Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Lupakan Garuda Indonesia, Citilink, dan Lion Air: Naik Pesawat Paling Menyenangkan Justru Bersama Susi Air

Tiara Uci oleh Tiara Uci
10 Desember 2025
A A
Lupakan Garuda Indonesia, Pesawat Terbaik Adalah Susi Air MOJOK.CO

Lupakan Garuda Indonesia, Pesawat Terbaik Adalah Susi Air MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Saya sudah mencoba hampir semua pesawat yang mengudara. Garuda Indonesia, sampai Turkish Airlines. Dan yang terbaik, adalah Susi Air.

Saya sudah mencoba semua maskapai yang beroperasi di langit Indonesia. Mulai dari Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya, Super Air Jet, Nam Air, Wing Air, Batik Air, Pelita Air, hingga Lion Air. Layanan yang saya gunakan juga cukup variatif. Kadang naik ekonomi, sesekali naik business class. Yah, tergantung situasi.

Nggak hanya mencoba business class dari maskapai LCC, saya bahkan pernah mencicipi layanan business class Turkish Airlines yang memberikan pengalaman makan ala restoran bintang 5 di atas awan. Namun, di antara semua pengalaman terbang dengan pesawat buatan Boeing dan Airbus tersebut, tidak ada satu saja yang membuat jantung saya sampai berdegup kencang, semuanya terasa biasa-biasa saja. 

Menariknya, ingatan dan kenangan yang tak terlupakan justru saya dapatkan saat terbang bersama Susi Air. Ini adalah sebuah maskapai yang sering dihindari banyak orang karena image buruk sering kecelakaan dan pilotnya menjadi sasaran penculikan KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) di Papua. 

Susi Air, kecil bukan berarti lemah, tapi lincah 

Susi Air membuka rute di pulau-pulau kecil yang tidak dilintasi oleh maskapai besar seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan sejenisnya. Oleh karena itu, pesawat yang digunakan Susi Air juga berbeda. Mereka tidak menggunakan pesawat kapasitas besar buatan Boeing dan Airbus, melainkan pesawat kecil model baling-baling bernama Cessna Grand Caravan. 

Pesawat Cessna Caravan tidak memerlukan landasan panjang dengan lampu sorot terang benderang. Pesawat mungil ini bisa landing di landasan pendek, semi gragal, atau di bandara kecil yang bahkan tidak muncul di Google Maps. Kalau urgent, Cessna Caravan bahkan bisa mendarat darurat di area persawahan. Yang penting, penumpang dan awak pesawat selamat. 

Meskipun Cessna Caravan Susi Air berukuran kecil dengan posisi baling-baling di depan dan di sayap kanan-kiri, bukan berarti pesawat ini mudah jatuh seperti yang dipersepsikan orang-orang selama ini. 

Menurut hukum aerodinamika yang pernah saya pelajari semasa kuliah di Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya, pesawat model caravan (Cessna) memiliki wing loading rendah. Artinya, beban per luasan sayapnya juga kecil. Hal tersebut membuatnya lebih mudah mengangkat beban sendiri dan lebih responsif (mudah dikontrol). 

Kalau diibaratkan mobil, Boeing dan Airbus itu truk gandeng yang kokoh, stabil, tapi membutuhkan ruang besar untuk bergerak. Sementara itu, Cessna Caravan ini seperti city car yang lincah dan bisa belok dengan sangat ringan.

Oleh karena itu, naik pesawat Cessna Caravan Susi Air akan membuat penumpang merasakan sensasi naik mobil city car, tapi di udara. Setiap belokan dan manuver kecil, penumpang bisa merasakannya. Bayangkan kamu sedang naik Brio yang bermanuver, tapi di udara, di atas laut. Seru sekali, kan?

Baca halaman selanjutnya: Maskapai terbaik di Indonesia.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 10 Desember 2025 oleh

Tags: batik aircitilinkGarudagaruda indonesiaLion Airmaskapai susi airPapuapeswat cessnarute susi airsuper air jetSusi Airsusi air papuatiket susi air
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

Artikel Terkait

Pembangunan Masif Rusak Hutan Papua, Belasan Spesies Satwa Terancam Punah.MOJOK.CO
Sosial

Pembangunan Masif Rusak Hutan Papua, Belasan Spesies Satwa Terancam Punah

3 April 2026
papua.MOJOK.CO
Sosok

Tolak Tawaran Kerja di Amerika Demi Mengajar di Pelosok Papua, Berambisi Memajukan Tanah Kelahiran

18 Februari 2026
literasi rendah di Papua dan upaya mahasiswa BINUS. MOJOK.CO
Ragam

Tantangan Mahasiswa BINUS bikin Cerita Bergambar Soal Kehidupan Sehari-hari Anak Papua dan Guru Relawan

8 Januari 2026
Rugi Buka SPBU di Papua? DPR Bisanya Cuma Omong Kosong MOJOK.CO
Esai

Rugi Buka SPBU di Papua? Kalau DPR Menantang, Korporasi Bisa Menantang Balik karena DPR Cuma Bisa Melempar Retorika

3 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran” MOJOK.CO

Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

7 April 2026
Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Mahasiswa muak dengan KKN di desa. Mending magang saja MOJOK.CO

Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu dan Tak Dibutuhkan Warga

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Gen Z mana bisa slow living, harus side hustle

Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

8 April 2026
Pekerja gen Z matikan centang biru WhatsApp dicap kepribadian buruk

Pekerja Gen Z Matikan Centang Biru WhatsApp demi Privasi, Malah Dicap Kepribadian dan Etos Kerja Buruk padahal Berusaha Profesional

5 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.