Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Pertolongan Pertama pada Keracunan Makanan, Supaya Racun Segera Keluar

Redaksi oleh Redaksi
23 November 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Makanan yang enak bisa jadi racun, jika tidak kita proses dengan cara yang tepat. Jika kita keracunan makanan kita sendiri, begini pertolongan pertamanya.

Kita pasti sering melihat berita di TV atau di koran, mengenai keracunan makanan yang melanda banyak orang secara serentak. Misalnya setelah mereka mengkonsumsi makanan dari sebuah pesta pernikahan, yang ternyata ada makanan dalam pesta tersebut sudah tidak layak untuk dimakan lalu menjadi racun. Bisa jadi karena dimasak dengan cara yang tidak benar atau salah satu makanan tersebut sudah dimasak jauh-jauh hari, dan jadi basi ketika pesta diselenggarakan.

Adapula cerita keracunan makanan ramai-ramai ini datang dari sebuah sekolah, setelah murid-murid mereka mengkonsumsi produk yang diberikan secara cuma-cuma dari sebuah perusahaan makanan. Eh lha dalah, ternyata produknya sudah melewati batas kadaluarsa.

Lantas, kalau sudah terlanjur keracunan, apa yang perlu kita lakukan supaya kita dapat sehat lagi seperti sedia kala?

Sebelumnya, kami perlu memperjelas di sini, bahwa keracunan yang akan kami bahas, bukan memberi racun pada makanan atau minuman orang yang tidak suka—seperti adegan yang jamak terjadi dalam sinetron dan FTV. Fyi, yang akan kami bahas di sini mengenai keracunan makanan, ya. Bukan makanan yang diracun.

Keracunan makanan sendiri, adalah kondisi yang diakibatkan setelah kita mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi oleh organisme menular. Semisal bakteri, virus, maupun parasit. Jelas ya, terkontaminasi, bukan yang dikontaminasikan.

Ada beberapa hal yang biasanya dapat menyebabkan bahan makanan ini terkontaminasi dengan organisme tersebut. Diantaranya: (1) Tidak menyimpan makanan dalam suhu yang tepat—sehingga membusuk dan organisme menular bisa masuk ke dalamnya. (2) Tidak memasak makanan dengan cara yang benar. (3) Makanan sudah melewati masa kadaluarsa atau sudah membusuk. (4) Adanya kontaminasi silang, misalnya menggunakan talenan yang telah digunakan untuk memotong daging mentah, tanpa mencucinya terlebih dahulu, lalu langsung digunakan untuk memotong buah. (5) Makanan tersebut tersentuh oleh tangan kotor pejabat yang belum mencuci uang tangan.

Nah, ada beberapa jenis makanan yang mudah bikin kita keracunan nih. Mengapa? Karena jenis makanan ini mudah terkontaminasi oleh organisme menular jika tidak dimasak atau disimpan dengan baik.

Makanan itu antara lain, daging mentah, susu, telur mentah, makanan siap saji (sosis, keju, atau roti), makanan di dalam kaleng, kerang atau makanan laut yang mentah. Melihat daftar ini—yang kebanyakan makanan yang bersumber dari hewan, sepertinya orang vegan bakal semangat mengajak kita untuk menjadi vegan. Pasalnya, dijamin lebih aman dan jauh-jauh dari keracunan makanan.

Orang yang keracunan makanan, akan mengalami beberapa gejala berikut ini, yakni merasa mual dan muntah-muntah, mengalami diare, dan perut terasa kram. Sedangkan pada orang yang mengalami keracunan lebih parah, biasanya akan mengalami demam tinggi, dehidrasi parah, hingga buang air besar yang mengeluarkan darah.

Jika tanda-tanda tersebut kamu rasakan setelah menyantap makanan yang rasanya atau bentuknya saja kamu merasa tidak yakin bahwa makanan itu baik-baik saja, maka lakukan beberapa hal berikut ini, sebagai pertolongan pertama jika kamu belum mendapatkan perawatan medis

Pertama, orang yang mengalami keracunan biasanya akan dehidrasi karena diare dan muntah terus menerus. Supaya cairan tubuhnya tetap terjaga, maka ia harus banyak-banyak minum air putih. Selain air putih, kamu juga dapat mengkonsumsi air kelapa. Pasalnya, air kelapa memiliki manfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh serta menetralkan racun yang ada pada tubuh.

Kedua, untuk mengikat racun dalam saluran pencernaanmu, konsumsi saja tablet karbon aktif yang diminum dengan air putih. Namun, jika tidak ada tablet karbon aktif, kamu dapat mengkonsumsi susu untuk mengikat racun dan merangsang orang yang keracunan untuk muntah, sehingga racun keluar dan tidak beredar di dalam tubuh. Yang perlu kamu perhatikan, kamu tidak dapat asal menggunakan susu. Susu yang bisa digunakan untuk menetralkan racun, hanyalah susu murni tanpa bahan kimia.

Ketiga, meskipun kamu merasa tidak nyaman terus-menerus muntah atau diare, jangan mengkonsumsi obat anti muntah maupun obat anti diare. Pasalnya, muntah dan diare adalah mekanisme tubuh supaya racun-racun yang ada dalam tubuhmu dapat dengan cepat keluar. Namun, jika memang kamu telah mengalami dehidrasi parah dan muntah maupun diare tak juga kunjung berhenti, lebih baik segeralah meminta pertolongan medis.

Iklan

Keempat, keracunan memang membuat banyak cairan dalam tubuhmu keluar dan kamu merasa kelaparan. Namun, jangan memaksakan diri dengan mengkonsumsi banyak makanan sekaligus. Sebagai gantinya, selain banyak minum, kamu dapat mengkonsumsi makanan semacam sup ayam. Hmmm, dimakan saat masih panas, sungguh terasa hangat di badan.

Kelima, istirahatlah yang cukup. Iya, kamu memang diminta untuk beristirahat, Sayang. Namanya juga lagi sakit, nggak perlulah berlarian ke sana ke mari dan tertawa. Inget, kondisi badanmu sedang tidak baik dan lemes seperti tidak bertenaga, jadi beristirahatlah. Lupakan sejenak deadline yang ada. Beri kesempatan bagi tubuhmu untuk tidak terlalu banyak mengeluarkan tenaga. Janganlah kamu memintanya bekerja terlalu keras. Kasihan sekali. Itu tubuhmu sendiri, loh.

Untuk kamu yang saat ini sedang sakit karena mengalami keracunan makanan, semoga cepat sehat, dan daya tahan tubuhnya dapat menguat lagi seperti dahulu kala. Yeay! (A/L)

Terakhir diperbarui pada 23 November 2018 oleh

Tags: air kelapadehidrasikeracunan makananobat keracunanpenanganan keracunan makanan
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

3 Kejahatan Pedagang Es Kelapa Muda- Bahaya bagi Pembeli! (Unsplash)
Pojokan

3 Cara Licik Pedagang Es Kelapa Muda yang Membuat Mereka Cepat Meraup Keuntungan, tapi Membahayakan Kesehatan Pembeli

7 Juli 2025
jari berkerut mojok.co
Penjaskes

Jari Keriput Kena Air Jangan-jangan Jarimu Kerasukan Jenglot

5 Januari 2020
Penjaskes

Mengatasi Diare yang Rewel dengan Lima Langkah Mudah

26 Februari 2019
Sepasang Mata Iblis
Penjaskes

Cara Menghilangkan Lingkaran Hitam di Bawah Mata alias Mata Panda

16 Februari 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

orang tua.MOJOK.CO

35 Tahun Bekerja Keras demi Anak, tapi Kesepian di Masa Tua karena Dianggap Tak Pernah Hadir untuk Keluarga

24 Februari 2026
merantau di Jogja.MOJOK.CO

Cerita Perantau Jatim: Diremehkan karena Tinggal di Kos Kumuh Jogja, Bungkam Mulut Tetangga dengan Membangun Rumah Besar di Desa

25 Februari 2026
Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
Mall Kokas di Jakarta Selatan (Jaksel) macet

Mall Kokas, Tempat Paling Membingungkan di Jakarta Selatan: Bikin Pekerja “Mati” di Jalan, tapi Diminati karena Bisa Cicipi Gaya Hidup Elite

20 Februari 2026
Vokal kritisi kebijakan uin alauddin makassar, berujung fatal. MOJOK.CO

Pahitnya Jadi Mahasiswa Kritis di UIN Makassar: Berujung Skors, Beasiswa Dicabut, hingga Kecewakan Orang Tua yang Seorang Guru Honorer

24 Februari 2026
Pekerja gila Surabaya yang melamun di Danau UNESA. MOJOK.CO

Danau UNESA, Tempat Pelarian Pekerja Surabaya Gaji Pas-pasan dan Gila Kerja. Kuat Bertahan Hanya dengan Melamun

24 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.