Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Untung-Rugi Pakai Pembalut Kain, Pernah Coba?

Redaksi oleh Redaksi
19 Februari 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pembalut kain saat menstruasi? Duh, beneran aman nggak? Bukannya malah kayak pakai popok, ya???!!!

Sebelum maraknya produksi menstrual cup, pembalut sekali pakai, atau bahkan tampon dimulai, perempuan-perempuan zaman dulu sering kali menggunakan pembalut kain pada masa datang bulan. Yang dimaksud dengan pembalut kain pada masa itu adalah potongan beberapa lapis kain yang berbentuk persegi panjang, lalu diselipkan ke celana dalam.

Terdengar sangat ceroboh? Tunggu dulu—nyatanya, belakangan, tren pembalut kain kembali dimulai.

Berbeda dengan wujud lampaunya, pembalut kain kini tampil dengan lebih menarik. Secara fisik, ia mempunyai sayap, sebagaimana pembalut sekali pakai, dan dapat ‘bertahan’ di celana dalam dengan bantuan kancing di ujung-ujungnya. Beberapa pembalut kain hadir dengan motif-motif lucu dan menarik, walaupun sebenarnya motif-motif ini juga nggak guna-guna amat, sih.

Maksud saya—ya mau bagaimana lagi, lah wong motifnya aja pasti ketutupan di celana dalam!

Namun, sebagai perempuan, tentu wajar-wajar saja kalau kita bertanya-tanya: lebih aman dan enak mana sih, pakai pembalut kain atau pembalut sekali pakai?

Bagi orang-orang yang mudah iritasi saat menggunakan pembalut sekali pakai, pembalut kain tentu dapat menjadi godaan yang luar biasa. Namun, apakah ia dapat memenuhi segala kebutuhan kita (hah, kita???)? Apakah ia mampu memiliki daya tampung yang baik dan memahami kita saat sedang terjebak rutinitas sehingga tak bisa dengan segera berganti pembalut?

Jika ditelaah lebih dalam, memang ada keuntungan dan kerugian tersendiri yang ditawarkan oleh pembalut kain, khususnya jika dibandingkan dengan pembalut sekali pakai. Dari sisi praktis dan daya tampung, misalnya, jelas mereka berbeda.

Pembalut kain tak bisa dikatakan tidak praktis karena ia dapat digunakan kembali setelah dicuci. Dengan kata lain, kita nggak perlu punya satu pak pembalut kain isi 12 untuk setiap siklus menstruasi—miliki saja beberapa dan cuci dengan teratur, maka segalanya akan terpenuhi. Bahkan, ‘umur’ rata-rata dari pembalut kain ini adalah sekitar lima tahun jika dirawat dengan baik dan benar.

Karena kepraktisannya, pembalut jenis ini juga mampu mendorong kita untuk lebih ramah lingkungan. Pasalnya, ia tak lagi menciptakan volume sampah meningkat, sebagaimana yang dihasilkan oleh pembalut sekali pakai. Plus, ia juga tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya, sebagaimana isu klorin yang santer beredar di kalangan pembalut sekali pakai.

Dan, seperti yang telah disebutkan di atas, pembalut ini juga menekan risiko iritasi di selangkangan yang sering muncul akibat penggunaan pembalut biasa.

Tapi—tentu saja—sebagaimana koin yang memiliki dua sisi, ada pula beberapa kekurangan pembalut berbahan kain yang perlu membuat kita berpikir ulang kembali.

Kalau pembalut sekali pakai mudah diganti (dan dibuang), tidak demikian dengan pembalut kain. Umumnya, setelah digunakan selama 5 jam atau hingga terasa penuh, kita tentu akan menggantinya, bukan? Nah, di sinilah masalah dimulai.

Pembalut berbahan kain, ternyata, memakan waktu cukup banyak dalam proses pencucian dan—yang tak kalah penting—pengeringannya. Proses ini tak bisa berjalan dalam sekejap mata sehingga bakal cukup merepotkan kalau kita hanya mempunyainya dalam jumlah terbatas.

Iklan

Mengerikannya, proses pencucian dan pengeringan yang tidak sempurna ini justru bakal menyebabkan adanya bakteri atau jamur yang jelas bakal mengancam kesehatan vagina. Duh!

Kalau begitu, bolehkah kita menggunakan pembalut kain dalam waktu lama, demi memudahkan proses penggantian berikutnya?

DIkutip dari Hellosehat.com, dokter spesialis obstetri dan ginekologi dr. Prima Progestian, SpOG, MPH menyebutkan bahwa penggunaan pembalut berbahan kain terlalu lama juga tak bisa dibilang aman. Pasalnya, hal ini justru akan menyebabkan area vagina mudah lembap dan dapat memicu pertumbuhan bakteri. Nah, kalau ada banyak bakteri, hal-hal bahaya lainnya pun dapat terjadi: iritasi, infeksi, bau tak sedap, hingga keputihan.

Lantas, benarkah pembalut kain akan jadi jauh lebih baik untuk digunakan daripada pembalut sekali pakai?

Jawaban dari pertanyaan ini cukup simpel: tergantung masing-masing dari kita (hah, kita???). Kalau kita anaknya Aquarius banget alias mager (males gerak), pembalut kain jelas bukan pilihan yang tepat. Tapi kalau kita bertekad bulat dan berdedikasi untuk rajin mengganti, mencuci, sekaligus menjemur pembalut kain, why don’t we give it a go?

Kalau kita (hah, kita???) tak pernah mengalami masalah dengan pembalut sekali pakai dan tak berniat mencoba pembalut berbahan kain, tak masalah. Namun, kalau kita merasa cukup lelah dengan gatal-gatal dan iritasi saat menggunakan pembalut biasa di masa menstruasi, mungkin pembalut kain adalah solusi yang tepat.

Yah, dijalani dulu aja, sih. Siapa tau jodoh.

Nggak usah baper, ini lagi ngomongin pembalut, bukan pacarmu.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: iritasikesehatan vaginamenstruasipembalut kainpembalut sekali pakaitampon
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Pakai Darah Haid demi Bikin Cowok Klepek-klepek, Salah Satu Wujud Insecure yang Aneh
Pojokan

Pakai Darah Haid demi Bikin Cowok Klepek-klepek, Salah Satu Wujud Insecure yang Aneh

26 September 2021
Zara, Posting Video Pribadi Emang Hak Kamu, tapi Hak Itu Nggak Bebas Konsekuensi perempuan edgy kalis mardiasih mojok.co
Kolom

Perempuan dan ‘Kutukan’ Menstruasi

2 Mei 2021
Rudi Supriyadi, generasi ke-5 Jamu Ginggang
Liputan

Jamu Ginggang Pakualaman, 5 Generasi Menjaga Tradisi

7 Maret 2021
cewek minta injak jempol kaki biar mens pencet jempol ketularan mens mitos haid synchronise period cara cepat ens telat datang bulan siklus mentruasi tidak teratur mojok.co
Pojokan

Menelusuri Kebiasaan Injak Jempol Kaki Biar Ketularan Mens

2 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

ilustrasi sepeda klaten.MOJOK.CO

Belajar Makna “Paseduluran” dari Penjual Onthel Lawas yang Sudah Tiga Dekade Hidup dari Pit Kebo

2 Juni 2026
Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026
Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026
Proyek pengelolaan sampah menjadi listrik (PSEL) Semarang Raya dilirik dunia MOJOK.CO

Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) Semarang Raya Dilirik Dunia, Jadi Solusi Masa Depan Kota

5 Juni 2026
Salah paham terhadap paket intimate wedding di wedding organizer (WO) MOJOK.CO

Salah Paham pada Paket Intimate Wedding di WO: Dikira Tekan Biaya padahal Bisa Tetap Mahal, Karena Intimate dan Biaya Itu Dua Hal Berbeda

4 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.