogja, pasti mereka tidak makan gudeg setiap hari, sekalipun yang jualan di pinggir jalan, karena harganya memang tidak semurah makanan yang lain. Bahkan menurut tulisan Mas Seno, penjual gudeg pinggir jalan pun kadang melakukan upselling. Nah, mau gimana coba?
Menurut saya sih, lagi-lagi, makan gudeg Jogja 3 porsi habis 85 ribu itu sebenarnya ya sudah pasnya. Tidak bisa dibilang murah, tapi nek kemahalan ya mbahmu kiper. Kalau kalian pengin murah, sebaiknya jangan makan gudeg, sana ke warmindo. Itu pun kalau kalian makan 3 porsi, ya habisnya paling sekitar 40 ribuan. Podo waeee, bosku!
Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Intan Ekapratiwi
BACA JUGA 6 Dosa Penjual Gudeg yang Ngaku Asli Jogja dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN














