Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Cuma Polisi yang Boleh Ngawal Ambulans, tapi Kita kok Nggak Pernah Lihat ya?

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
10 Desember 2019
A A
polisi, polisi tilang, ambulans, viral Polantas Ganjen yang Minta Nomor WA Perempuan yang Ia Tilang Kini Dinonaktifkan mojok.co

polisi, polisi tilang, ambulans, viral

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO– Video polisi menilang pengendara motor yang mengawal ambulans sedang viral. Polisi mengatakan bahwa yang berwenang untuk mengawal ambulans adalah polisi. Memangnya polisi bisa benar-benar melakukan tugasnya tanpa dibantu sipil?

Video viral yang menunjukkan pengendara motor ditilang karena mengawal ambulans mendapat banyak reaksi dari netizen. Polisi yang menilang pengendara tersebut berkata bahwa dalam aturan, hanya polisi yang boleh memberikan pengawalan terhadap ambulans. Tentu saja netijen banyak yang mengkritik tindakan polisi tersebut, terlepas tindakan tersebut memiliki dasar yang kuat.

Kata bapak Polisi nya, warga sipil ga punya kewenangan mengawal Ambulan, yang punya kewenangan mengawal Ambulan adalah Kepolisian Negara Republik Indonesia, kata bapak Polisi nya, Ambulan tanpa pengawalan pun termasuk kendaraan yang hak utama prioriras. pic.twitter.com/LMW6ahrOOm

— Kurrrrr (@kurniiwan_) December 7, 2019

Meski udah ada undang-undangnya, saya setuju ketika netijen mengkritik tindakan tersebut. Lagian bukannya bantuin mengawal, malah ngasih tilang. Kan bisa itu dianter dulu sampai rumah sakit baru diurus. Lah ini malah sempet-sempetnya bikin video tilang. Saya tahu sih kalau polisi itu harus mengedukasi pasal-pasal yang belum diketahui, tapi bukankah kita bisa memberi sedikit kompromi saat berurusan dengan kemanusiaan?

Kita tahu sendiri bahwa kemacetan di masa sekarang sudah nggak masuk di akal. Benar-benar celaka jika sopir ambulans harus berpacu dengan waktu tapi di depan sudah diadang kemacetan. Ambulans memang punya keistimewaan untuk diberi jalur sampai menerobos lampu merah saat mengantar pasien gawat.

Tetapi, kemacetan yang sering terjadi adalah kemacetan di mana jalur sudah dipenuhi kendaraan dan mustahil untuk membuka jalur. Karena polisi tidak berada di setiap titik jalan, sering dijumpai orang-orang yang dengan suka rela berusaha memgatur dan mengawal ambulans agar mendapat jalur. Polisi jumlahnya memang terbatas, dananya saja yang tidak.

Jika suatu rumah sakit perlu mengantar pasien dalam keadaan darurat ke rumah sakit lain, ya ambulans tinggal gas aja, kalau harus koordinasi ke kepolisian dulu bisa lama. Lagian juga menurut bapak saya yang kebetulan pensiunan supir ambulans, mereka nggak diminta melibatkan kepolisian kok. Maksudnya ya rumah sakit tinggal nganter aja, Kepolisian tidak meminta untuk gimana-gimana.

Jadi saya rasa, video penilangan tersebut aneh. Meskipun punya wewenang, tapi kalau dari pihak rumah sakit tidak meminta polisi melibatkan mereka dalam proses pemindahan pasien/jenazah, ya harusnya sipil yang membantu membukakan jalur diberi izin khusus tak tertulis saja. Ini masalah kemanusiaan kok, nggak perlu dibikin ribet. Kecuali kalau polisi memang ada di setiap titik jalan rawan macet dan masih ada yang nekat. Monggo kalau mau ditindak.

Lucunya, polisi yang menilang pengawal ambulans tersebut mungkin lupa kalau banyak sipil yang membantu mengatur lalu lintas di titik padat dan mereka abai terhadap fenomena tersebut. Di titik padat sering dijumpai penduduk biasa yang  membantu mengatur jalan (pak ogah?) dan biasanya mendapat uang seribu dua ribu sebagai rasa terima kasih. Nah, polisi kan sering lewat di titik itu dan biasa aja melihat mereka membantu. Lalu kenapa begitu masalah mengawal ambulans, undang-undang tersebut tiba-tiba berlaku?

Padahal tuduhan menyalahi kewenangan yang ditujukan pada orang yang mengawal ambulans bisa dikenakan juga pada orang yang membantu menguraikan kemacetan di titik padat. Bagaimanapun, mengurus lalu lintas kan kewenangan Anda, kok standar ganda gini jadinya?

Kalau polisi benar-benar sudah ada di tiap titik kemacetan dan membantu ketika ada masalah di jalan, tidak akan ada pengatur lalu lintas dan pengawal ambulans dari warga sipil. Selama itu belum tercapai, ya harusnya memberi kemakluman ketika itu terjadi. Demi kemanusiaan, protokoler dan juga kekakukan undang-undang harusnya bisa dikompromikan. Bukan bermaksud menganggap mereka tidak melakukan tugasnya dengan benar, tapi kita berbicara realitas saja. Nyatanya yang kita temui seperti itu, dan kenyataan pahit ya harus diakui.

Jadi nggak usah terlalu keras sama warga sipil yang kebetulan melangkahi wewenang Anda di jalan, Pak, kalau tujuannya untuk kemanusiaan. Kalau mau tetap tegas, mumpung dana naik, para polisi yang terhormat sebaiknya mulai menunjukkan ke warga sipil kalau kalian benar-benar hadir di kehidupan masyarakat.

BACA JUGA Polisi Sopan Banget Tangani Anak Bupati Majalengka yang Tembak Orang atau artikel menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 10 Desember 2019 oleh

Tags: ambulansPolisiTilangvideo viral
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

rkuhap, kuhap, polisi.Mojok.co
Mendalam

Catatan Kritis KUHAP (Baru) yang Melahirkan Polisi Tanpa Rem Hukum, Mengapa Berbahaya bagi Sipil?

19 November 2025
Ortu kuras tabungan buat anak jadi polisi malah kena tipu. Sempat bikin stres tapi kini bersyukur tak jadi sasaran amuk tetangga MOJOK.CO
Ragam

Ortu Kuras Tabungan buat Anak Jadi Polisi malah Kena Tipu “Intel”, Awalnya Stres tapi Kini Bersyukur

6 September 2025
Polisi gelontorkan uang banyak untuk gas air mata yang digunakan dalam demo. MOJOK.CO
Aktual

Saat Duit Rakyat Hanya Dipakai buat Membeli Gas Air Mata Kadaluwarsa oleh Polisi

31 Agustus 2025
PoliceTube Adalah Ide Brilian Kepolisian yang Patut Diapresiasi! Mojok.co
Pojokan

PoliceTube Adalah Ide Brilian Kepolisian yang Patut Diapresiasi!

26 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut MOJOK.CO

Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut dan Tagihan Shopee PayLater

3 April 2026
Ikuti paksaan orang tua kuliah jurusan paling dicari (Teknik Sipil) di sebuah PTN Semarang biar jadi PNS. Lulus malah jadi sopir hingga bikin ibu kecewa MOJOK.CO

Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

7 April 2026
Jurusan Antropologi Unair selamatkan saya usai ditolak UGM. MOJOK.CO

Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali

6 April 2026
perumahan, tinggal di desa, desa mojok.co

Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

8 April 2026
Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.