ADVERTISEMENT

Laki-laki Tidak Bercerita tapi Switch Career dari Pramugara ke Tukang Sate Taichan demi Keluarga

Switch career dari pramugara jadi penjual sate taichan. MOJOK.CO

Sempat menjalani profesi sebagai pramugara hingga tahun 2024 lalu, pemuda asal Tangerang ini memilih switch career karena masalah keluarga yang harus dihadapi.

***

ADVERTISEMENT

Ridwan Fadhillah (30) harus mengambil keputusan berat dalam hidupnya, yakni switch career dari pramugara menjadi penjual sate taichan. Keputusan itu ia buat bukan karena pekerjaannya dulu kurang menyenangkan atau tak menghasilkan banyak uang, tapi karena kondisi keluarganya.

Sebagai anak laki-laki dalam keluarga, Ridwan merasa bertanggung jawab untuk mengurus orang tuanya yang sedang sakit hingga tak bisa berjalan. Bahkan untuk pergi ke toilet saja, orang tuanya harus dibopong.

Karena itu, Ridwan memutuskan untuk merawat serta mendampingi orang tuanya dan merelakan karier idamannya. Ridwan pun terpaksa meninggalkan pekerjaannya sebagai pramugara dan switch career menjadi penjual sate taichan.

Baik dari segi tempat kerja, keahlian, maupun layanan yang diberikan, Ridwan sadar bahwa keduanya jelas berbeda. Namun, Ridwan lega karena ia jadi punya banyak waktu luang dibandingkan saat menjadi pramugara. Sementara dulu, ia punya mobilitas yang sangat tinggi dan harus rutin berpindah-pindah kota hingga lintas negara.

Menyiapkan mental menuju switch career

“Pada saat itu, gejolak yang aku hadapi cukup berat, terutama dalam mengendalikan pikiran, perasaan, dan keadaan yang tidak sesuai dengan harapanku,” ujar Ridwan kepada Mojok, Kamis (5/11/2026).

“Ada rasa kecewa, bingung, takut, bahkan terkadang ingin menyerah,” lanjutnya. 

Meski begitu, Ridwan berkomitmen untuk tetap tenang , karena ia yakin terkadang manusia memang harus melewati masa-masa sulit untuk menjadi pribadi yang lebih kuat, dewasa, dan bijaksana dalam mengambil keputusan. 

Usai melewati masa pertarungan dengan diri sendiri, Ridwan akhirnya mengajukan surat resign pada Juli 2024 dengan fokus merawat orang tuanya. Di sisi lain, Ridwan tak dapat menampik bahwa ia harus mencukupi kebutuhan hidupnya.

ADVERTISEMENT

Di tengah kegalauan tersebut, terbesit dalam pikiran Ridwan untuk switch career dengan berjualan sate taichan. Mengingat prioritas utamanya adalah menjaga orang tua, ia pun membuka lapaknya dekat rumah, tepatnya di Alun-alun Pemda Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Jadwal bukanya pun hanya hari Sabtu dan Minggu, mulai pukul 17.00 WIB sampai 23.00 WIB.

Persiapan menjual sate taichan

Bagi Ridwan waktu itu, tak sulit untuk menjual sate taichan, sebab untungnya dia masih punya cukup modal. Setelah memutuskan switch career, Ridwan mencoba menyiapkan diri untuk berdagang.

Dan untuk pertama kalinya, ia mencoba meriset bahan-bahan yang berkualitas, seperti daging ayam khususnya dada dan kulit, cabai, jeruk nipis, hingga bumbu lainnya. Ia juga belajar menyiapkan peralatan, menentukan harga jual, hingga menetapkan lokasi yang strategis.

Dengan begitu, ia ingin memastikan kualitas makanan dan pelayanannya dapat memuaskan pelanggan.

“Saya paling mempromosikan di Instagram story dan WhatsApp story sehingga pelanggan baru akhirnya datang. Yang paling penting, saya menyiapkan mental, kesabaran, dan semangat untuk menghadapi tantangan dalam menjalankan usaha,” tutur Ridwan.

Hikmah dari perjalanan switch career

Meski sudah melakukan banyak persiapan, usaha Ridwan untuk menjual sate taichan tak terhindar dari tantangan. Sebelum memutuskan switch career, Ridwan tak pernah membayangkan dirinya akan bersaing dengan pedagang lain.

“Aku harus menarik minat pelanggan, serta menjaga kualitas rasa agar tetap konsisten. Selain itu, harga bahan baku yang terkadang naik dan jumlah pembeli juga menjadi hal baru untukku,” jelasnya.

“Namun, aku berusaha menghadapinya dengan sabar, terus berinovasi, menjaga kualitas makanan, dan memberikan pelayanan terbaik agar pelanggan merasa puas dan mau membeli kembali,” lanjutnya.

Ridwan pun berhasil membuktikan bahwa keputusan switch career tidak selalu buruk. Bahkan dari pekerjaannya yang sekarang, ia jadi lebih memahami arti dari kerja keras, tanggung jawab, dan kemandirian dalam membangun masa depan. 

“Sebelumnya, saya mungkin lebih berfokus pada mencari pekerjaan dengan penghasilan tetap, tetapi sekarang saya juga memiliki keinginan untuk mengembangkan usaha sendiri agar lebih mandiri secara finansial,” ucapnya. 

Selama menekuni bidang yang ia geluti, Ridwan berharap bisnisnya terus berkembang dan lebih banyak menggaet pelanggan. Ia berharap, suatu saat nanti bisa membuka cabang serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Dihujat “Salah Pilih Suami” usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 5 November 2026 oleh .

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.