Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Andai Saya Jadi Juru Bicara Brand Sepatu Lokal yang Lagi Kena Kasus Penjiplakan Desain

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
8 Januari 2020
A A
local pride brand sepatu lokal ventela comme des garcons converse sepatu tiruan imitasi jiplak desain bandung umkm mojok.co

local pride brand sepatu lokal ventela comme des garcons converse sepatu tiruan imitasi jiplak desain bandung umkm mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Setelah susah payah membangun kepercayaan konsumen lokal, beberapa merek sepatu didera isu knockoff alias penjiplakan desain brand sepatu ternama. Kalau begini terus, lama-lama perkara membungkus kaki aja harus impor. Hasssh!

Tidak usah disebut mereknya, kita semua tahu orang-orang sedang merundung habis-habisan brand sepatu lokal yang katanya meniru desain sepatu kolaborasi Comme des Garçons atau CDG dan Converse. Sebut saja mereknya Ketela. Saya mengerti kawan-kawan penggila sepatu pasti nggak terima dan melihat peristiwa ini sebagai upaya olok-olok terhadap brand sepatu terkenal yang kalian cintai. Padahal harga sepatunya nggak murah.

Sebenarnya ini bukan kejadian pertama. Tapi barang KW biasanya memang sejak awal niatnya bikin tiruan sehingga produsennya tak jelas dan merek barangnya adalah hasil pelesetan. Gucci jadi Cuggi lah, Dolce & Gabbana jadi Dolce & Banana lah.

Kasusnya jadi gede ketika peniruan dilakukan brand sepatu lokal yang perusahaannya jelas dan diniatkan jadi besar. Akibat ulah satu dua produsen sepatu, semua brand sepatu lokal kena. Kayak muncul stigma brand sepatu lokal itu pasti jelek dan ngawur. Konsumen yang nggak punya tenggang rasa sama UKM dan perekonomian dalam negeri jelas bodo amat, yang penting telapak kaki terbungkus dengan ganteng.

Oleh karena itu, kami, sebagai produsen sepatu merek lokal (ingat saya kan lagi cosplay jadi juru bicara) pernah berusaha membangun citra baik terhadap merek lokal. Alhamdulillah kami terbantu dengan kampanye produk elektronik yang pernah menggandeng Madam Titiek Puspa sebagai bintang iklan mereka.

Semenjak saat itu kami jadi semangat. Kami membuat produk dan desain orisinal. Ibarat kata, kami berani menjual dengan harga jauh lebih murah dari sepatu-sepatu yang sekali beli langsung bikin miskin itu. Soalnya kami nggak kena cukai. Apalagi setelah produk UKM bisa melebarkan target pasar lewat jual beli online. Makin deras cuan yang mengalir.

Banyak bermunculan sneakers head dalam video YouTube bertajuk “Berapa harga outfit lo?” yang juga memasukkan sebagian merek lokal dan dengan lantang mereka bilang, “Sepatu gue ini sih local pride ya, Cuy!” Sungguh pencapaian yang ulala.

Namun, setelah beberapa brand sepatu lokal saling menuduh knockoff satu sama lain, saya jadi pesimistis. Untung saja perseteruan ini tidak terlalu ramai di publik. Mereka itu nggak ngaca ya, kadang-kadang mereka juga meniru produk Vans, meniru Converse, meniru Onitsuka Tiger, tapi kok menirunya rebutan. Kali ini giliran sepatu Ketela yang dimusuhi banyak orang, dirundung habis-habisan karena meniru CDG sampai ke gambar matanya sekalian yang, meskipun agak beda, tapi ya mohon maaf aja ni….

Saya sedih banget sampai nangis kejer waktu baca komen warganet yang jadi illfeel sama brand sepatu lokal. Stigma buruk sepatu lokal muncul lagi. Local pride apanya, kata mereka, kalau merek lokalnya begini malah jadi malu.

Asal kalian tahu ya, netizen, masih banyak merek sepatu lokal yang bikin desain sendiri, bikin cetakan sepatu sendiri, sampai ada yang kasih bocoran harga produksinya. Mereka istimewa bukan karena pernah dipakai Pak Jokowi semata, tapi memang serius ingin mengembangkan merek yang bikin kaki kalian makin rupawan. Jadi izinkanlah saya mewakili persatuan merek sepatu lokal, memohon maaf atas apa yang dilakukan Ketela. Mereka mungkin hanya ingin membangun hype dengan melepas sepatu yang sudah familier. Kalau kalian maunya sepatu impor terus, kapan UKM bisa kaya?

Plis, tetap cintailah ploduk-ploduk Indonesia.

BACA JUGA Tukang Sol Sepatu, Kunci Kepercayaan Diri Anak Punk dan Biduan Dangdut atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 8 Januari 2020 oleh

Tags: brand sepatu lokalcomme des garconsConversejiplak desain
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Esai

Arloji Seharga Avanza Veloz dan Realitas Sosial Ekonomi Kita

2 Agustus 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kenaikan harga plastik bikin UMKM menjerit. MOJOK.CO

Solusi atas Jeritan Hati Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik

30 April 2026
Gaji magang di Jakarta bisa beli iPhone gak kayak kerja di Jogja

Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita

28 April 2026
Perburuan burung kicau untuk penuhi pasar skena kicau mania tinggi, ternyata bisa ancam manusia dan bumi MOJOK.CO

Perburuan Burung Kicau untuk Penuhi Skena Kicau Mania Tinggi: Jawa Jadi Pasar Besar, Bisa Ancam Manusia dan Bumi

2 Mei 2026
UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang.MOJOK.CO

UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang

27 April 2026
1.000 Kamera Dipasang untuk Intai Macan Tutul Jawa MOJOK.CO

1.000 Kamera Dipasang untuk Intai Macan Tutul Jawa

2 Mei 2026
Muhammad Rizky Perwira Zain, lulusan termuda S2 UGM kantongi gelar S2 Kesehatan Masyarakat dan S1 Kedokteran sebelum usia 25 tahun

Cerita Lulusan Termuda S2 UGM, Berhasil Kantongi Gelar Sarjana Kedokteran dan Kesmas sebelum Usia 25 Tahun

1 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.