Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Isuzu Panther, Mobil yang Istikamah dan Penuh Pengertian seperti Pacar Dunia Akhirat

M. Mujib oleh M. Mujib
7 April 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tangguh di segala medan dan sungguh pengertian seperti pacar kesayangan (baca: khayalan), Isuzu Panther cocok untuk saudara yang berkepribadian kuat.

Sejak lahir pada tahun 1991, Isuzu Panther langsung menjadi kompetitor Toyota Kijang. Selain itu, Isuzu Panther menjadi mobil paling istikamah se-Indonesia Raya. Dari generasi pertama hingga generasi keempat, mobil ini hanya sedikit dan jarang sekali mengalami perubahan.

Perubahan mulai agak tampak di generasi ketiga yang disebut New Panther. Walaupun perubahan itu lebih banyak di bagian eksterior, seperti lampu utama yang sudah tidak lagi berbentuk kotak, dan tampilah yang lebih gagah dan menarik. Namun, pintu bagasi belakang tetap dibuka menyamping. Jelek sekali.

Sebelum saya membicarakan mobil Panther cap badak ini, Sebaiknya saudara saya kasih tahu, saya tidak ingin membahas evolusi Panther yang lamanya minta kawin ampun itu.

Isuzu Panther, punya tempat tersendiri di hati saya. Ini mobil diesel yang saya cintai sekaligus saya benci! Ini serius!

Almarhum pakdhe saya punya Isuzu Panther keluaran tahun 2005. Artinya, mobil kepunyaan pakdhe saya itu keluaran generasi ketiga dari gerobak Jepang yang dibuat di Indonesia. Bentuknya tidak sekotak generasi sebelumnya. Sudah ada lekukan-lekukan seksi, dan bentuk lampu yang sudah lebih keren.

Enak dipandang dari depan, tapi jelek sekali kalau diintip dari belakang. Terutama pintu bagasi yang dibuka menyamping itu.

Sisi lain yang paling penting, mobil ini bisa muat banyak penumpang, terutama untuk keluarga besar, yang “besarnya kebangetan”.

Maksudnya begini. Idealnya, mobil ini hanya muat untuk 7 orang dewasa. Namun, di keluarga saya, mobil ini lebih sering diisi hingga 10 orang dengan formasi 4-4-2. Baris ketiga diisi 4 orang, baris kedua ada 4 orang, dan baris pertama untuk 2 orang. Mantap, kan? Belum lagi kalau bawa termos piknik di bagasi belakang.

Selain itu, Isuzu Panther punya pakdhe saya ini sering dipakai gantian oleh sodara-sodara yang lain. Tentu saja dengan formasi yang hampir sama seperti di atas itu, bahkan kadang masih mangku anak-anak yang masih senang pecicilan. Benar-benar mobil keluarga sungguhan! Sungguhan keterlaluan.

Semua saudara boleh pakai. Syaratnya, solar dalam tangki kembali terisi penuh ketika pulang kandang. Kalau nabrak, penyok, lecet, nyrempet, ya kudu tanggung jawab ganti rugi. Ini mobil, bukan lembaga sosial.

Kalau sekelas Avanza-Xenia, Calya-Sigra, Datsun Go Panca, dan Ertiga yang katanya mobil keluarga, dikasih formasi penumpang seperti itu, saya yakin sudah sambat keparat itu mobil.

Tapi kalau yang mengalami demikian adalah Isuzu Panther, beda cerita. Ia akan dengan santai menghadapai persoalan overload seperti itu. Enteng! Untuk bepergian sekeluarga “besar” seperti itu, cukup urunan solar yang tak seberapa, sudah bisa ke mana-mana sekeluarga.

Kalau dibandingkan dengan Innova diesel dengan tahun yang sama? Dari sisi kenyamanan, jelas Innova lebih unggul. Tapi dari segi ketangguhan, Panther tetap jagoan saya. Panther bisa diajak melewati jalan-jalan makadam bebatuan, dan tanah keras nggronjal, serta jalur pantura yang kaya akan jeglongan dengan “muatan” seperti itu.

Iklan

Kalau Innova diajak seperti itu? Saya tidak yakin kalau Innova kuat dan yang punya juga pasti eman-eman. Hanya Isuzu Panther yang bisa diajak susah dan susah banget! Betul-betul mobil pengertian. Sudah mirip pacar kesayangan (baca: khayalan).

Walaupun bernama “panther”, mobil ini layak diberi “cap badak” karena tenaga dan ketangguhannya. Mesin diesel 2500 cc, tenaga sebesar 81 hp, dengan rangka dan kaki-kaki yang kuat. Kalau saudara butuh kendaraan yang benar-benar Multi-Purpose Vehicle (MVP), kendaraan berbagai keperluan, Isuzu Panther ini cocok betul. Kalau niat, untuk membajak sawah pun kayaknya bisa.

Meski tanggung di segala medan, saya masih kurang nyaman dengan dengan suara kasar mesin diesel khas Isuzu dan getaran yang cukup terasa. Ya meskipun begitu, setidaknya, bleyeran mesin diesel Isuzu Panther ini sudah bisa dijejerkan dengan bleyeran Hino AK-nya Sugeng Rahayu di perempatan lampu merah.

Kalau saudara penggemar bus, kepingin merasakan pengalaman mengemudi dengan karakter mesin diesel dan goyangan serta handling yang hampir mirip bus, tapi cuma punya sim A, atau bahkan tidak punya sim sama sekali, ada baiknya saudara coba dulu mengemudikan Isuzu Canter  Panther.

Walaupun yang ini belum pakai turbo, menurut saya sudah cukup kalau hanya untuk sekedar blong-blongan kiri-kanan.

Untuk mengemudikan Isuzu Panther, saudara harus benar-benar punya skill mengemudi yang cukup mumpuni. Mobil ini memang sangat minim fitur-fitur keselamatan.

Jangan harap ada airbag, ABS atau EBD di mobil ini. Saudara harus punya kemampuan mengerem dan handling kelas pembalap. Jika belum yakin dengan kemampuan saudara, sebaiknya cukup manasi mobil ini saja, sambil mbleyer-mbleyer tidak apa-apa.

Mobil kasar yang bisa dikasari, mobil muat banyak bahkan rombongan, mobil tangguh di segala medan, kuat dijadikan giliran, dan hanya kalah dengan air asin rob penyebab karat. Mungkin itu sedikit alasan yang bisa saya tangkap kenapa pakde saya bersikukuh memilih Isuzu Panther sebagai kendaraan favoritnya.

Ada dua hal tambahan yang membuat saya benci dengan mobil Panther. Pertama, mobil ini sudah dijual sama pakdhe saya tahun 2017 lalu. Celakanya, yang beli masih tetangga, dan saudara pula. Mobil Isuzu Panther pakdhe saya dibeli oleh paman sendiri. Jadi, saya masih sering lihat mobil klangenan ini melintas di depan rumah. Betul-betul cinta yang tak tergapai. Sedih.

Kedua, kalau sudah milik orang lain begitu, saya kan jadi tidak bisa rombongan ke Bandungan hanya dengan urunan solar! Heuheu…

Terakhir diperbarui pada 8 April 2018 oleh

Tags: avanzahondaisuzuisuzu panthermobilotomojokpacar dunia akhiratpantherterbarutoyotaxenia
M. Mujib

M. Mujib

Artikel Terkait

Ilustrasi Supra X 125 Tua Bangka Tahan Siksaan, Honda Beat Memalukan (Wikimedia Commons)
Pojokan

Supra X 125: Motor Tua Bangka yang Paling Tahan Disiksa, Modelan Honda Beat Mending Pensiun karena Memalukan

2 Maret 2026
Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang Doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek Mojok.co
Pojokan

Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek

28 Februari 2026
Honda Scoopy, Motor Busuk yang Bikin Konsumen Setia Kecewa (Wikimedia Commons)
Pojokan

Karena Cinta dan Setia, Rela Membeli 11 Motor Honda tapi Berakhir Kecewa karena Honda Scoopy Hanya Jual Tampang tapi Mesinnya Menyedihkan

25 Februari 2026
Jangan Remehkan Supra X 125, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang Mojok.co
Pojokan

Jangan Remehkan Supra X 125 Lawas, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang

25 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

KIP Kuliah di Jogja.MOJOK.CO

Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah

27 Februari 2026
Vokal kritisi kebijakan uin alauddin makassar, berujung fatal. MOJOK.CO

Pahitnya Jadi Mahasiswa Kritis di UIN Makassar: Berujung Skors, Beasiswa Dicabut, hingga Kecewakan Orang Tua yang Seorang Guru Honorer

24 Februari 2026
UMR Jakarta, merantau ke jakarta, kerja di jakarta.MOJOK.CO

Modal Ijazah S1, Nekat Adu Nasib ke Jakarta: Sudah Bikin Syukuran karena Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Pertama Belum Turun

26 Februari 2026
Parijoto, pecel pakis, hingga lalapan kelor. Khazanah kuliner di Desa Colo yang erat dengan dakwah Sunan Muria MOJOK.CO

Rasa Sanga (2): Sajian Parijoto, Pecel Pakis, dan Lalapan Kelor di Desa Colo yang Erat dengan “Syiar Alam” Sunan Muria

27 Februari 2026
Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi MOJOK.CO

Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi

26 Februari 2026
5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau Mojok.co

5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau 

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.