Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
9 Februari 2026
A A
merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

ilustrasi - tinggal di Jakarta (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kalau nekat ambil KPR malah boncos

Ragil kemudian berandai-andai, apa yang terjadi jika ia memaksakan diri mengambil rumah di pinggiran? Berdasarkan perhitungannya, cicilan KPR rumah seharga Rp700 juta bisa menyedot sekitar Rp5,3 juta per bulan. Ditambah biaya transportasi (bensin/tol atau KRL + ojek) sekitar Rp1,5 juta, serta biaya utilitas lainnya, pengeluaran kasat matanya sudah sangat besar. 

Jika ia nekat memasukkan “valuasi waktu” yang hilang ke dalam perhitungan biaya hidup (monthly burn rate), total “biaya” yang ia keluarkan bisa tembus Rp12,1 juta per bulan– padahal gajinya hanya Rp12 juta. Artinya, dia boncos.

“Kalau aku memaksakan beli rumah, ya defisit. Nggak lagi menikmati hidup, malah terkesan bertahan hidup, jadi sapi perah untuk membayar bunga bank.”

Sebaliknya, dengan menyewa apartemen studio di pusat kota, pengeluarannya jauh lebih terkendali. Biaya sewa sekitar Rp3,5 juta, ditambah biaya pemeliharaan (IPL) dan transportasi yang sangat murah (cukup jalan kaki atau ojek jarak dekat), membuat total pengeluaran riilnya hanya di kisaran Rp5-6 juta. 

Catatan penting: sewa, jangan beli apartemen

Namun, ada satu hal yang Ragil pahami betul: Ia memilih untuk menyewa, bukan membeli apartemen tersebut. Bagi dia, membeli apartemen di Jakarta saat ini memiliki risiko tinggi. 

Ia menjelaskan, pasar apartemen sedang mengalami kelebihan pasokan (oversupply), sehingga sulit untuk dijual kembali jika ia butuh uang mendadak. Data pasar properti menunjukkan pertumbuhan harga apartemen cenderung stagnan dibandingkan rumah tapak dalam beberapa tahun terakhir. 

“Ya aku paham membeli aset yang tidak naik harganya, ditambah biaya maintenance tinggi, sama artinya dengan bunuh diri finansial.”

Selain itu, status hukum apartemen biasanya adalah Strata Title di atas Hak Guna Bangunan (HGB) yang memiliki masa berlaku. Berbeda dengan rumah tapak yang punya Sertifikat Hak Milik (SHM) abadi, nilai bangunan apartemen bisa menyusut drastis saat masa HGB-nya hampir habis.

Maka, strategi Ragil adalah menjadi penyewa yang cerdik. Ia menikmati fasilitas kolam renang, gym, dan lokasi strategis tanpa perlu pusing memikirkan pajak bumi bangunan atau biaya renovasi besar. 

“Biarlah pemilik unit yang menanggung risiko depresiasi aset tersebut,” pungkasnya.

Bagi pekerja bergaji Rp10-12 juta di Jakarta, seperti Ragil, status sosial sebagai “pemilik rumah” seringkali menjadi jebakan kemiskinan terselubung. Ragil memilih untuk hidup lincah (agile). 

Ia tidak mau aspal jalan raya atau besarnya cicilan mengunci potensi masa mudanya. Ia percaya, kekayaan sejati bukan diukur dari sertifikat rumah yang digadaikan ke bank selama 20 tahun, melainkan dari kebebasan waktu dan kesehatan mental yang ia miliki hari ini.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

Iklan

BACA JUGA: Salah Kaprah Soal Tinggal di Perumahan, Padahal Lebih Slow Living-Frugal Living Tanpa Dibebani Tetangga ketimbang di Desa atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 10 Februari 2026 oleh

Tags: apartemenapartemen di jakartajakartakprkredit rumahpilihan redaksiSCBDsewa apartemen di jakarta
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Parijoto, pecel pakis, hingga lalapan kelor. Khazanah kuliner di Desa Colo yang erat dengan dakwah Sunan Muria MOJOK.CO
Lipsus

Rasa Sanga (2): Sajian Parijoto, Pecel Pakis, dan Lalapan Kelor di Desa Colo yang Erat dengan “Syiar Alam” Sunan Muria

27 Februari 2026
Gen Z photobox di Tugu Jogja
Urban

Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO

27 Februari 2026
KIP Kuliah di Jogja.MOJOK.CO
Edumojok

Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah

27 Februari 2026
Mudik ke desa pakai motor setelah bertahun-tahun merantau di kota seperti Jakarta jadi simbol perantau gagal MOJOK.CO
Urban

Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga

26 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

KIP Kuliah.MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Ikut Dihujat Imbas “Oknum” yang Foya-Foya Pakai Duit Beasiswa, Padahal Beneran Hidup Susah hingga Rela Makan Sampah di Kos

25 Februari 2026
Mekanisme beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri masih silang sengkarut, awardee cemas jadi "WNI" MOJOK.CO

Mekanisme dalam Beasiswa LPDP (Masih) Silang Sengkarut: Awardee Cemas Jadi WNI, Negara Punya PR yang Harus Diberesi

23 Februari 2026
Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang Doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek Mojok.co

Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek

28 Februari 2026
Bisnis coffe shop, rumah dekat kafe, jogja.MOJOK.CO

Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

26 Februari 2026
Takjil bingka dari Kalimantan

Seloyang Bingka di Jogja: Takjil dari Kalimantan yang Menahan Saya agar Tetap “Hidup” di Perantauan

23 Februari 2026
Mudik ke desa pakai motor setelah bertahun-tahun merantau di kota seperti Jakarta jadi simbol perantau gagal MOJOK.CO

Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga

26 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.