Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Film Horor Netflix yang Ditulis Sepenuhnya oleh Robot, Hasilnya Benar-benar Kacau

Mr. Puzzles Wants You to be Less Alive bisa jadi film horor pertama bikinan robot.

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
9 November 2021
A A
ilustrasi Film Horor Netflix yang Ditulis Sepenuhnya oleh Robot, Hasilnya Benar-benar Kacau mojok.co film pendek horor
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kamu nggak salah baca. Ada film horor garapan Netflix, ditulis mandiri oleh robot yang telah diberi treatment nonton horor selama 400.000 jam.

Film horor memang sedang banyak dipanen menjelang Oktober dan November. Sebab nggak mau kalah, Netflix juga menggarap sebuah film dengan genre seram buat meramaikan perayaan Halloween kemarin. Tapi, biar beda, tentu saja film horor ini bukan kayak biasanya.

Netflix bekerja sama dengan penulis dan perancang bot Keaton Patti. Patti kemudian melakukan treatment terhadap robot untuk menonton film horor selama 400.000 jam lamanya. Setelahnya, ia pun memberikan perintah kepada si robot untuk menulis ceritanya sendiri. Secara nggak langsung, cerita itu pun jadi cerita horor pertama yang diciptakan oleh robot.

Cerita dari hasil ciptaan si robot kemudian dijadikan sebuah film horor pendek. Begini, kalau kamu suka nontonin Makmum, Sandekala, dan Grave Torture, mendingan jangan berharap banyak. Saya sempat mengira cerita tersebut bakalan jadi sebuah film yang luar biasa dan mengalahkan cerita-cerita cerdas bikinan manusia. Ternyata, pemikiran saya terlalu progresif. Mendingan kamu nonton dulu nih ya.

Entah kenapa, kesan saya menonton film horor pendek bikinan robot itu justru ketawa ngakak. Awalnya sempat ragu mau nonton, takut kaget karena banyak jump scare, takut bakal sadis banget, dan takut hantunya jadi super mengerikan. Lha bayangin aja, udah nonton film-film seram selama 400.000 jam, output-nya bakal seseram apa. Eh, ternyata jadi komedi.

Pantas saja, awalnya saya sempat curiga karena yang mengunggah film horor pendek ini adalah kanal YouTube Netflix is A Joke. Isi kanal itu memang guyonan semua. Tapi, ada hal penting yang perlu digarisbawahi walaupun film pendek yang berjudul Mr. Puzzles Wants You to be Less Alive memang kacau banget.

Nggak sia-sia nonton film horor 400.000 jam

Ada banyak banget referensi film horor yang mungkin familier kalau kamu menontonnya. Mr. Puzzle dalam film horor pendek itu mengingatkan kita pada film Saw. Sosok misterius yang selalu ada di balik cerita survival game nan mematikan. Ada juga referensi film I Know What You Did Last Summer, film lawas yang terkenal.

Ikan hiu yang tiba-tiba muncul entah dari mana mungkin diambil dari film Jaws. Adegan nge-zoom mata tokoh Jennifer juga diambil dari adegan film Alfred Hitchcock yang judulnya Psycho. Film lawas yang bahkan masih hitam putih. Selain itu, jelas masih banyak lagi penukilan film horor yang dilakukan. Sungguh sebuah kerja robot yang amanah dalam menulis ulang dan menggabungkan cerita-cerita seram.

Robot bisa berkomedi

Alih-alih ngasih tahu bahwa Netflix bisa bikin film horor yang ditulis oleh robot, Mr. Puzzles Wants You to be Less Alive justru menunjukkan bahwa robot bisa berkomedi. Apa yang kamu tonton selama empat menit itu adalah komedi yang bersembunyi di balik kemasan menyeramkan.

“Hello Jennifer, I’m Mr. Puzzles. Do you want to be a gamer?”

Ya Tuhan, dialog pertama dari tokoh seram saja sudah bikin ketawa. Seharusnya kan si tokoh seram di film horor itu tanya, “Do you want to play a game?” Istilah “gamer” lebih lekat dengan orang-orang yang main game kayak Pewdiepie, Markiplier, dan atlet e-sport. Ya, namanya juga robot, mana tahu beginian.

Iklan

Setelah salah satu tokoh yang diceritakan sebagai rekan kerja Jennifer dibunuh, Jennifer berhasil diselamatkan. Seorang detektif pun muncul buat menyelamatkan Jennifer. Sebuah plot twist dihadirkan. Tiba-tiba ada ikan hiu yang sebenarnya polisi bawah laut dalam misi penyamaran. Aneh banget. Untung saja setelahnya Jennifer selamat. Muncullah sebuah percakapan mahaabsurd antara detektif dan Jennifer.

“Sorry your coworker died.”
“It is okay, it is large company.”

Salah satu rekan kerjanya meninggal, tapi Jennifer bersyukur karena perusahaan di mana dia bekerja mempekerjakan banyak orang. Mana ada orang yang bersyukur dengan cara begini?!

Film horor yang ditulis oleh robot memang sebuah paradoks. Ternyata robot lebih pandai menulis cerita komedi ketimbang memberi kesan seram. Seharusnya saya nggak usah terlalu mengkhawatirkan masa depan para penulis cerita. Yang bikin khawatir adalah suatu saat robot bisa jadi pelawak dan lebih lucu dari manusia.

Selain film horor, kanal Netflix is A Joke juga pernah mengunggah film romantis, film bernuansa liburan, dan film-film lain yang semuanya ditulis oleh robot. Sungguh rasanya dunia ini jadi makin aneh karena hampir dikuasai robot dengan kecerdasan buatan. Diam-diam saya tertawa dalam kegelapan.

BACA JUGA 15 Rekomendasi Film Horor Indonesia: Buktikan Menariknya Mitologi Hantu-hantuan di Indonesia dan artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 9 November 2021 oleh

Tags: biznetfilm hororNetflixRekomendasi filmrekomendasi film netflix
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

“Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian .MOJOK.CO
Seni

“Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 

11 Januari 2026
Gema bahagia di Film "Tinggal Meninggal".MOJOK.CO
Catatan

Film “Tinggal Meninggal” Bukan Fiksi Biasa, tapi Realitas Sosial Orang Dewasa yang Caper agar Diakui di Lingkaran Pertemanan

3 Januari 2026
ratu-ratu queens.MOJOK.CO
Seni

Ratu-Ratu Queens The Series: Ketika Empat Perempuan Membangun “Rumah” di Negeri Orang

21 Oktober 2025
Netfix Hadirkan Losmen Bu Broto: Wulan Guritno Hadir dengan  Cinta yang Pelik MOJOK.CO
Hiburan

Netflix Hadirkan Losmen Bu Broto: Wulan Guritno Datang dengan Cinta yang Pelik

7 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026
Cara wujudkan resolusi 2026 dengan finansial yang baik. MOJOK.CO

Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026

19 Januari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.