MOJOK.COSudah lihat video mobil mogok di tanjakan pada arus mudik kali ini? Masalahnya kemungkinan bukan pada spek mobil, tapi kemampuan menyetir. Biar mudik aman dan nyaman, baca lima tips mudik dengan mobil pribadi berikut.

Kejadian mobil LCGC yang tidak kuat melahap tanjakan di tol Solo-Salatiga sempat ramai di lini masa. Apakah salah mobilnya? Salah pengemudinya? Atau salah Jokowi yang bikin jalan tolnya? Yang pasti yang salah bukan netizen karena netizen tidak pernah salah.

Saya pribadi menduga kejadian tersebut disebabkan oleh pengemudi yang belum menguasai dan memahami karakter mobil yang dikendarainya. Video yang tak sampai satu menit itu menggambarkan mobil berhenti di tengah-tengah tanjakan. Kemungkinan mobilnya matic.

Menghadapi tanjakan, hal pertama yang seharusnya dilakukan pengemudi ialah mengambil ancang-ancang yang cukup, memindah transmisi dari D ke D2/D1 (gigi terendah), mematikan AC agar beban mesin sedikit berkurang, dan memastikan putaran mesin cukup untuk berjalan hingga ujung tanjakan.

Jika mobil sampai berhenti di tengah-tengah tanjakan, demi keselamatan, sebaiknya penumpang turun dulu. Di trek itu, pasti ada kendaraan lain sejenis yang bisa melewati tanjakan yang gagal didaki oleh satu LCGC ini. Cuma LCGC ini aja yang ketiban apes tidak kuat mendaki.

Berkaca dari kasus tersebut, bagi saudara yang belum berangkat mudik dan berniat mengendarai mobil pribadi, ada beberapa hal yang wajib saudara perhatikan demi keselamatan bersama.

Mari kita bahas satu-satu.

1. Periksa Kondisi Mobil

Persiapkan mobil jauh-jauh hari sebelum berangkat mudik. Ini untuk menghindari antrean panjang di bengkel, sementara saudara sudah terburu-buru karena hari H Lebaran telah dekat. Cek oli mesin, oli transmisi, air radiator. Ganti jika sudah saatnya diganti. Saudara pasti tidak ingin mesin mobil saudara berasap gara-gara kemarau oli atau kemarau radiator, kan?

Periksa kondisi ban dan rem. Ban yang sudah botak sangat berbahaya jika masih digunakan dalam perjalanan, terutama jarak jauh. Dampaknya, pengereman menjadi tidak maksimal karena cengkeraman ban pada aspal sudah tidak erat. Ditambah lagi jika kampas rem sudah aus, pengereman jadi sia-sia belaka. Ganti komponen ini jika sudah saatnya diganti.

Kalau saudara masih mengeluh ganti ini itu biayanya mahal, keselamatan lebih mahal daripada harga ban dan beberapa keping kampas rem. Bila perlu lakukan balancing dan spooring agar mobil lebih stabil melahap jalanan saat kecepatan tinggi. Tapi, ya jangan ngebut dan ugal-ugalan juga.

Cek lampu-lampu mobil. Lampu utama, lampu jauh, lampu belakang, dan lampu rem. Saudara pasti tidak mau gelap-gelapan seperti siluman saat berjalan di tengah malam. Lampu-lampu ini berguna di samping untuk menerangi jalan yang akan saudara lalui, juga sebagai tanda dan petunjuk keberadaan kendaraan saudara.

Yang tak kalah penting, pastikan tangki bahan bakar terisi bahan bakar dengan penuh dan benar. Jika mobil saudara bermesin bensin, pastikan bahan bakarnya bensin dan bukan solar. Pun sebaliknya.

2. Muat Penumpang Secukupnya

Saudara harus punya belas kasihan untuk mobil yang saudara kendarai. Jangan sampai melebihi kapasitas atau daya angkut kendaraan. Mobil saudara memiliki batas kemampuan yang harus ditanggungnya. Jika saudara memaksa mengangkut penumpang dan barang melebih kapasitas, dampaknya adalah kesalamatan diri sendiri dan orang lain.

3. Istirahat Jika Lelah dan Jaga Kondisi Badan

Mengemudi itu melelahkan, apalagi dalam jarak jauh. Jangan sok-sokan kuat. Kalau sudah lelah dan mengantuk, mengalah dan istirahatlah. Rasa kantuk tidak bisa dilawan, hanya bisa diselesaikan dengan istirahat dan tidur.

Kata Dokter Andreas Prasadja yang merupakan pakar soal tidur dan ngorok kepada Kompas.com, “Bahaya mengantuk itu bisa bikin kemampuan konsentrasi dan kewaspadaan saat berkendara menurun. Respons refleks menjadi buruk. Bisa berujung kecelakaan.” Pada kecelakaan yang disebabkan oleh human error, faktor mengantuk disebut-sebut menjadi alasan utamanya.

4. Bawa Bekal Cukup

Bekal yang harus dibawa ialah uang tunai, makanan, minuman, obat-obatan, dan P3K. Uang tunai digunakan bukan untuk mampir di warung kopi remang-remang di tengah hutan lho ya, tetapi untuk pegangan jika saudara akan membeli sesuatu atau barang yang hanya menerima pembayaran dengan uang tunai. Jika mengalami kemacetan panjang, seperti yang terjadi di Brebes Exit (Brexit) beberapa waktu lalu, makanan dan minuman yang cukup bisa membantu mengurangi risiko kelaparan di tengah kemacetan.

Obat-obatan dan P3K juga wajib disediakan untuk mengantisipasi kemungkinan sopir/penumpang masuk angin, mabuk perjalanan, atau diare mendadak.

5. Tingkatkan Kemampuan Mengemudi

Mengemudi mobil bukan hanya soal “bisa” secara teoretis maupun praktik. Ada banyak hal tak kasat mata yang harus dipahami pengemudi mobil ataupun kendaraan lain.

Kemampuan mengemudi ada dua jenis. Yang pertama kemampuan mengemudi “ke dalam”, artinya pengemudi benar-benar menguasai dan bisa mengendalikan mobil yang dikendarainya. Sudah tahu bagaimana karakter dan seluk-beluk mobil yang dikendarai. Ini penting karena nanti akan berdampak terhadap kemampuan mengemudi “ke luar” yang bersinggungan dengan pengguna jalan lain.

Kedua, kemampuan mengemudi “ke luar”. Kemampuan ini tidak hanya mampu mengemudikan atau mengendalikan mobil, tetapi mampu menjalin “hubungan” dengan sesama pengguna jalan di jalan raya. Sebab, banyak peraturan tak tertulis yang beredar di jalan raya.

Selama musim mudik Lebaran akan banyak ditemukan “pengemudi baru”. Baru beli mobil, baru bisa mengemudi, dan menjadikan jalur mudik sebagai tes kelulusan. Itulah yang membuat banyak sopir bis gemes dan geregetan. Sampai-sampai para sopir menjuluki mobil-mobil kecil itu dengan istilah “tamiya”. Berjalan dengan kecepatan nanggung, berada di tengah-tengah lajur, saat diklakson mau didahului malah bingung mengarah ke kiri atau ke kanan. Seringnya malah melotot dan ngajak berantem. Ya, tidak semua pengemudi begitu sih.

Kalau masih belum sanggup dengan lelahnya mengemudi jarak jauh sementara kemampuan mengemudi yang pas-pasan dan masih ingin mudik ke kampung halaman membawa mobil, demi keselamatan bersama sebaiknya mobil saudara ditowing dan saudara mudik naik angkutan umum. Saudara sampai dan mobil masih bisa dipamerkan digunakan untuk keliling-keliling dengan kecepatan lambat hingga sedang. Perjalanan aman, semua senang.

Selamat mudik!

Baca juga: Daftar Horor Mudik Lebaran yang Harus Selalu Diwaspadai