Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

4 Kesalahan yang Tanpa Sadar Dilakukan Wisatawan Saat Membeli Gudeg Jogja, Hindari Atau Kalian Rugi Sendiri

Intan Ekapratiwi oleh Intan Ekapratiwi
4 November 2025
A A
4 Kesalahan yang Tanpa Sadar Dilakukan Wisatawan Saat Membeli Gudeg Jogja, Hindari Atau Kalian Rugi Sendiri

4 Kesalahan yang Tanpa Sadar Dilakukan Wisatawan Saat Membeli Gudeg Jogja, Hindari Atau Kalian Rugi Sendiri (unsplash.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Selain bakpia, oleh-oleh lain dari Jogja yang menjadi incaran wisatawan adalah gudeg. Memang tak semua lidah menyukai cita rasa makanan satu ini karena cenderung manis. Tetapi datang ke Jogja dan pulang tanpa mencicipi atau membawa hidangan khas yang terbuat dari nangka muda ini rasanya seperti “berdosa”.

Tak sedikit wisatawan yang kemudian terjebak dalam drama membeli gudeg. Membeli gudeg kelihatannya memang gampang. Tinggal pilih yang terkenal, lalu bungkus bawa pulang ke kampung halaman. Nyatanya banyak jebakan kecil yang bisa membuat wisatawan salah pilih, salah rasa, bahkan salah ekspektasi. 

Jadi, sebelum wisatawan pulang dari Jogja, sebaiknya kenali kesalahan-kesalahan ini. Umumnya kesalahan ini dilakukan wisatawan tanpa sadar. Hindari atau kalian rugi sendiri!

#1 Wisatawan terlalu fokus pada merek besar

Kesalahan pertama yang kerap dilakukan wisatawan yang datang ke Jogja adalah terlalu fokus pada merek atau nama besar sesuatu. Mau cari bakpia, cari yang sudah terkenal banget. Mau cari sate klathak, makan di tempat yang sering nongol di medsos. Nah, mau cari gudeg pun sama. Padahal ya belum tentu cita rasanya sesuai dengan lidah.

Kalau saya perhatikan, wisatawan yang datang seringnya ingin membeli gudeg Jogja yang mempunyai nama besar dan sering muncul di berbagai video food vlogger. Padahal kalau mau jujur, gudeg enak di sini nggak selalu yang viral, lho. Kadang di dalam gang kecil atau di warung sederhana, kita justru bisa menemukan gudeg dengan rasa yang nggak kalah enak tapi harganya bersahabat.

#2 Beli gudeg Jogja di waktu yang salah

Gudeg itu bukan makanan yang bisa kalian makan begitu saja. Kalau kalian datang ke warung gudeg jam 2 siang dan berharap masih dapat rasa terbaik, kemungkinan besar kalian hanya akan mendapat “ampasnya”.

Maksud saya begini, beberapa gudeg yang legendaris di Jogja ada yang buka dari pagi buta atau malam hari sekalian. Dan pembelinya pun biasanya sudah banyak yang antre. Jadi kalau kalian datang terlambat sedikit saja, bukan tak mungkin kalian bakal kehabisan. 

Saran saya, cari tahu dulu jam buka warung gudeg yang kalian tuju. Jangan sampai kalian mau makan Gudeg Bromo misalnya, tapi datang jam 6 pagi, ya jelas udah habis. 

#3 Mengira semua gudeg Jogja sama

Kesalahan selanjutnya yang tak disadari wisatawan adalah mengira semua gudeg Jogja sama. Rasanya manis, lembek, warnanya cokelat, dan berkuah. Padahal nggak semua gudeg Jogja sama. Ada gudeg kering dan juga gudeg basah.

Sri Sunarti, pemilik Gudeg Permata di Jogja, pernah menjelaskan perbedaan gudeg basah dan kering seperti yang dikutip Kompas. Kuah areh pada gudeg kering cenderung lebih kental sehingga terlihat sedikit dan kering ketimbang gudeg basah. Selain itu, sambal goreng krecek pada gudeg basah memiliki kuah, sementara pada gudeg kering nggak ada kuahnya. Dari segi ketahanan pun, gudeg kering sedikit lebih tahan lama dibanding gudeg basah.

#4 Lupa bertanya daya tahan saat beli untuk oleh-oleh

Tak sedikit wisatawan yang ingin membawa pulang gudeg sebagai oleh-oleh bagi sanak saudara di kota asal. Sayangnya, kebanyakan wisatawan lupa bertanya kepada penjual berapa lama gudegnya bisa bertahan.

Akibatnya, begitu sampai di rumah, gudeg sudah basi. Makanya saran saya, kalau kalian memang ingin membawa gudeg Jogja sebagai oleh-oleh, pastikan dulu jenis gudegnya, kering atau basah. Jangan sampai nekat membawa gudeg basah untuk oleh-oleh ke Bekasi, misalnya. 

Selain itu, kalau mau membawa pulang gudeg kering juga perlu diperhatikan kemasannya. Meski katanya gudeg kering bisa awet lebih lama, cara penyimpanan juga berpengaruh. Lagian sekarang sudah ada produk gudeg kaleng yang lebih praktis untuk dijadikan oleh-oleh. Nggak usah takut basi.

Itulah kesalahan yang umumnya dilakukan wisatawan saat membeli gudeg Jogja. Saran saya sih hindari kesalahan-kesalahan di atas supaya pengalaman kalian menyantap gudeg di Kota Pelajar tetap terasa manis seperti rasa gudeg yang kalian cicipi. Kalau nekat melakukan satu dari hal di atas, yang rugi kalian sendiri, lho.

Iklan

Penulis: Intan Ekapratiwi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 5 Gudeg Jogja yang Membuat Wisatawan Kecewa dan Wajib Kamu Hindari dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 4 November 2025 oleh

Tags: areh gudeggudeggudeg basahGudeg Jogjagudeg kalenggudeg keringoleh-oleh Jogja
Intan Ekapratiwi

Intan Ekapratiwi

Artikel Terkait

Gudeg, Kuliner Jogja yang Makin Tak Cocok untuk Orang Miskin (Unsplash)
Pojokan

Harga Gudeg Jogja Naik, Berpotensi Menguatkan Sisi Gelap kalau Kuliner Jogja Ini Memang Bukan Makanan Murah Lagi

9 April 2026
Menyesal Sarapan Gudeg Jogja setelah Jadi Korban Nuthuk Rega (Unsplash)
Pojokan

Ketika Orang Jogja Dibuat Menyesal Sarapan Gudeg Jogja karena Jadi Korban Nuthuk Rega

25 Maret 2026
4 Oleh-Oleh Malioboro Jogja Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Membeli Mojok.co
Pojokan

4 Oleh-Oleh Khas Malioboro Jogja yang Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Membeli

24 Maret 2026
Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan Mojok.co
Pojokan

Dosa Wisatawan ke Penjual Gudeg: Sibuk Mencela padahal Penjual Sudah Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja 

15 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tidak memberi utang saat teman pinjam uang selalu dicap jahat dan dijauhi dari pertemanan MOJOK.CO

Pertemanan Memuakkan: Tak Beri Utang Teman Dijauhi dan Dicap Jahat, Berteman Cuma Diperalat Jadi Dana Darurat

8 Mei 2026
Petani di Delanggu, Klaten maju berkat sistem permakultur. MOJOK.CO

Belajar Bertani dari Dasar, Akhirnya Hidupkan Ketahanan Pangan dari Lahan Kosong di Delanggu Klaten

6 Mei 2026
Kerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel): terlihat elite tapi Work Life Balance sulit MOJOK.CO

Kerja di Kebayoran Baru Jaksel: Cuma Kelihatan Elite tapi Work Life Balance Sulit, Resign Tak Selesaikan Masalah

10 Mei 2026
Semester 5 kuliah: Masa paling overthinking kepikiran ortu dan masa depan, percuma cari pelarian MOJOK.CO

Semester 5 Kuliah: Masa paling Overthinking bagi Mahasiswa karena Kepikiran Ortu dan Masa Depan, Percuma Cari Pelarian

5 Mei 2026
AstraPay berupaya memperkuat kontribusinya melalui inovasi layanan, edukasi ekosistem, serta pengembangan akses keuangan digital bagi UMKM di tengah pertumbuhan pembayaran atau transaksi digital (QRIS) MOJOK.CO

Membaca Peluang Ekonomi di Tengah Pertumbuhan Transaksi Digital, AstraPay Berkomitmen Bantu Tingkatkan Daya Saing UMKM

9 Mei 2026
modus kekerasan seksual.MOJOK.CO

Jejak Digital Kekerasan Seksual Bikin Trauma Anak Berkepanjangan, Pemulihan Korban Tak Cukup Hapus Konten

9 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.