Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Cara Mencegah Masuk Angin Biar Nggak Perlu Kerokan Lagi

Audian Laili oleh Audian Laili
9 November 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Supaya kita tetap bugar ketika musim hujan tiba. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk tetap sehat dan mencegah masuk angin.

Musim hujan telah tiba. Syahdu memang rasanya untuk penikmat hujan dan pencinta senja. Namun, meski hujan sering mendatangkan banyak inspirasi, kita tetap harus rajin menjaga kesehatan. Keadaan cuaca yang tidak menentu, pekerjaan yang kudu ngelembur, kebiasaan begadang sehingga kurang tidur, plus asupan makanan yang kurang, cenderung membuat kita menjadi rentan dengan berbagai penyakit. Salah satu penyakit yang sering melanda kita-kita—yang kurang kehangatan moril dan materil—adalah penyakit masuk angin.

Sebetulnya istilah masuk angin ini, tidak ada dalam dunia kedokteran. Jadi kata masuk angin bisa dikatakan sebagai istilah yang lahir dari sebuah keragaman bahasa kita. Sungguh sebuah kata yang tidak perlu diragukan lagi orisinalitasnya.

Selain itu, meski penyakit ini sering dikaitkan dengan pola hidup orang-orang yang senang begadang, bukan berarti serta merta disebabkan ‘kemasukan’ angin malam seperti yang sering dipahami banyak orang. Ternyata, penyakit masuk angin ini sebetulnya adalah sekelompok gejala yang menandakan kombinasi gejala dari dua jenis gangguan kesehatan, yakni maag dan flu.

Orang yang masuk angin biasanya mengalami ciri-ciri badan merasa tidak enak, merasa kedinginan, meriang, sakit kepala, nyeri otot, hilang nafsu makan, dan merasa lelah. Selain itu, ada ciri lain yang juga dapat dirasakan, yakni badan terasa hangat atau demam, perut menjadi kembung dan sakit, sering buang angin dan berbau, diare, dan pegal-pegal.

Nah, meski namanya terkesan simpel, hanya dua kata saja, ‘masuk angin’, ternyata penyakit ini memiliki efek fisiologis yang sebegitu banyaknya dan tentu saja menyiksa. Oh nooo!

Masyarakat kita, ketika merasa badan tidak enak dan mengarah ke gejala masuk angin, lantas memilih kerokan sebagai salah satu alternatif pengobatan. Bagian tubuh yang dikerok ini biasanya punggung, leher, dan lengan badan. Masyarakat kita mempercayai dengan mengerok, maka dapat membantu mengeluarkan ‘angin’ tersebut. Sehingga, membuat tubuh menjadi lebih baik.

Namun ternyata, kerokan—yang enak itu—adalah tindakan yang justru bakal melukai kulit kita sebab bakal bikin pembuluh darah kecil di bawah kulit pecah. Dengan demikian, secara medis tidak ada manfaat apapun dari kerokan. Sebetulnya rasa enak setelah kerokan tersebut merupakan efek dari balsam yang digunakan.

Jadi, di cuaca yang sudah memasuki musim hujan seperti ini dengan deadline kerjaan yang sedang banyak-banyaknya, tentu kita tidak ingin drop atau tepar begitu saja, dong? Apalagi ketika tahu obat yang selama ini dianggap ampuh untuk menyembuhkan masuk angin, yakni kerokan, ternyata tidak ada manfaatnya dan justru berbahaya.

Masalahnya, mencegah tubuh supaya tidak masuk angin adalah sesuatu yang mudah-mudah gampang untuk dilakukan. Namun tenang saja, Mojok Institute punya beberapa saran untuk itu.

Pertama, yang dapat kita lakukan adalah makan teratur dan memperbanyak minum air putih. Jika kita makan teratur dengan nutrisi yang cukup, kita bakal memiliki proteksi diri yang lebih oke sehingga tidak mudah kemasukan bakteri-bakteri jahat yang bakal menurunkan daya tahan kita.

Kedua, selain makan dengan teratur, janganlah kita berdamai dengan mager. Bergeraklah, Sayang. Di antara waktu 24 jammu itu, sisakan 30 menit saja untuk berolahraga. Tidak perlu nge-gym, kok. Cukup dengan gerakan-gerakan simpel yang bisa kita lakukan di mana saja. Ehm, untuk ini, kamu bisa loh cari-cari referensi di Google. Hehe.

Ketiga, meski kita punya rencana kegiatan yang seabrek setiap harinya, jangan sekali-kali kita melewatkan waktu untuk beristirahat dengan cukup. Sayang, kasihanilah tubuh kita ini, jangan terlalu dipaksa untuk bekerja rodi semacam itu. Kita nggak mau kan, justru menjadi sakit karena kurang beristirahat?

Keempat, buat diri kita selalu relaks dan berbahagia. Memiliki pikiran-pikiran positif dalam keseharian akan membantu kita untuk menjalankan hari-hari dengan lebih santai dan tidak tertekan. Tentu saja, hal ini akan mencegah kita dari pikiran stres. Sebab, masuk angin akan mudah datang ketika pikiran kita sedang tidak sehat.

Iklan

Kelima, karena penyakit masuk angin ini sering melanda ketika musim hujan—apalagi kalau kita habis kehujanan pulang kantor dan belum beli jas hujan karena jas hujan musim hujan sebelumnya sudah hilang entah di mana—pastikan kamu mendapatkan kehangatan yang cukup. Kedinginan akan memudahkan penyakit-penyakit datang untuk menghampiri. Nah, kalau kamu belum punya partner halal untuk memelukmu, serahkan tanggung jawab untuk memberimu kehangatan pada teh panas atau jahe hangat. Sungguh, menyeruputnya setelah kehujanan, bisa membantu badanmu tetap selalu bugar, Sayang.

Terakhir diperbarui pada 9 November 2018 oleh

Tags: istirahatkerokanmasuk anginmusim hujan
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Alasan Sepele yang Membuat Orang Sleman seperti Saya Iri dengan Kota Jogja Mojok.co
Pojokan

Alasan Sepele yang Membuat Orang Sleman seperti Saya Iri dengan Kota Jogja

25 Januari 2026
Alasan Jogja Tetap Panas Meski Sudah Masuk Musim Hujan MOJOK.CO
Kabar

Alasan Jogja Tetap Panas Meski Sudah Masuk Musim Hujan

20 Desember 2023
puncak musim hujan mojok.co
Kilas

Siapkan Payung! Berikut Ini Prediksi Puncak Musim Hujan Berbagai Wilayah di Indonesia

29 Desember 2022
Pecinta kipas angin dan menyenangkannya melihat baling-baling yang berputar
Liputan

Pecinta Kipas Angin dan Menyenangkannya Baling-baling yang Berputar

26 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026
Campus League Basketball 2026 Regional Jakarta Season 1 tidak hanya jadi panggung prestasi basket, tapi juga warna baru solusi mobilitas masa depan anak muda dengan motor listrik Polytron MOJOK.CO

Puncak Campus League Basketball 2026 Jakarta S1: Tak Hanya Jadi Panggung Basket tapi Juga Hadirkan Solusi Mobilitas Masa Depan Anak Muda

2 Juni 2026
Fitur "Pilih Kursi" di KAI Access terasa percuma karena penumpang di kereta api ekonomi tidak tahu diri MOJOK.CO

Fitur “Pilih Kursi” KAI Access Terasa Percuma, Mau Duduk Nyaman di Kursi Incaran tapi Malah Makin Kesal

8 Juni 2026
Adegan horor tiap awal bulan di kehidupan dewasa. Gajian ludes seketika karena kebutuhan MOJOK.CO

Awal Bulan di Kehidupan Dewasa Itu Horor: Setelah Gajian Gaji Langsung Ludes di Kalkulator

2 Juni 2026
Rasyiid, mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah UMSURA yang sisihkan uang untuk modal usaha MOJOK.CO

Sisihkan Uang Beasiswa KIP Kuliah buat Modal Usaha, Kuliah Sambil Topang Ekonomi Keluarga hingga bikin Ibu Bangga

2 Juni 2026
Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.