Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Gunung Harta Trayek Denpasar-Jogja Sukses Mengobati Rasa Rindu Tidak Naik Bus Selama 10 Tahun

Thomas Adrian Febrianto oleh Thomas Adrian Febrianto
4 Januari 2025
A A
Gunung Harta Obati Rasa Rindu Absen Naik Bus 10 Tahun MOJOK.CO

Ilustrasi Gunung Harta Obati Rasa Rindu Absen Naik Bus 10 Tahun. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Penumpang Gunung Harta pantang lapar

Bus yang kami tumpangi punya nama resmi Super Executive Suite Combi. Kami berangkat dari Denpasar, tepatnya di kantor Gunung Harta, yaitu di Jalan Cokroaminoto. Di dalam tiket, waktu keberangkatan tercatat pada pukul 11:30 WIT. Namun, bus kami terlambat 15 menit.

Sebelumnya, saya dan istri sudah menyiapkan perbekalan mie instan dalam cup dan roti. Usaha ini pada akhirnya sia-sia. Setelah bus kami mampir di kantor Jalan Ngurah Rai, petugas menaikkan snack box yang isinya banyak. Kotak tersebut berisi 5 jenis roti, teh kemasan, air mineral ukuran kecil, kacang, dan permen.

Iklan

Menyeberang ke Pulau Jawa lewat Pelabuhan Ketapang, bus Gunung Harta kami melibas Alas Baluran dan berhenti untuk makan di RM. Sumber Harta Baru. Di sini, penumpang kelas Super Executive Suite Combi mendapat ruang khusus untuk makan, terpisah dari kelas-kelas di bawahnya. Belum sempat lapar karena sudah mengganjal perut dengan roti, kami sudah makan lagi.

Rumah makannya sederhana, penerangannya kurang terang, tapi makanannya enak! Kelas Super Executive Suite Combi dapat 2 jenis nasi, yaitu goreng dan putih, 3 jenis lauk, dan 2 jenis sayur. Kami boleh mengambil dan nambah kalau masih lapar. Saya sudah konfirmasi hal ini ke rumah makan karena ternyata nasi goreng di RM. Sumber Harta Baru itu nagih. 

Untuk minumnya pakai teh dengan pilihan hangat atau dingin. Dan sama seperti makanannya, boleh nambah juga alias free refill. Servis makan di sini hanya 45 menitan kami sudah harus di dalam bus untuk melanjutkan perjalanan. 

Sebelum berangkat, petugas kembali membagikan snack box lagi di dalam bus. Memang, Gunung Harta tidak memberi kami kesempatan untuk lapar. 

Gunung Harta itu singkat, padat, nyaman, dan cepat

Setelah makan kenyang, mata saya begitu berat. Niat hati mau menikmati trip bus pertama setelah 10 tahun absen, nyatanya saya pulas terlelap selepas Situbondo dan terbangun lagi di Surabaya. 

Dari mana saya tahu? Karena saya terbangun saat bus melewati rumah duka terkenal di Surabaya, yang membuat dompet saya sebagai kaum menengah ini “ikut berduka”. Setelah terbangun, saya menjajal toilet Gunung Harta yang masih wangi. Sepertinya saya penumpang pertama yang menggunakan toilet di perjalanan menuju Jogja ini. 

Saya merasa perjalanan dari Denpasar menuju Jogja bersama Gunung Harta ini sangat cepat. Kenapa, ya? Apakah karena bus ini selalu masuk jalan tol? Bus sudah menggunakan suspensi udara yang bikin nyaman? Apakah mungkin karena sleeper seat yang sangat manusiawi bagi saya dengan tinggi badan 175 sentimeter? 

Mungkin juga karena paket selimut, bantal, dan guling yang empuk makanya perjalanan ini terasa cepat dan nyaman. Ah, bisa saja karena semua kelebihan itu. Kamu harus menjajalnya sendiri. 

Pokoknya pinggang dan punggung tidak meronta-ronta minta direnggangkan karena badan saya posisinya lurus hampir rebah penuh. Pembawaan sopir utama dan sopir tengah sama-sama cepat dan enak; tidak ugal-ugalan.

Setelah dari toilet, saya kembali terbuai oleh kenyamanan kursi sleeper seat Gunung Harta. Kembali hilang dalam lelap lepas Mojokerto, sampai tak terasa bus sudah memasuki pertigaan Janti di Jogja. 

Bus Gunung Harta berhenti di Janti untuk menurunkan penumpang. Saya kaget karena ingat tadi siang bertanya estimasi kedatangan di Terminal Jombor. Kru bus bilang sekitar pukul 5 pagi. Saya lihat jam, baru pukul 3:15 WIB dini hari, dan sudah masuk Kota Yogya. “Edan tenan,” pikir saya.

Sekitar 30 menit kemudian, bus tiba di Terminal Jombor. Karena masih pagi, kami melipir ke restoran cepat saji dekat terminal untuk mengumpulkan nyawa. Bagi kami, sleeper seat Gunung Harta itu enaknya kebangetan.  

Iklan

Kesimpulan

“Kami bangun dengan segar karena kualitas tidur kami baik sekali bersama Gunung Harta.” Banyak penumpang yang mengungkapkan hal yang sama setelah naik dan merasakan kenyamanan Gunung Harta Super Executive Suite Combi.

Akhirnya, dengan harga tiket setengah jutaan untuk kelas sleeper, rasanya kami mendapatkan kenyamanan maksimal. Naik bus, tapi kayak tidur di kasur. Sudah nyaman, pantang lapar, dan cepat sampai tujuan.

Bagi warga Jogja yang mau healing ke Bali, kalian wajib mencoba Gunung Harta. Namun, dengan UMR Jogja, sepertinya harga tiket kelas sleeper seat masih berat. 

Mungkin kamu bisa mempertimbangkan naik kelas super executive di bawahnya. Harganya tiketnya Rp100 ribu lebih murah. Kalau kamu merasa nggak perlu rebahan, ingin lebih hemat, bisa mencoba kelas executive dengan tarif Rp200 ribu lebih murah dibanding sleeper seat.

Pada akhirnya, naik Gunung Harta dari Denpasar menuju Jogja menjadi pengalaman yang menyenangkan. Sangat bisa mengobati rasa kangen tidak baik bus selama 10 tahun.

Penulis: Thomas Adrian Febrianto

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Mengenal PO Gunung Harta yang Bikin ‘Micky Mouse’ Nyantai dalam Bus dan pengalaman menarik lainnya di rubrik OTOMOJOK.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 5 Januari 2025 oleh

Tags: Balibus gunung hartadenpasarJogjaPO Gunung Hartaterminal jombortiket bus gunung hartatiket gunung harta
Thomas Adrian Febrianto

Thomas Adrian Febrianto

A Catholic catholic.

Artikel Terkait

Untuk Jogja Menjadi Kota Wisata Rendah Emisi Karbon.MOJOK.CO
Eksplor

Untuk Jogja Menjadi Kota Wisata Rendah Emisi Karbon

15 Juni 2026
Gaji 2 juta hasil kerja di Jogja habis buat ngasih makan naga (judi slot) karena ilusi jackpot MOJOK.CO
Urban

Gaji 2 Juta Jogja Selalu Lenyap buat Ngasih Makan Naga: Rela Kelaparan dan Susahkan Ortu-Teman demi Jackpot, Tapi Tak Mau Sadar

14 Juni 2026
Evakuasi anjing terbuang dari tangan para jagal di Jogja MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Evakuasi Anjing Terbuang dari Operasi Senyap Para Jagal di Jogja, Kebal Intimidasi dan Caci Maki

10 Juni 2026
Sanksi untuk Jagal Anjing di Daerah Istimewa Yogyakarta yang Tertunda Realisasinya. MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Jalan Terjal Menghentikan Operasi Jagal Anjing karena Dianggap Kurang Penting

9 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

penyakit, cuci darah.MOJOK.CO

‘Gaji Habis buat Cuci Darah’ – Yang Perlu Kamu Ketahui soal “Tren” Penyakit Lansia yang Menyerang Generasi Muda

19 Juni 2026
tips menonton konser EXO dari akuntan. MOJOK.CO

Membayar Utang Masa Kecil: Cerita EXO-L yang Menabung Berbulan-bulan walaupun Situasi Ekonomi sedang Sulit

20 Juni 2026
Parenting ala orang tua desa sering ngawur di mata orang tua Gen Z MOJOK.CO

Salah Kaprah Parenting Ala Orang Tua Desa di Mata Ortu Gen Z: Malah Hambat Tumbuh Kembang Bayi, Cium Sana-Sini Tanpa Tahu Konsekuensi

16 Juni 2026
PNS di desa.MOJOK.CO

Jadi PNS di Desa Memang Hidup Makmur, tapi Bikin Tak Berkembang karena Budayanya Toksik dan Membosankan

22 Juni 2026
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) pastikan pengurusan dokumen izin untuk nelayan gratis MOJOK.CO

Nelayan Kecil di Jateng Kini Bisa Urus Izin Kapal Gratis, Tinggal Lapor kalau Kena Pungli

22 Juni 2026
Punya rumah dengan gazebo di halaman: tempat terbaik untuk me time hingga deep talk MOJOK.CO

Punya Gazebo di Halaman: Meski Rumah Tak Megah tapi Bikin Betah karena Jadi Spot Terbaik Relaksasi dan Macam-macam Fungsi

18 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.