Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

898 RS ‘Mark-up’ Kelas Demi Duit BPJS Kesehatan itu Tak Mengapa: Tak Mengapa, Ndiasmu!

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
16 Maret 2020
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – KPK temukan dugaan mark-up yang dilakukan 898 rumah sakit di Indonesia agar dapat untung lebih gede dari BPJS Kesehatan. Oh, gitu caranya?

Kabar tak sedap muncul dari instansi kesehatan di Indonesia. Baru-baru ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan dugaan 898 rumah sakit di Indonesia melakukan mark-up kelas. Maksudnya, rumah sakit yang buanyaknya nadzubillah itu diduga memanipulasi kelas rumah sakit biar dapat klaim BPJS lebih gede dari yang seharusnya.

Iklan

Jadi, setiap rumah sakit itu kan ada kelas-kelasnya. Nah, semakin tinggi kelas rumah sakitnya (tentu beserta pelayanannya), maka klaim BPJS Kesehatan yang dibebankan jadi lebih tinggi. Dengan begitu, rumah sakit yang bersangkutan bisa dapat kelebihan duit dari selisih kelasnya.

Hasil yang bikin ngelus dada ini didapatkan dari kajian yang dilakukan KPK, sebuah lembaga yang belakangan emang lebih doyan melakukan pencegahan korupsi ketimbang memberantas.

“Dari 7 ribu RS, di-review langsung oleh Kemkes (Kementerian Kesehatan), didapatkan 898 RS yang tidak sesuai dengan kelasnya. Tapi ketetapan kelas RS ditentukan oleh Dinkes dan otonomi daerah, tidak bisa Kemkes (langsung) mengoreksi,” kata Pahala Nainggolan, Deputi Pencegahan dari KPK seperti diberitakan beritasatu.com.

Temuan ini sendiri sebenarnya adalah hasil dari kajian yang dilakukan Kemkes bersama KPK sejak 2018. Dalam kunjungan ke beberapa rumah sakit, baru ketahuan kalau ada rumah sakit mengklaim berada di kelas A, padahal fasilitas yang dimiliki belum sampai ke sana.

Karena polah nakal ini, diduga ada pemborosan klaim. Sebagai gambaran, hanya dari 4 rumah sakit saja, kerugian yang diderita BPJS Kesehatan mencapai Rp33 miliar per tahun. Hadeeeh.

“Kita hitung setahun itu 4 RS, yang beda kelas dengan realitas. Kelasnya mengklaim A, B, atau C. Dia mengklaim di kelas yang sarana maupun orangnya sebenarnya tidak di kelas itu,” tambah Pahala Nainggolan.

Angka Rp33 miliar itu jelas akan melonjak makin gila-gilaan kalau menghitung 898 rumah sakit yang juga melakukan mark-up model begini. Setidaknya, kalau dari 898 rumah sakit, BPJS Kesehatan harus merugi sebanyak Rp6,6 triliun karena kelakuan ambyar model begini.

Dalam hal ini KPK segera memerintahkan Kementerian Kesehatan dan Pemda agar mengevaluasi kelas-kelas rumah sakit di seluruh Indonesia. Meski, kalau benar-benar KPK ingin melakukan pencegahan korupsi, harusnya pihak Kemkes dan Pemda juga harus diperiksa.

Lah iya dong, kok longgar amat rumah sakit bisa mainan naikin kelas kayak gitu? Emangnya Pemda dan Kemkes ngapain kok mengizinkan mark-up kelas itu gitu aja?

Melihat data ini, setidaknya ada dua pilihan yang bisa diambil oleh 898 rumah sakit bermasalah ini. Pertama, menurunkan status kelas rumah sakitnya. Kedua, mengupayakan rumah sakit yang seenak udel menaikkan kelas ini benar-benar meningkatkan kualitas sesuai dengan kelasnya.

Lebih parah lagi, tak hanya menaikkan kelas rumah sakit, ratusan rumah sakit ini juga ternyata “usil” menaikkan anggaran pasien pengguna BPJS Kesehatan.

“Pembayaran pasien yang dirawat di ruang perawatan kelas 3, namun pihak rumah sakit mengklaim sebagai pembayaran ruang kelas 2. Pembayarannya jadi lebih tinggi,” kata Nuru Ghufron, Wakil Ketua KPK.

Iklan

Artinya, kalau kamu pasien BPJS Kesehatan kelas 3, lalu dirawat di kelas 3. Dari obat, penanganan medis, dan semuanya ala kelas 3. Lalu dengan amoral, pihak rumah sakit melaporkan ke BPJS Kesehatan kamu adalah pengguna kelas 2.

Ini jelas brutal banget sih. Mengingat ada 800-an rumah sakit yang melakukan hal ini sejak bertahun-tahun. Oalah, pantesan kalau BPJS Kesehatan akhirnya defisit gila-gilaan. Mana bisa nggak defisit kalau begini caranya.

Udah untung dapat dari mark-up kelas rumah sakit, masih mark-up kelas dari pasien pengguna BPJS Kesehatan. Wajar kemudian kalau kenaikan iuran BPJS yang sempat dibikin pemerintah kemarin itu benar-benar bukan solusi.

Sebab, percuma menaikkan iuran kalau duit itu disedot oleh pihak rumah sakit yang doyan mainan mark-up. Untungnya, menaikkan BPJS ini akhirnya dievaluasi oleh Mahkamah Agung, dan iuran BPJS Kesehatan dikembalikan seperti sedia kala.

Cuma masalahnya, karena KPK yang sekarang lebih konsen pada pencegahan, orang-orang di balik mark-up gila-gilaan ini kayaknya nggak bakal ditangkap. Iya dong, kan dicegah korupsi lagi?

Lagipula rakyat Indonesia itu tipikalnya mudah memaafkan dosa-dosa masa lalu. Perkara yang kemarin-kemarin bener-bener nilep duit rakyat model begini mah nggak apa-apa kaleee….

Nggak apa-apa, ndiaaasmu SpongeBob.

BACA JUGA Solusi Defisit BPJS itu Bukan Cuma Naikin Iurannya! atau tulisan rubrik POJOKAN lainnya.

Terakhir diperbarui pada 24 September 2025 oleh

Tags: bpjs kesehatandefisitKPKmark-up
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Persiapan Resign di Usia 30 Supaya Tidak Menderita dan Gila MOJOK.CO
Cuan

Kebodohan atau Keberanian: Inilah yang Saya Siapkan ketika Memutuskan Resign Menjelang Usia 30 dan Hidup Sebagai WNI Kelas Menengah Supaya Tidak Berakhir Menderita dan Gila

18 Juni 2026
Gus Ipul, Awas Kutukan Sepatu Hitam di Sekolah Rakyat MOJOK.CO
Esai

Gus Ipul, Awas Kutukan Sepatu Hitam di Sekolah Rakyat 

11 Mei 2026
Bupati dan Walikota yang Korupsi Itu Lebih dari Sekadar Mengerikan MOJOK.CO
Tajuk

Bupati dan Wali Kota yang Korupsi Itu Lebih dari Sekadar Mengerikan

13 April 2026
bpjs kesehatan.MOJOK.CO
Kabar

Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

5 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gen Z Habiskan Gaji untuk Konser K-Pop. MOJOK.CO

Gen Z Habiskan Gaji demi Konser K-Pop: “Balas Dendam” Terbaik untuk Penuhi Inner Child

25 Juni 2026
Nasib desainer grafis di desa kabupaten: jasa desain logi dianggap gratisan, pindah Jakarta kaget ternyata cuannya menjanjikan MOJOK.CO

Jasa Desain Logo di Desa Kabupaten Dianggap Sepele hingga Jadi Gratisan, Pindah Jakarta Kaget 1 Logo Cuannya Menjanjikan

23 Juni 2026
gagal jastip saat war tiket konser BTS. MOJOK.CO

Pertama Kali War Tiket Konser BTS: Trust Issue Pakai Jastip karena Selalu Gagal, Justru Hoki Berkat Teman yang FOMO

23 Juni 2026
Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran.MOJOK.CO

Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran

22 Juni 2026
Pengamen di kampung Jombang bisa datang 4-5 kali dalam sehari MOJOK.CO

Tinggal di Jombang Selatan: Tiap Hari Rumah Didatangi 4-5 Pengamen Keras Kepala dari Pagi-Malam karena Terlanjur Tuman

22 Juni 2026
Wisata air Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah akan dikembangkan. Ada investasi dari Cilacap hingga Jepang MOJOK.CO

Rawa Pening Kabupaten Semarang bakal Jadi Wisata Unggulan Jateng, Tawarkan Rumah Makan Apung-Keramba

25 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.