Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Tidak Ada Perfeksionis yang Lebih Perfek daripada Golongan Darah A

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
3 Maret 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mentang-mentang golongan darahnya golongan darah A, orang-orang ini pun bagai terobsesi mendapat nilai A di semua lini kehidupan. Duh!

Kamar saya berantakan penuh kertas laporan suatu hari. Tugas kuliah kadang-kadang memang menjengkelkan, tapi harus tetap dikerjakan. Demi kesempatan mendapat gelar di masa depan, saya mengerjakan semua detail laporan secara teliti satu per satu.

Saya selesai mengerjakan laporan dalam beberapa jam. Apa? Kelamaan? Wah, sepertinya kamu nggak tahu kalau orang di samping saya—teman sekelas saya—baru selesai mengerjakan tugas berjam-jam setelah saya tinggal makan, tidur, salat, makan, tidur, nyuci motor, pindah kosan, dan lain-lain.

[!!!!!11!!!!1!!!!]

Bukan, teman saya tadi—sebut saja namanya Anggrek—bukan termasuk orang yang daya berpikirnya lemah. Sebaliknya, ia cerdas setengah mati dan pasti bisa menyelesaikan soal sesulit apa pun sambil bersin.

Hal yang membuatnya perlu menghabiskan waktu sampai 30 tahun lama sekali hanya demi menyelesaikan tugasnya adalah—tidak lain dan tidak bukan…

…sisi perfeksionis dalam dirinya sendiri!!!!1!!11!!

Jadi, Saudara-saudara, selama 30 tahun tadi mengerjakan tugasnya, Anggrek ternyata terus-terusan memperbaiki apa yang ia rasa salah dari pekerjaannya: teori A, teori B, judul buku referensi, bahkan hal-hal paling remeh sekalipun, seperti huruf “t” yang garisnya terlalu pendek, caranya menulis huruf “k” saat disambung dengan huruf lain, atau garis yang tidak lurus di kertas folionya.

“Aku rasa, nilaiku bakal jelek, deh, Li,” begitu katanya suatu hari, saat kami selesai mengerjakan kuis di kampus. Seharian, dia uring-uringan karena kepikiran jawaban nomor 9 yang menurutnya agak aneh, lalu merutuki dirinya sendiri karena bakal dapat nilai jelek. Dua hari kemudian, Bu Dosen kembali mengajar sambil membagikan hasil kuis.

Anggrek mendapatkan nilai tertinggi di kelas. Di DHS pun, nilainya tercatat A. Anggrek senyum-senyum cantik. Saya gondok setengah mati.

Maksud saya, kenapa sih Anggrek harus bersikap seperfeksionis itu dari dulu??? Apakah ia terobsesi mendapatkan nilai A dalam hal apa pun sebagaimana … golongan darahnya???

Ya, ya, ya, Pemirsa sekalian: Anggrek dalam kisah di atas adalah manusia dengan golongan darah A. Seperti penilaian di manapun yang menggunakan standar A, B, C, D, E, bahkan K, huruf A biasanya melambangkan nilai yang sempurna, tertinggi, dan tanpa cacat. Setelah saya pikir-pikir lagi, kayaknya ini cocok banget gila anjir af sama karakter si Anggrek yang maunya apa-apa paling benar dan sesuai pada tempatnya, persis kayak nasihat Bu Guru soal buang sampah.

TapI, meskipun Anggrek—dan jutaan orang dengan golongan darah A lainnya—bisa senyum-senyum dan merasa bahagia tiap kali mendapatkan hal-hal sempurna, ada juga setumpuk orang yang geleng-geleng kepala memandanginya—kadang-kadang sambil ngempet pengin jitak. Ha gimana lagi—mereka itu kalau mikir suka ke mana-mana dan super-overthinking duluan!

Kunci motor Anggrek pernah hilang dan dia panik setengah mati. Kami menghabiskan lama cuma untuk bolak-balik antarkelas dan menemani dia membongkar tasnya yang isinya ngalah-ngalahin keperluan rumah tangga 1 RT—gede banget. Saya mencoba menawarkan diri memeriksa isi tasnya, tapi Anggrek menggeleng dan meneruskan mencari kunci dalam tasnya.

Iklan

Ah, saya lupa—dia cuma percaya pada dirinya sendiri, seperti tipikal orang golongan darah A lainnya.

Lalu, apakah akhirnya kuncinya ketemu? Iya, setelah hampir satu jam, ia baru menyadari kuncinya ada di kantong sisi kiri tasnya.

Anggrek dan kerja kelompok bukanlah paduan yang tepat. Sebagai orang golongan darah A yang kebanyakan mikir, ia sering bersikap berlebihan, misalnya mengkhawatirkan template Power Point dan efek animasi setiap barisnya, siapa yang bertugas jadi moderator, bagaimana kalau kami nggak bisa menjawab pertanyaan dari peserta, dan bahkan—kalau perlu—ia akan membuat naskah dialog yang harus kami ucapkan saat hari presentasi tiba agar semuanya berjalan lancar.

Iya, anak golongan darah A memang sukanya sok-sok ngerencanain gitu, tuh. Bagus, sih; kalau masalah presentasi aja direncanakan sampai detail, apalagi rencana masa depan, ya, kan? #eh.

Saking sukanya berencana dan banyak mikir, anak golongan darah A seperti Anggrek ini kadang menjadi orang yang sensitifnya ngalah-ngalahin orang berzodiak Pisces. Cuma karena temannya nggak sengaja nggak menyebut namanya saat sedang menyapa, Anggrek bisa langsung muram seharian penuh karena merasa dirinya tak diingat siapa-siapa di dunia ini. Merasa tidak pantas dikenang. Merasa tak berkawan. Kesepian. Ditinggalkan. Hadeeeh!!!

Yaaah, berteman dengan Anggrek yang karakter golongan darah A-nya kadang-kadang cukup annoying ini memang sedikit mengesalkan, apalagi kalau dia sudah mulai panik dan mikirin kata-kata orang. Saya nggak kebayang kalau si Anggrek jadi selebgram—bisa-bisa tiap bulan dia menjual dan membeli akunnya sendiri kayak Awkarin waktu dulu itu, dengan tujuan “menjadi diri yang baru” saking nggak kuatnya sama hujatan netizen.

Tapi, yah, karena Anggrek baik, harus saya akui tipe darah A yang ia miliki juga punya pengaruh yang menyenangkan: ia tempat curhat yang bisa diandalkan dan sangat setia kawan.

Setengah tahun lalu, saya berada pada titik terendah dalam hidup dan refleks menulis pesan untuknya di WhatsApp: “I just broke up.”

Kurang dari semenit, Anggrek menuliskan balasan, “Besok aku ke sana,” tanpa basa-basi bertanya apakah saya baik-baik saja (karena dia tahu saya tidak baik-baik saja), bahkan jika itu berarti dia harus menempuh perjalanan dari Semarang ke Jogja naik bus yang terkadang membuatnya mabuk darat.

Ah, golongan darah A. Kamu nyebelin, tapi mana bisa, sih, kita hidup tanpa kamu? Eaaa~

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: golongan darah AperfeksionisramalanSemarang ke Jogja
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Kepribadian Perfeksionis
Sehari-hari

Derita Punya Kepribadian Perfeksionis: Dianggap Penuh Kesempurnaan, padahal Harus Melawan Diri Sendiri agar Tak Kena Mental

27 Februari 2026
Mahasiswa UNESA Surabaya Berbagi Cerita tentang Skripsinya yang Lancar karena Dosen Pembimbing yang Suportif dan Tidak Antikritik skripsi sastra inggris uny dosen pembimbing
Kampus

Cerita Mahasiswa Surabaya yang Dapat Dosen Pembimbing Perfeksionis yang Bikin Banyak Mahasiswa Telat Lulus, Selalu Disalahin dan Akhirnya Ganti Pembimbing

15 Mei 2024
shio 2023 mojok.co
Kilas

Perlu Hati-hati, Tiga Shio Ini Kurang Beruntung di 2023

22 Januari 2023
Pendidikan

Akademisi UGM Jelaskan Weton dari Kacamata Sains

19 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
kuliah, kerja, sukses.MOJOK.CO

Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus

7 April 2026
Pekerja gen Z matikan centang biru WhatsApp dicap kepribadian buruk

Pekerja Gen Z Matikan Centang Biru WhatsApp demi Privasi, Malah Dicap Kepribadian dan Etos Kerja Buruk padahal Berusaha Profesional

5 April 2026
perumahan, tinggal di desa, desa mojok.co

Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

8 April 2026
Pengunjung Candi Pramabanan di Jogja selama Lebaran 2026. (sumber: InJourney)

InJourney Sukses Dapat Untung selama Arus Mudik dan Lebaran 2026 dengan Tata Kelola yang Optimal

2 April 2026
Hasutan dan jebakan orang minta donasi di Stasiun Tugu Jogja, ternyata berkedok penipuan MOJOK.CO

Turun Stasiun Tugu Jogja Muak sama Orang Minta Donasi: Tidak Jujur Sejak Awal, Jual Kesedihan Endingnya Jebakan

5 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.