Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Malam Jumat

Bayangan Nenek-Nenek Penunggu Kos di Balik Tirai Jendela

Redaksi oleh Redaksi
30 Mei 2019
A A
Bayangan Nenek-Nenek Penunggu Kos di Balik Tirai Jendela
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mana kutahu kalau kos baruku bakal sedikit creepy? Padahal, aku kan tidak mengganggu penunggu kos di sini!

Di hari kepindahannya dari kos, Isti berpesan padaku untuk bersikap baik-baik di kamar peninggalannya. Aku hanya menanggapi dengan tertawa karena—yah—di kos putri pinggir jalan begini, hal buruk apa, sih, yang bisa terjadi?

“Ya pokoknya hati-hati aja ya, Put. Jangan nakal. Nanti penunggu kos di sini marah.”

“Eh, jangan nakut-nakutin, dong!” Aku agak panik sendiri setelah Isti bicara dengan raut muka serius, meski kemudian tawanya pecah.

Isti adalah kawanku yang hari ini lulus dan akan pindah kembali ke kampung halamannya. Aku, yang masih kuliah, baru saja pindah dari kos lamaku ke kos Isti—lebih tepatnya ke kamar bekas Isti.

Malam-malam pertamaku di kos baru biasa saja—semua berjalan normal dan menyenangkan. Tidak ada hal-hal aneh seperti yang Isti peringatkan padaku. Hanya saja, sesuatu yang agak mengherankan terjadi kala aku sedang memboncengi Nana, kawanku, dan kami berniat memasukkan motor ke dalam kos.

Kebetulan, saat itu pukul lima sore, menjelang Magrib. Jalanan sedang sepi—entah kenapa. Waktu aku berniat membuka pagar, Nana tiba-tiba bicara, “Wah, Mbak-Mbak yang tadi kulitnya putih banget. Orang Korea kali, ya?”

“Yang mana?”

“Yang tadi, waktu kita lewat belokan situ.”

Di dekat kosku, memang ada sebuah belokan kecil. Di sana, di sudutnya, ada sebuah kuburan. Nana pasti tidak tahu karena ia baru pertama kali lewat daerah sini.

“Na,” jawabku pelan, “daritadi kita lewat, nggak ada orang sama sekali.”

“Ada, kok. Di sana itu, Put,” serunya bersemangat sambil menunjuk ke arah kuburan yang tertutup pohon rindang.

“Itu kuburan,” sahutku cepat-cepat. Nana langsung diam. Wajahnya pucat. Aku mendadak teringat kata-kata Isti soal penunggu kos. Tanpa lama-lama, kami segera masuk ke dalam.

Kejadian berikut bukannya lebih baik. Suatu malam, seorang kawan kosku, Citra, tiba-tiba masuk ke kamarku dengan tergesa-gesa.

Iklan

“Kenapa?” tanyaku heran.

“Tadi ada yang turun nggak?”

Sebagai gambaran, kamarku tepat berada di depan tangga di lantai satu. Sementara itu, kamar Citra ada di lantai dua. Setiap kali ada orang yang naik atau turun tangga, tentu aku bisa melihatnya dengan jelas, apalagi sore itu aku sedang membuka pintu dan jendelaku lebar-lebar.

“Nggak ada,” jawabku, sambil memindah saluran televisi.

Citra diam, lalu berkata sedikit gemetar, “Tadi pas aku ke atas, kamar Neni jendelanya kebuka dan lampunya nyala. Karena aku terlalu ingin ke kamar mandi, aku nggak sempat cek dan langsung masuk kamarku sendiri. Waktu aku keluar, jendela kamar Neni sudah tertutup dan lampunya mati.”

“Nggak mungkin,” sahutku cepat. Neni adalah kawan kos kami yang lain, yang sudah mudik sejak dua hari yang lalu. Di lantai atas, hanya Citra saja yang masih tinggal, sementara kamar lainnya kosong. Kami berpandang-pandangan, dan malam itu berakhir dengan Citra tidur di kamarku setelah kami menebak-nebak sendiri apakah ini semua ulah penunggu kos yang misterius.

Tapi mungkin, yang paling tak terlupakan adalah malam setelah aku begadang mengerjakan skripsi. Tanpa sadar, aku melek sampai jam 3 pagi dan suasana kos sudah sepi sekali. Karena mengantuk, aku pun segera mematikan lampu kamarku.

Masalahnya, kalau lampu kamarku dimatikan, bayangan dari luar pasti akan terbentuk jelas di tirai jendelaku karena lampu ruang tengah selalu dinyalakan. Mulanya, buatku, ini bukan masalah besar. Tapi malam itu telah mengubah semuanya.

Tanpa suara, ada bayangan orang berbadan bungkuk berjalan pelan-pelan sekali, dari arah kanan kamarku ke sebelah kiri. Bayangannya terpampang nyata di tirai jendelaku, seperti seorang nenek-nenek yang sedang melintas pelan-pelan.

Aku keheranan, awalnya, hingga lama-lama sedikit merinding. Itu nenek siapa?! Seingatku, yang menyewa kamar di kos ini hanya kami—mahasiswi-mahasiswi berusia 20an yang jalannya masih tegap.

Kutunggu bayangan itu kembali: dari arah kiri ke kanan. Tapi, hingga bermenit-menit berlalu, si “nenek” ini tak kunjung melintas lagi.

Mendadak, aku baru sadar. Kamarku ini letaknya di ujung lorong. Artinya, di sebelah kiri kamarku tak ada apa-apa kecuali dinding yang terbentang dan tak lazim dilewati siapa pun.

Aku keluar kamar. Tidak ada seorang pun di depan kamarku. Mendadak aku teringat pesan Isti soal penunggu kos yang ia ceritakan sambil tertawa. (A/K)

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: cerita hantuHororKos Putrinenek-nenekpenunggu kos
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Horor, Evolusi Kelelawar Malam di Album "Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata.MOJOK.CO
Seni

Evolusi Kelelawar Malam di Album “Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata

9 April 2026
Makam-makam di Kampung Peneleh Surabaya. MOJOK.CO
Kilas

Jejak Makam yang “Berceceran” di Gang-gang Kampung Peneleh Surabaya

12 November 2024
Villa Putih Kaliurang di Jogja terkenal angker. MOJOK.CO
Ragam

Villa Putih Kaliurang Harusnya Jadi Cagar Budaya, Malah Dinistakan Jadi Rumah Angker

11 November 2024
Bukan Demit, Catcalling Adalah Horor Tanpa Hantu Bagi Perempuan yang Melintas di Jembatan Merah Gejayan Jogja,mojok.co
Ragam

Bukan Demit, Catcalling Adalah Horor Tanpa Hantu Bagi Perempuan yang Melintas di Jembatan Merah Gejayan Jogja

4 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ketika Hukum Mandul dan Sang Jenderal Jagal Terus "Menyangkal", Hantu Masa Lalu Datang Memberi Keadilan.MOJOK.CO

Ketika Hukum Mandul dan Sang Jenderal Jagal Terus “Menyangkal”, Hantu Masa Lalu Datang Memberi Keadilan

10 Juni 2026
Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026
Salah paham terhadap paket intimate wedding di wedding organizer (WO) MOJOK.CO

Salah Paham pada Paket Intimate Wedding di WO: Dikira Tekan Biaya padahal Bisa Tetap Mahal, Karena Intimate dan Biaya Itu Dua Hal Berbeda

4 Juni 2026
Edi Dimyati. MOJOK.CO

Kisah Pustakawan Menyulap Rumahnya di Pinggir Sungai Jakarta Timur agar Bisa Nongkrong Kalcer sambil Baca Buku

8 Juni 2026
Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026
Syifa, WNI yang kuliah di Jagiellonian University, Krakow, Polandia, Eropa. MOJOK.CO

Nekat Daftar Beasiswa Luar Negeri ke Kampus “Kurang Terkenal”, Kini Bisa Keliling Eropa dengan Gaji yang Bikin Sumringah

8 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.