Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Alasan Hilux Identik dengan Taliban dan Alternatif untuk Kendaraan Perang

Saya curiga, di Afghanistan sana ada juga guyonan ala bapak-bapak penggemar Avanza di Indonesia untuk Toyota Hilux.

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
13 Desember 2021
A A
Alasan Hilux Identik dengan Taliban dan Alternatif untuk Kendaraan Perang Mojok.co

Alasan Hilux Identik dengan Taliban dan Alternatif untuk Kendaraan Perang Mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Hilux identik dengan Taliban. Beberapa alasannya memang masuk akal. Ya wajar sih, mobil ini tahan banting kayak kanebo.

Sangar, kokoh, jantan, dan tangguh. Itu kesan yang muncul kalau saya melihat Toyota Hilux di jalanan.

Namun selain kesan itu, ada juga kesan lain… “Eh, lihat tuh, ada mobilnya Taliban.”

Ya itu kesan yang memang sudah muncul sejak awal 1990-an. Gara-garanya Toyota Hilux kerap tertangkap kamera sebagai mobil taktis untuk angkatan perang milisi Taliban. Ada sih merek lain seperti Toyota Land Cruiser, tapi Hilux tetap jadi primadona.

Pemilihan Hilux sebagai “kendaraan perang” ini sebenarnya menjadi salah satu bukti nyata betapa tangguhnya mobil ini. Ya iya dong, dari awal 1990-an sampai suksesi terakhir Taliban di Afghanistan beberapa bulan kemarin, Hilux tetap jadi pilihan nomor satu untuk kendaraan operasional.

Mampu mengarungi jalan-jalan berbatu di Afghanistan, kap belakangnya bisa dipasangi senapan mesin sampai bazoka, bahkan juga bisa untuk mengangkut perang. Bahkan ada yang menyebut, Hilux ini setara AK-47, bisa dipakai di segala medan tempur.

Meski mendapat iklan gratisan seperti itu soal ketangguhan, sebenarnya Toyota secara resmi malah khawatir mobilnya dipakai untuk kendaraan perang. Maklum, mobil yang dipakai Taliban itu sebenarnya adalah kendaraan komersial, dan didapatkan Taliban dengan cara-cara ilegal.

Kalau mau dibandingkan dengan kondisi di Indonesia, Hilux kerap dipakai oleh Taliban itu mirip-mirip dengan pemakaian Avanza di Indonesia.

Suku cadang ada di mana-mana, dan karena yang punya banyak, harganya jadi cukup bersaing, orang yang bisa ngakali mesinnya pun bejibun jumlahnya. Makanya masuk akal kalau mau dijual kembali pun harganya masih bagus.

Bedanya, kalau Hilux di Afghanistan dipakai sebagai kendaraan perang beneran, Avanza di Indonesia dipakai sebagai kendaraan perang untuk para pengusaha rental.

Saya bahkan curiga, di Afghanistan sana ada juga guyonan ala bapak-bapak penggemar Avanza di Indonesia.

Kayak gini, “Mobil apa yang nggak bisa disalip di Afghanistan?”

Jawabnya, “Hilux!”

“Kenapa?”

Iklan

“Ya karena habis kamu nyalip satu Hilux, di depan udah ada Hilux lagi.”

…

“Ya kalau gitu ceritanya, berarti kamu bukan lagi nyalip kendaraan di Afghanistan, tapi kamu lagi dikepung Taliban!”

Meski Hilux sangat bisa diandalkan, namun agaknya Taliban belum mengetahui bahwa selain mobil tersebut ada kendaraan-kendaraan tahan banting ala Indonesia yang patut jadi perhatian oleh mereka.

Bukan apa-apa, kalau mereka tahu ada kendaraan seperti itu, saya patut menduga mereka akan tertarik menambah armada kendaraan perangnya.

Beberapa di antaranya adalah:

Motor Tossa

Selain mobil Hilux, barangkali milisi Taliban bakal kemecer kalau lihat motor Tossa beroperasi di Indonesia. Plis, jangan, jangan membandingkannya secara head to head, tapi coba dilihat dari harga belinya dan kesamaan fungsinya.

Untuk satu mobil Hilux yang dihargai nyaris setengah miliar rupiah, Taliban bisa mendapat 25 motor Tossa dengan bak terbuka di belakang yang sama-sama bisa dikasih senapan mesin atau bazoka.

Kalau untuk kendaran perang, Tossa tentu lebih bisa bermanuver karena bentuknya lebih ramping, kecil, dan pengoperasiannya juga lebih mudah. Ibarat kata, orang perlu belajar beberapa hari untuk nyetir mobil, tapi untuk belajar naik motor, orang cukup perlu belajar beberapa jam saja.

Mobil Selepan Padi

Kendaraan berikutnya yang bisa bikin Taliban kesemsem adalah mobil selepan padi. Mobil petani yang memang tak punya peforma menawan untuk garis depan perang, tapi kokoh soal ketahanan dan pemanfaatnnya yang bisa multifungsi.

Setidaknya, mobil ini sangat andal karena bisa memenuhi dua kebutuhan utama dalam perang: mobilisasi dan produksi pangan. Bahkan yang lebih keren lagi, mobil ini hanya menggunakan satu mesin, 2 in 1.

Meski Afghanistan tidak memproduksi padi, namun kan negeri mereka itu penghasil gandum. Jadi mobil ini jelas akan punya fungsi signifikan untuk mengisi perut para separatis.

Bus Sumber Kencono

Salah satu mobil paling biyayakan di Jawa atau Indonesia dan terkenal dengan ancaman mautnya di jalanan. Begitu kuat mitos bus Sumber Kencono ini membuatnya dikenal sebagai kendaraan zikir (karena penumpangnya komat-kamit takut nabrak).

Selain soal “kemampuan” itu, bus Sumber Kencono tentu saja jelas punya kapasitas yang lebih besar untuk ngangkut pasukan daripada Hilux andalan milisi Afghanistan.

Hanya saja, kelemahan kalau Taliban mau pakai kendaraan ini cuma satu: kalau mau pakai harus sekalian sama sopirnya.

BACA JUGA Menggantikan Rio Haryanto dan Sederet Karier Lain untuk Sopir Sumber Kencono dan tulisan soal OTOMOTIF lainnya.

Terakhir diperbarui pada 13 Desember 2021 oleh

Tags: avanzahiluxsumber kenconoTalibantoyota
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Calya, Mobil Toyota yang Ganggu Kewarasan Logika Saya MOJOK.CO
Otomojok

Derita Toyota Calya Adalah Penderitaan yang Mengobrak-abrik Kewarasan Logika Saya padahal Ia Adalah Pahlawan Finansial Keluarga Kelas Pekerja

24 Maret 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO
Sehari-hari

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
Innova Zenix Wujud Kebodohan Finansial- Terbaik Tetap Reborn MOJOK.CO
Otomojok

Mendewakan Innova Zenix Adalah Kesesatan Finansial, Wujud Kebodohan Struktural yang Sangat Hakiki karena Tetap Kalah Aura Dibanding Innova Reborn

10 Maret 2026
Toyota Avanza Perusak Gengsi, Gak Waras Gak Berani Beli MOJOK.CO
Otomojok

Toyota Avanza Bekas Perusak Gengsi, tapi Orang Waras Pasti Tidak Ragu untuk Membeli Mobil yang Ramah Ekonomi Keluarga Ini

24 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung MOJOK.CO

Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung

6 April 2026
Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living MOJOK.CO

Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

8 April 2026
Jurusan Antropologi Unair kerap diremehkan. MOJOK.CO

Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas

9 April 2026
Jurusan Antropologi Unair selamatkan saya usai ditolak UGM. MOJOK.CO

Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali

6 April 2026
#NgobroldiMeta jadi upaya AMSI dan Meta dukung pelaku media memproduksi jurnalisme berkualitas di era AI MOJOK.CO

#NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI

10 April 2026
Hasutan dan jebakan orang minta donasi di Stasiun Tugu Jogja, ternyata berkedok penipuan MOJOK.CO

Turun Stasiun Tugu Jogja Muak sama Orang Minta Donasi: Tidak Jujur Sejak Awal, Jual Kesedihan Endingnya Jebakan

5 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.