Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

5 Akal-akalan Pedagang Soto Ayam, Pembeli Tak Menyadarinya

Intan Ekapratiwi oleh Intan Ekapratiwi
10 September 2025
A A
5 Akal-akalan Pedagang Soto Ayam, Pembeli Tak Menyadarinya

5 Akal-akalan Pedagang Soto Ayam, Pembeli Tak Menyadarinya (Danang Tri Hartanto via Wikimedia Commons)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Soto ayam bisa dibilang salah satu makanan paling populer di Indonesia. Hampir setiap daerah punya versinya masing-masing. Ada soto Lamongan, soto Semarang, soto Kudus, dll. Kuah hangat yang gurih, suwiran ayam yang lembut, ditambah taburan koya atau bawang goreng membuat hidangan satu ini jadi pilihan banyak orang.

Namun di balik popularitasnya, ternyata ada lho oknum pedagang yang menggunakan berbagai akal-akalan untuk menipu pembeli demi menambah keuntungan sebanyak-banyaknya. Tipu daya ini dilakukan secara halus sehingga tak langsung disadari pembeli. Misalnya seperti beberapa hal berikut ini.

#1 Menyajikan soto ayam dengan banyak kuah, isian sedikit

Tipu daya pedagang soto ayam pertama ini cukup sering saya jumpai. Kuah berlimpah tapi isiannya minimalis.

Saat mangkuk soto terhidang, sesaat terlihat penuh dan menggoda. Tapi begitu diaduk, isinya kebanyakan kuah. Suwiran ayam, sayur, dan kondimen lainnya hanya sedikit. Ini sih namanya bukan soto ayam, melainkan nasi kuah dengan topping ayam. Alhasil pembeli merasa kenyang karena minum kuah soto, bukan karena lauknya. 

#2 Rasa kuah bukan gurih alami untuk menutupi kekurangan

Selain menyajikan soto dengan kuah lebih banyak, rasa kuah juga kerap diakali pedagang. Biasanya pedagang menambahkan micin atau penyedap rasa dalam jumlah banyak untuk membuat kuah soto terasa gurih. Jadi gurihnya bukan karena gurih alami dari ayam yang dimasak hingga menghasilkan kaldu, melainkan dari tambahan micin dan penyedap rasa.

Sebenarnya penggunaan micin dan penyedap rasa ini sah-sah saja dan biasa dalam campuran makanan. Tapi masalahnya, kalau terlalu banyak bisa berisiko bagi kesehatan. Mengutip Alodokter, mengonsumsi micin secara berlebihan bisa memicu asma, sakit kepala dan hipertensi, hingga gangguan ginjal.

Pembeli yang lidahnya memang terbiasa dengan tambahan micin dan penyedap rasa akan menganggap rasa gurih ini biasa saja. Sementara pembeli yang tak terbiasa dengan tambahan micin atau memiliki lidah sensitif mungkin akan merasa aneh dengan rasa gurih berlebih ini.

#3 Mengawetkan daging ayam pakai boraks, kalau tidak habis masih bisa dijual keesokan harinya

Tipu daya pedagang soto ayam selanjutnya terhadap pembeli adalah menggunakan boraks untuk mengawetkan daging ayam. Daging ayam yang digunakan untuk soto direbus dengan boraks hingga bisa tahan berhari-hari bahkan hingga dua minggu! Dulu pernah ada video investigasi mengenai pemakaian boraks ini terhadap potongan daging ayam yang diambil diam-diam dari penjual soto.

Tujuan pedagang soto ayam yang menggunakan trik licik mengawetkan daging dengan boraks ini agar nggak merugi apabila dagangannya tak habis. Jadi daging ayam masih bisa disimpan untuk jualan besok-besok. Hiiiy, seram.

#4 Ayam disuwir halus agar terlihat banyak

Selain mengakali kuah, ada juga pedagang yang menyiasati ayam yang digunakan. Yang ini bukan diawetkan dengan boraks, tapi disuwir sangat tipis, setipis benang kayaknya. Jadi secara visual, suwiran daging ayam ini terlihat banyak saat dihidangkan.

Padahal kalau dikumpulkan mungkin suwiran-suwiran ini tak sampai sepotong kecil daging ayam. Yah, namanya juga pedagang nakal. Ada saja cara yang digunakan biar bisa mendapat untung banyak tapi modal sedikit.

Di satu sisi, pembeli merasa sudah mendapat porsi yang layak. Padahal sebenarnya ayamnya nggak banyak karena sudah disuwir sangat halus.

#5 Soto ayam disajikan dengan sambal encer yang sudah ditambah air berkali-kali

Kemarin saya sempat menulis soal akal-akalan pedagang mie ayam di sini. Salah satu poinnya adalah pedagang menyajikan sambal encer yang sudah ditambahi air berkali-kali. Hal tersebut rupanya juga beberapa kali saya jumpai saat makan soto ayam.

Alih-alih mendapatkan sambal yang kental dan banyak biji cabainya, saya pernah bertemu sambal soto ayam yang encer. Bahkan biji cabainya tersisa sedikit dan warnanya sudah hampir mendekati bening. Menambahkan air berkali-kali ke dalam sambal jadi salah satu trik pedagang untuk meminimalisir kerugian. Ya supaya sambalnya awet, dapat banyak, dan nggak perlu bikin sambal setiap hari yang berarti harus membeli cabai. 

Iklan

Bisa dibilang tipu daya semacam ini hanya memberi keuntungan sesaat. Pembeli mungkin nggak menyadari, tapi begitu sadar, pasti nggak akan kembali ke warung yang curang. Sebaliknya, pedagang yang ikhlas memberikan porsi sesuai harga akan mendapat pelanggan setia. Ingat, kepercayaan dan kepuasan pelanggan adalah modal utama untuk bertahan di dunia kuliner.

Penulis: Intan Ekapratiwi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 4 Dosa Penjual Soto Ayam yang Memasang Spanduk Bertuliskan “Lamongan” dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 14 September 2025 oleh

Tags: kuah sotokuliner sotopedagang sotopedagang soto ayamSotosoto ayam
Intan Ekapratiwi

Intan Ekapratiwi

Artikel Terkait

Dosa Besar Pedagang Soto Adalah Merusak Kesegaran Kuah Demi Mempertebal Margin Keuntungan Mojok.co
Pojokan

3 Dosa Pedagang Soto, Merusak Kesegaran Kuah demi Mempertebal Margin Keuntungan 

11 Juli 2025
Soto Pasar Gede Bu Harini di Solo. MOJOK.CO
Catatan

Pengalaman Pertama Orang Surabaya Mencicipi Soto Bening di Pasar Gede Bu Harini Solo yang Sudah Berdiri Sejak Empat Generasi

21 April 2025
warung soto sawah bu hadi jogja pernah dikunjungi presiden soekarno.MOJOK.CO
Catatan

Warung Soto Sawah Khas Jogja Sejak 1950, Dapat Pesan Khusus Saat Dikunjungi Presiden Soekarno

23 Februari 2024
soto rembang.MOJOK.CO
Kuliner

Soto Rembang, Dua Dekade Bertahan dari Serbuan Mahasiswa UNY yang Kelaparan

19 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kereta eksekutif murah selamatkan saya dari neraka kereta ekonomi. MOJOK.CO

Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi

1 April 2026
Ambisi beli mobil sebelum usia 30. Setelah terbeli Suzuki Ertiga tetap tidak bisa senangkan orang tua dan jadi pembelian sia-sia MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia

3 April 2026
Gaji 8 Juta di Jakarta Jaminan Miskin, Kamu Butuh 12 Juta MOJOK.CO

Gaji 8 Juta di Jakarta Tetap Bisa Bikin Kamu Miskin, Idealnya Kamu Butuh Minimal 12 Juta Jika Ingin Hidup Layak tapi Nggak Semua Pekerja Bisa

2 April 2026
Work from home (WFH) untuk ASN tidak peka kondisi pekerja informal MOJOK.CO

WFH 1 Hari ASN Perlu Lebih Peka terhadap Kondisi Pekerja Informal

30 Maret 2026
Perjuangan UTBK SNBT demi lolos universitas terbaik di Semarang (Universitas Diponegoro alias Undip). Numpang di masjid hingga andalkan makan dari warga saat kelaparan MOJOK.CO

UTBK SNBT Modal Nekat dan Keberuntungan demi Undip: Tak Bawa Uang, Numpang Tidur di Masjid-Bergantung Makan dari Warga saat Kelaparan

30 Maret 2026
Gagal kuliah di PTN karena tidak lolos SNBP, padahal masih ada jalur SNBT dan UM UGM

Keterima ITS tapi Tak Diambil demi Nama Besar UGM, Malah Merasa Bodoh karena Gagal SNBP padahal Hanya Seleksi “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tak Pasti Aman

1 April 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.