Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Getcontact App, Begitu Mudah Mendeteksi Penipu dan Orang Iseng, Mudah pula Curi Data

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
22 Juni 2021
A A
ilustrasi Getcontact App, Begitu Mudah Mendeteksi Penipu dan Orang Iseng, Mudah pula Curi Data mojok.co

ilustrasi Getcontact App, Begitu Mudah Mendeteksi Penipu dan Orang Iseng, Mudah pula Curi Data mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sebagai aplikasi yang bisa mendeteksi nama kontak orang, Getcontact app memang membantu. Tapi, cara kerjanya aplikasi ini ngeri.

Tempo hari, sebuah kasus order alkohol fiktif yang dialamatkan ke ojol ramai di media sosial. Seorang driver ojol mengaku mendapat order pengantaran barang yang ternyata isinya adalah alkohol. Driver ojol pun kena masalah dan terlibat kasus dnegan pihak kepolisian. Sayangnya setelah driver ojol ini curhat ke medsos dan menyebarluaskan nomor pemesan, netizen yang kemampuannya bak badan intelijen menemukan fakta bahwa nomor pemesannya adalah seorang polisi. Ini semua berkat bantuan Getcontact app, mungkin juga Truecaller, dan aplikasi sejenisnya. Aplikasi android bebas unduh yang mampu memberikan informasi tentang nomor tak dikenal.

Aplikasi macam Getcontact app dan Truecaller itu memang tampak seperti ibu peri, ajaib, membisikkan kebenaran, dan membeberkan fakta. Kasus driver ojol tadi misalnya. Pengguna nomor tersebut bisa saja mengaku sebagai pembeli, orang asing, atau anak muda yang lagi doyan ngobam. Tapi, ia tidak bisa lepas dari fakta bahwa nomornya itu disimpan sebagai seorang anggota polisi. Yah, ketahuan deh Bambang.

Kasus lain yang berhasil diselamatkan oleh Getcontact app adalah kasus penipuan lowongan kerja. Seorang netizen mengaku dihubungi oleh PT. Yakult untuk undangan wawancara kerja. Yang bikin curiga, pihak perusahaan meminta uang pada calon korbannya dengan alasan akan dipakai sebagai uang transport pesawat dan akomodasi penginapan. Konon, si penipu berdalih uang tersebut hanya dipinjam dan akan dikembalikan setelah calon korban berada di lokasi.

Untung saja, calon korban punya ide buat melacak nomor tidak dikenal yang menghubunginya via WhatsApp dengan Getcontact. Nama yang muncul pun bikin ngenes. Sekali lagi, Getcontact app menolong seseorang dari ancaman penipuan.

dia bilang “i love you” terus aku kayak idih anjeng penipu ini mah, terus aku cek getcontact dong, dan bener aja nipu anjir… speechless banget aku.. pic.twitter.com/VEKCe5urbt

— Momo. (@usuatl) June 21, 2021

Sekilas aplikasi ini memang kelihatan berguna. Memang tidak salah. Tapi, ada sisi kelam yang juga perlu kamu ketahui tentang proses kerja Getcontact app. Aplikasi ini memungkinkan kamu mengetahui informasi soal nomor yang nggak kamu kenal. Bagaimana orang-orang menyimpan nomor itu di ponsel, adalah data yang bisa dengan mudah kamu ketahui. Sebaliknya, nomormu juga akan diperlakukan demikian. Pengembang memiliki bank data yang dikumpulkan dari para pengguna atau peng-install aplikasinya. Di awal, ada syarat ketentuan yang mengharuskanmu menyetujui bahwa pihak pengembang akan mengakses kontakmu, mengakses foto, email, dan identitas nomor di phone book, bahkan mereka juga meminta perizinan untuk bisa merekam data percakapanmu.

Jika tidak menyetujui syarat dan ketentuan ini, ya jelas, kamu nggak akan bisa memakai fitur-fitur di aplikasi ini. Tapi kalau setuju, ya lanjut.

Sebenarnya Getcontact app mengklaim mereka nggak akan menjual datamu kepada pihak ketiga. Maklum, data ini penting dan kalau dijual memang mahal. Tapi, suatu waktu “kontrak” semacam ini bisa diubah. Lha wong data dari aplikasi Facebook yang paling kalian percayai saja bisa dijual kok, apalagi cuma aplikasi kayak Getcontact dan Truecaller.

Pada 2018, aplikasi semacam ini memang populer buat pamer-pamer. Orang-orang mengunduh Getcontact app untuk mengetahui bagaimana orang menyimpan kontak mereka. Saya sendiri juga termasuk yang penasaran dan akhirnya menginstall. Seru banget memang, ada yang menyimpan nomor saya dengan nama yang aneh-aneh. Misal, “bocah malas”, “si penulis”, dan “ayeng kowalski”. Entah dari mana mereka dapat ide konyol begitu.

Tidak ada salahnya menjadi manusia yang penasaran dan narsis macam saya tadi. Toh, aplikasi ini lama-lama juga berguna buat mencegah perbuatan nomor-nomor tidak dikenal yang berniat nggak baik. Salah satu iklan komersial bahkan mengusung ide untuk membongkar apakah pasangan kita punya selingkuhan atau nggak dilihat dari Getcontact app. Wah wah, ngeri.

Tapi, ya, layaknya dua sisi mata uang. Aplikasi ini bisa sangat membantu, bisa juga membahayakan keamanan data kita. Sejauh ini saya memilih untuk tidak lagi menyimpan aplikasi ini di ponsel saya, meskipun dulu pernah dan sebagian data saya mungkin sudah diambil. Alasan saya simpel, lagi belum butuh aja. Masalah pengin mergokin gebetan atau pasangan yang bersama orang lain mah ya jangan lewat Getcontact, tanya langsung. Lagian pede banget pacarmu ditaksir orang lain, bisa-bisa cuma kamu di dunia ini yang sukarela naksir sama doi.

BACA JUGA Mainan Aplikasi Truecaller atau Getcontact Itu Lucu sekaligus Berbahaya dan tulisan AJENG RIZKA lainnya.

Terakhir diperbarui pada 22 Juni 2021 oleh

Tags: aplikasi androidGetContactkonterwhatsap
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

ilustrasi HP Xiaomi, Brand Ponsel untuk Segala Keputusan Pembelian yang Masuk Akal mojok.co
Pojokan

HP Xiaomi, Brand Ponsel untuk Segala Keputusan Pembelian yang Masuk Akal

2 Desember 2021
ilustrasi iPhone Wajib Dibeli demi Gengsi, meski Dapat yang Replika atau iPhone HDC mojok.co
Pojokan

iPhone Wajib Dibeli demi Gengsi, meski Dapat yang Replika atau iPhone HDC

17 November 2021
Privilese Pemilik Kartu 3, Walau Dibilang Sobat Misqueen yang Penting Masa Aktif sampai Tua
Pojokan

Privilese Kartu 3: Biarin Sobat Misqueen, yang Penting Masa Aktif sampai Tua

8 November 2021
ilustrasi Harga Printer Mahal Nggak Ngaruh, Tetap Aja Ngadat dan Nyusahin Saat Kita Terburu-buru mojok.co
Pojokan

Harga Printer Mahal Nggak Ngaruh, Tetap Aja Ngadat dan Nyusahin Saat Kita Terburu-buru

19 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ada kehangatan dan banyak pelajaran hidup di dalam kereta api (KA) ekonomi yang sulit didapatkan user KA eksekutif kalau terlalu eksklusif MOJOK.CO

Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif

13 Maret 2026
Jadi gembel di perantauan tapi berlagak tajir pas pulang kampung. Siasat pura-pura baik-baik saja agar orang tua tidak kepikiran MOJOK.CO

Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

19 Maret 2026
Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.