Hidup kita udah kebanyakan mitos. Yang levelnya lokal, nasional, internasional, semuanya ada. Ane sebut di sini beberapa yang ngetop. Misal, angka 13 bikin sial, mandi tengah malam bikin rematik, ngantongin batu di saku pas kebelet biar nggak cepirit, ketiban cecak bikin sial, makan di ambang pintu bisa sulit jodoh, jarang datang kondangan temen bakal lebih sulit jodoh lagi, kalau rajin kondangan tapi masih sendiri aja, itu mah elunya yang nggak laku, nggak usah nyalahin mitos.

Masih kurang? Silakan cari sendiri deh. Di Google, banyak. Tanya enyaklu bakal lebih banyak lagi.

Sebagai keturunan Arab yang kawin sama fustun keturunan Pakistan, ane bersama bini merasa ada satu mitos yang merugikan banget. Ini mitos soal kambing. Katanya eh katanya, daging kambing yang enaknya nauzubilah itu bikin kolesterollah, sakit jantunglah, hipertensi, stroke, pokoknya segala macam penyakit serem-serem.

Gara-gara konon katanya yang kayak gitu tuh, orang jadi takut deh makan daging kambing. Eh tapi … buat yang bapak-bapak ada perkecualian nih. Kabarnya, kambing justru bisa menambah vitalitas pria. Apalagi kalau makan zakar alias torpedo si kambing.

Wallahualam soal benar nggaknya itu mitos, para ahli sebenarnya sudah ngasih keterangan yang cukup menarik dan adil mengenai makanan berbahan dasar daging kambing. Ahli apa? Ya ahli kesehatan dan gizi. Gitu doang kudu ditegasin.

Para ahli sudah jelasin kalau daging kambing justru jauh lebih baik dan lebih sehat dibanding daging kerbau, sapi, atau ayam. Kandungan proteinnya lengkap dan memenuhi kebutuhan asam amino yang diperlukan tubuh. Kadar lemaknya berasio sehat, ikatan lipoproteinnya bermanfaat mengurai kolesterol jenuh. Zat besi dan potasiumnya cukup. Vitamin C tak teroksidasi dalam daging kambing membantu menjaga kelembutan kulit. Struktur molekul daging kambing mudah dicerna oleh elemen-elemen dalam saluran pencernaan. Bagian pusat syaraf yang mengatur sistem darah (NW18) terkait dengan kawasan Thalamus (NW3) yang berperan penting dalam perasaan kasih sayang juga mudah menyerap hasil pencernaan daging kambing.

Untuk menghindari kemungkinan ane dikontak buat jadi host baru Dr. Oz Indonesia, ane klarifikasi kalau semua itu dikasih tahu adek ane yang ahli kesehatan.

Kata doi lebih lengkapnya, sebenarnya “bukan daging kambing yang menjadi sebab (penyakit-penyakit itu), tetapi bumbu-bumbu tambahan yang digunakan saat mengolah daging kambing. Selain itu, cara pengolahannya sendiri yang menjadikan kambing akhirnya dimitoskan semacam itu. Dan konsumsi berlebihan, tentu.”

Nggak sia-sia Abah nyekolahin lu jadi tukang insinyur, Dek.

Santan yang banyak digunakan dalam berbagai variasi pengolahan daging kambing juga bikin perkara. Pengolahan dengan dibakar dan pembakaran tidak sempurna adalah perkara lain. Kalau konsumsi berlebihan, jangankan daging kambing, ente minum air putih langsung segalon ya muntah-muntah juga.

Cukup ngomongin mitos dan penyakit, sekarang ane mau ngasih tahu bahwa ada resep olahan daging kambing yang sehat, higienis, dan enaknya nggak ketulungan. Resep ini ane tahu dari umi ane yang tiap Jumat selalu masak ini. Namanya sup maraq. Ane nggak usah banyak bacot lagi, langsung sikat aja resepnya.

Bahan utama: ya daging kambinglah. Utamakan daging yang masih melekat di tulang  yang mengandung sumsum.

Bumbu: bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, ketumbar, lada, kemiri, kelabat/klabet, kapulaga, biji pala, cengkeh, kayu manis, bawang bombay, dan tomat. Jika tidak menemukan kelabat, bisa diganti jintan atau adas. Semua bumbu di atas takarannya tak ada ketentuan pasti, gitu kata Umi. Sebagaimana mencintai, menggunakan bumbu masakan jangan takut-takut.

Cara masak: dari bawang merah hingga kelabat dihaluskan, kemudian ditumis. Masukkan bawang bombay dan tomat saat tumisan hampir matang. Selanjutnya rebus air dan cemplungin bumbu-bumbu yang sudah ditumis tadi. Lalu gantian masukkan bumbu lainnya yang saya tulis di atas.

Setelah air mendidih, masukkan daging kambing, kemudian api dikecilkan. Tunggu hingga matang dan daging empuk. Jangan lupa tambahkan garam dan gula sesuai selera.

Masak supnya banyakan dikit, biar bisa buat sahur sekalian. Volume air yang berkurang saat dihangatkan akan membuat rempah-rempah yang melimpah semakin terasa.

Cara mengolah daging kambing seperti ini akan memusnahkan langsung mitos-mitos tentang kolesterol tinggi yang terkandung dalam daging kambing. Rempah-rempah yang melimpah akan membuat tubuh ente semakin fit. Yang tersisa usai menyantapnya ialah keperkasaan di ranjang dan rasa kasih sayang yang melimpah. Yakinlah! Berulang kali saya membuktikannya.

Ane sarankan ente buat mraktikin resep di atas bareng laki atau bini ente. Mumpung sudah masuk Ramadan, sup maraq bisa dimasak buat menu buka puasa. Habis buka puasa dengan sup maraq yang sudah pasti bakal bikin badan kembali bertenaga, ente udah tahu dong kudu ngapain? Yak, bener, salat Tarawih di masjid terdekat. Nah, kelar itu deh baru satset.

Terus yang belum kawin gimana dong, Bang?

Bodo amat dah.

Komentar
Kirim Artikel
No more articles