Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Donald Trump Sukses Elakkan Pemakzulan, Aplaus untuk Manusia Tersakti Abad Ini

Nia Lavinia oleh Nia Lavinia
7 Februari 2020
A A
rasisme, trump, polisi, pembunuhan mojok.co

rasisme, trump, polisi, pembunuhan mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sejarah harusnya mencatat Donald Trump sebagai manusia tersakti abad ini. Lha nggak sakti gimana, dia melakukan banyak sekali kesalahan, tapi entah pakai ajian apa, kesalahan itu selalu bisa dimaafkan.

Saya sebenarnya bosen ngomongin Donald Trump, tapi ya dia kok anehnya ngasih bahan omongan terus hadehhh.

Kemarin, Trump diberitakan selamat dari percobaan pemakzulan yang digagas oleh DPR-nya Amerika Serikat setelah dinyatakan tidak bersalah atas dua tuduhan yang dituduhkan padanya: (1) melakukan penyalahgunaan kekuasaan dengan menahan bantuan militer yang hendak dikirim AS ke Ukraina. Trump diduga melakukan ini untuk menekan Presiden Ukraina Voldymyr Zelensky agar membantunya memenangkan pemilu 2020; (2) Trump didiuga menghalang-halangi upaya-upaya untuk menyelidiki hal ini.

Tuduhan penyalahgunaan kekuasaan yang diberikan DPR kepadanya jelas bukan tanpa bukti. Semua bermula ketika ada yang mengadukan dirinya setelah dia diketahui melakukan panggilan telepon kepada Presiden Ukraina yang mana, dari kesaksian beberapa orang, dia terlihat meminta Presiden Ukraina itu buat nyari informasi yang bisa memberatkan mantan wakil presiden AS yang akan menjadi sainganya, yaitu Joe Biden dan putranya, Hunter Biden.

Oh iya, kalau kalian bingung pemakzulan atau impeachment itu apa, sederhananya, itu tuh proses pengajuan tuntutan terhadap pejabat sipil dan pemerintah yang diduga melakukan pelanggaran, ini semua tertulis di konstitusnya AS.

Impeachment bisa dipahami seperti kita mengajukan gugatan terhadap seseorang di pengadilan. Bedanya, yang bisa mengajukan adalah DPR, dan yang nantinya melakukan pengadilan dan memutuskan apakah seseorang itu bersalah termasuk ngasih vonis, adalah Senat.

Well, kongres (yang isinya DPR dan senat) di Amerika memang punya punya keistimewaan level tinggi. Mereka bisa memakzulkan atau mencopot presiden, wapres, dan semua pejabat sipil Amerika (kalau perlu) ketika mereka terbukti bersalah atas pengkhianatan, penyuapan, atau kejahatan, dan pelanggaran lainnya.

Nah, keputusan apakah dia dinyatakan bersalah tergantung suara mayoritas (2/3 dari total 100 kursi di senat).

Dasar emang beruntung, si Trump ini berhasil lolos dari pemakzulan karena partai yang mengusungnya (Republik) memang partai mayoritas di Senat, jadi ya dari awal usaha DPR yang isinya orang-orang Demokrat sebenarnya sudah pasti sia-sia.

Dan Donald Trump tentu saja berperilaku seperti Donald Trump, dengan bilang kalau sejak awal, tuduhan-tuduhan itu emang upaya buat menggulingkan dia. Dia sama sekali nggak ngerasa bersalah padahal udah jelas ada bukti kalau dia salah. Takjub saya. Tapi hikmahnya, di sini kita tahu bagaimana kualitas demokrasi Amerika.

Ini bukan pertama kalinya Donald Trump bertindak seperti Donald Trump sih. Dan semua kegilaan yang dia lakukan, selalu berakhir dengan dia bebas dari tuduhan-tuduhan itu. Seakan-akan, orang-orang di sekitarnya memang sengaja menutup mata.

Saking jagonya melarikan diri, saya pikir Trump cocok buat ikut main film Now You Can See Me. Eh serius! Kalau nggak percaya, saya coba paparkan apa saja kegilaan yang pernah dia lakukan:

Pertama, tingkah lakunya nggak sopan. Baru aja kemarin dia nolak salaman sama Ketua DPR AS, Nancy Pelosi (orang yang berusaha memakzulkan dia). Ya marah sih marah, tapi nggak kenakan-kanakan gitu juga dong.

Kedua, dari kebijakan, dia suka bikin kebijakan yang nggak etis kayak misahin anak dan orang tua para imigran yang ketangkap di perbatasan AS dan Meksiko. Bayangin deh, masa orang tuanya dideportasi, tapi anak-anaknya dibiarin tetap di fasilitas penahanan! Mana banyak yang diterlantarkan lagi di sana….

Iklan

Ketiga, dia bikin AS mundur dari Paris Agreement, perjanjian sejumlah negara untuk membatasi kenaikan suhu Bumi maksimal 2 derajat Celsius di atas suhu Bumi pada masa pra-Revolusi Industri. Trump ini emang rintangan besar buat perjuangan melawan perubahan iklim.

Keempat, dia suka melanggar kode etik dan konstitusi AS. Ngumumin pengin perang lewat Twitter kemarin contohnya, atau ngasih-ngasih perintah tanpa nunggu persetujuan kongres dulu.

Kelima, dia suka melakukan hal mencurigakan kayak melakukan pembicaraan dengan Putin tanpa ditemani pendamping. Coba kalian pikir apa yang bisa dibicarakan dua pemimpin negara ketika nggak ada yang bisa mendengarkan mereka.

Keenam, dia juga nggak transparan dengan pendapatan, dengan tidak merilis laporan pajaknya. Namanya banyak disebut di skandal yang dibeberkan Wikileaks, tapi dia diem aja

Ketujuh, rasis, rasis parah. Dan dia melakukan tindakan rasisme dengan terang-terangan. Dia memosisikan orang kulit putih jadi ras tertinggi di atas orang Asia, dan orang latin dan berkulit hitam disebut dari shithole alias lubang piiiiiip. Di eranya Trump ini, Make America Great Again dibaca Make Amerika White Again.

Kedelapan, dia juga misoginis, selain punya skandal seks, dia juga sering memperlakukan wanita secara tidak pantas.

Kesembilan, dia homofobik. Dia pernah mau ngeluarin tentara transgender dari kesatuan militer Amerika.

Kesepuluh, dia nggak punya respek sama negaranya sendiri. Masak lagu kebangsaan AS dibercandain?? Orang lain aja disuruh berdiri tegak dan nyanyi serius, eh dianya malah berlagak jadi dirigen.

Kesebelas, dia suka menghina negara lain. Yang kocak nih, Trump pernah ngecein Kim Jong Un pendek dan gendut, lalu menyebutnya little rocket man. Dia juga pernah ngancem bakal menekan tombol nuklir kalau Korea Utara mecem-macem. Eh tapiii, pas ketemu sama orangnya, dia malah muji Kim Jong Un!

Kedua belas, dia juga suka muji-muji pemimpin otoriter yang punya masalah pelanggaran HAM akut kayak Erdogan, Putin, dan Durtete. Lalu melihat Presiden China Xi Jin Ping sebagai panutan.

Ketiga belas, tidak melihat demokrasi sebagai sesuatu yang dia idamkan. Buktinya, dia hobi banget ngomentarin pemilu AS, padahal ya dia dipilih lewat pemilu itu sendiri (dengan kecurigaan dibantu Rusia biar menang pemilu).

Keempat belas, dia juga menyerang kebebasan berpendapat di AS dengan bilang kalau media suka bikin hoaks tentang dirinya. Padahal dia sendiri yang suka ngomong dilebih-lebihkan, dan kadang mengada-ngada. Kalau avatar bisa mengendalikan air, api, tanah, udara, Trump di AS ini bisa mengendalikan kebenaran semua-maunya dia.

Kelima belas, dia juga nggak ngerti konsep pembagian kekuasaan. Segala pengin dia kerjain sendiri. Bahkan dengan pede dia bilang kalau Amerika cuma butuh dia seorang. Terus masuk-masukin keluarganya ke dalam pemerintahan.

Sebenarnya masih ada 35 dosa lagi, tapi saya udah capek. Intinya, Donald Trump nih udah kayak Thanos aja,  he is inevitable, tidak bisa tersentuh. Dengan banyaknya kontroversi yang dia buat, tapi dia bisa melenggang begitu saja, ajian apa yang dia gunakan? Apakah dia melakukan gendam kepada seluruh warga Amerika?

Kayaknya emang Trump aja deh yang bisa menormalisasi pelanggaran. Melihat ini saya jadi sadar kalau Setya Novanto mah nggak ada apa-apanya!

BACA JUGA Donald Trump-Kim Jong Un: Dulu Saling Ejek, Sekarang Udah Baikan atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 7 Februari 2020 oleh

Tags: amerikaDonald Trumppolitik amerika
Nia Lavinia

Nia Lavinia

Mahasiswa S2 Kajian Terorisme, Universitas Indonesia.

Artikel Terkait

Perang Dunia 3 Bukti Manusia Adalah Bajingan Maniak Perang MOJOK.CO
Esai

Perang Dunia 3 Menjadi Bukti Manusia Adalah Bajingan Maniak Perang yang Tidak Belajar dari Kehancuran karena Perang Dunia

24 Juni 2025
Kopdar Jokowi dan Biden di Gedung Putih Menghasilkan Apa?
Luar Negeri

Kopdar Jokowi dan Biden di Gedung Putih Menghasilkan Apa?

14 November 2023
Ketika Cina dan Kuba, 2 “Dedengkot” Komunisme, Membela Islam MOJOK.CO
Esai

Ketika Cina dan Kuba, 2 “Dedengkot” Komunisme, Membela Islam dan Mengutuk Keras Pembakaran Al-Qur.’an

19 Juli 2023
Cina Ditakdirkan Perang dengan Amerika: Hitam Putih Dunia di Tangan Xi
Esai

Cina Ditakdirkan Perang dengan Amerika: Hitam Putih Dunia di Tangan Xi

23 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pendidikan karakter Sunan Ampel di Pesantren Ampeldenta Surabaya melalui halal food dan halal living MOJOK.CO

Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

13 Maret 2026
penyiraman air keras.MOJOK.CO

Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas

16 Maret 2026
Jadi gembel di perantauan tapi berlagak tajir pas pulang kampung. Siasat pura-pura baik-baik saja agar orang tua tidak kepikiran MOJOK.CO

Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

19 Maret 2026
Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026
Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa Mojok.co

Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa

19 Maret 2026
Bus ekonomi jalur Jogja Jambi menyiksa pemudik. MOJOK.CO

Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.