Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Mengenal Buteyko Breathing yang Bikin Andien Tidur Pakai Plester Mulut

Redaksi oleh Redaksi
10 Juli 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tidur dengan plester mulut menggunakan metode Buteyko Breathing konon dapat mengatasi permasalahan pernapasan. Ah, yang boneng?!

Penyanyi Andien membawa kabar baru bersama keluarga. Baru-baru ini, ia mengunggah foto bersama suami dan anaknya dengan posisi mulut diplester. Hmmm, kenapa, ya? Apakah mereka sedang cosplay jadi korban penculikan di sinetron???

Bukan, Saudara-saudara. Ternyata, apa yang ingin Andien tunjukkan pada kita semua adalah bagaimana ia tidur dengan plester mulut sebagai bagian dari bentuk latihan Buteyko Breathing. Teknik pernapasan Buteyko ini sendiri memang menekankan penggunan organ hidung.

Buteyko Breathing dimaksudkan untuk mengembalikan volume pernapasan ke metode yang normal untuk menghindari hiperventilasi kronis. Pernapasan normal, dalam hal ini, adalah menggunakan hidung, alih-alih mulut, agar tubuh bisa memperoleh oksigenasi jaringan dan organ yang lebih baik.

Metode Buteyko Breathing sendiri telah dikembangkan selama 40 tahun oleh Profesor Konstantin Buteyko. Pola pernapasan sehat yang menjadi tujuan metode ini dimaksudkan untuk menjaga rasio oksigen dan karbondioksida dalam aliran darah.

Bukan cuma Andien, ternyata para penderita asma dan masalah pernapasan mengaku mengalami perkembangan yang baik dengan metode Buteyko Breathing.

Memangnya, caranya gimana, sih, untuk tahu apakah kita memiliki permasalahan pernapasan sampai-sampai perlu memakai Buteyko Breathing???

Profesor Buteyko pernah melakukan sebuah tes untuk mengukur kedalaman pernapasan pasien. Ia memberi nama tes ini sebagai Control Pause, yang tampak seperti bentuk sederhana dari penggunaan plester mulut yang dilakukan oleh Andien. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. duduk dan tutuplah mulutmu, lalu bernapas normal melalui hidung selama 30 detik,

2. perlahan-lahan, tutuplah lubang hidungmu dengan jempol dan jari telunjuk, lalu hitung waktu yang kamu perlukan dengan bantuan stopwatch,

3. ketika kamu merasa sangat perlu bernapas, lepaskan tekanan pada hidung, lalu mulailah kembali bernapas melalui hidung—dengan posisi mulut masih tertutup.

Lamanya waktu yang kamu butuhkan untuk mulai bernapas kembali setelah menutup hidungmu adalah batas Control Pause yang kamu miliki. Jika durasinya kurang dari 10 detik, itu artinya kamu memiliki masalah kesehatan. Jika kurang dari 25 detik, kamu perlu mulai memberi perhatian pada tubuhmu. Jika durasi berada di angka 30-40 detik, kamu bisa cukup merasa puas, sementara angka 60 detik (atau lebih) adalah angka yang bagus.

Lalu, apakah metode Buteyko Breathing ini memang direkomendasikan diterapkan saat tidur, dengan menggunakan plester mulut?

Beberapa penelitian mendukung pendapat ini dengan pernyataan pasien yang mengaku keluhannya mengorok bisa berkurang karena mereka mulai dapat bernapas dengan lebih lembut dan lancar. Cara tidur dengan plester mulut juga disebut dapat menjadi solusi mencapai deep sleep alias tidur dengan nyenyak tanpa gangguan dan pikiran soal deadline kerjaan atau masalah asmara yang naudzubillah ngerepotinnya.

Iklan

Masih menurut Andien, ia menyebutkan bahwa tidur dengan metode Buteyko Breathing bahkan berhasil menghilangkan bau mulut tak sedap di pagi hari. Yaaah, lumayan, lah buat jaga-jaga kalau kita bangun kesiangan dan harus ngantor tanpa mandi dan sikat gigi. Hehe.

Namun—tunggu dulu. Dikutip dari Haibunda.com, tidak sepenuhnya klaim soal Buteyko Breathing didukung oleh praktisi kesehatan.

Menurut dr. Andreas Prasadja dari RS Mitra Kemayoran, cara tidur dengan plester mulut ternyata tak berhubungan dengan kesehatan. Baginya, cara ini tidak lantas meningkatkan kualitas tidur karena seseorang bisa saja sudah tidur dengan keadaan normal (mulut rapat) dan tidak bakal menghasilkan efek saat tetap diplester.

Adapun soal sleep apnea yang disebut-sebut dapat berkurang dengan cara Buteyko Breathing menggunakan plester mulut ini, dr. Andreas menegaskan bahwa hal ini tidak bakal terjadi dengan serta-merta. Meski ada kemungkinan sleep apnea teratasi dengan cara ini, tapi tentu tidak untuk semua orang.

Alih-alih terburu-buru beli plester dan tidur sambil merekatkan lakban ke mulut, kenapa kita nggak coba untuk memastikan dulu apakah kebiasan ngorok kita normal atau nggak, tidur dengan mulut mangap ini normal atau nggak, atau kita benar-benar terjangkit masalah pernapasan atau nggak? (A/K)

Terakhir diperbarui pada 10 Juli 2019 oleh

Tags: Buteyko Breathingkebiasaan ngorokmasalah pernapasansleep apneatidur dengan plester mulut
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Penjaskes

Ini Bahaya Ngorok yang Lebih Gawat daripada Ngerokok

15 Januari 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

tan malaka.MOJOK.CO

Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi

6 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya.MOJOK.CO

Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya

5 Februari 2026
Umur 23 tahun belum mencapai apa-apa: dicap gagal dan tertinggal, tapi tertinggal ternyata bisa dinikmati dan tak buruk-buruk amat MOJOK.CO

Umur 23 Belum Mencapai Apa-apa: Dicap Gagal dan Tertinggal, Tapi Tertinggal Ternyata Bisa Dinikmati karena Tak Buruk-buruk Amat

2 Februari 2026
Aji sarjana hukum UGM, Jogja yang pernah ngojol. MOJOK.CO

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
Toko musik analog, Dcell Jogja Store. MOJOK.CO

Juru Selamat “Walkman” di Bantul yang Menolak Punah Musik Analog

2 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.