Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kok Bisa Menyesal Ambil KPR di Tanah Rantau, Memangnya Sebelum Ambil Rumah Nggak Pake Mikir?

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
18 Juli 2025
A A
Kok Bisa Menyesal Ambil KPR di Tanah Rantau, Memangnya Sebelum Ambil Rumah Nggak Pake Mikir?

Kok Bisa Menyesal Ambil KPR di Tanah Rantau, Memangnya Sebelum Ambil Rumah Nggak Pake Mikir?

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Setelah baca artikel Ambil KPR di Tanah Rantau: Sebuah Keputusan Berujung Penyesalan, bukannya pencerahan yang saya dapatkan, justru kebingungan. Bingungnya lebih kek “kok bisa sih sebelum KPR nggak kepikiran sama sekali?”

Saya pelaku KPR, sama seperti suami si penulis. Saya tahu betul kekurangan, kelebihan, kerugian, dan keuntungan KPR. Jadi, saat membaca, saya kira saya akan bisa menebak arahnya ke mana. Tapi jujur saja, artikel tersebut beneran mindblowing.

Kayak, di salah satu paragraf, penulis bilang ambil KPR adalah tren. Ini beneran bikin saya ketawa terpingkal-pingkal sih. Sejak kapan nyicil rumah dianggap tren. Sengsara kok dianggap tren, ini logikanya di mana. Kalau bingung masukin kalimat apa ke dalam tulisan, yo nggak gitu-gitu banget juga.

Selain itu, argumen-argumen penulis juga bikin agak saya gimana gitu. Developer tidak amanah, jual rumah ternyata sulit, serta beli rumah di kampung sendiri, serta “nyicil lebih menguntungkan” adalah argumen penulis yang bikin saya kukur-kukur kepala. Oke, kita bahas di bawah.

Developer tidak amanah atau situ yang nggak teliti?

Saya akan mengutip salah satu argumen tentang rumah KPR di artikel yang saya singgung secara utuh.

“Contoh nyata yang kami alami misalnya. Sekadar untuk memasang meteran listrik, saya dan suami harus pakai dana sendiri. Jadi developer tidak mengurus printilan semacam itu.”

Udah ngerasa aneh belum? Belum? Pie to koe ki. Ya udah, saya jelasin.

Yang aneh adalah, sudah tahu rumah belum dipasang meteran listrik, kok unitnya diterima? Kok ya mau-maunya tanda tangan di depan notaris kalau tahu bahwa rumahnya belum layak dipakai? Terakhir, KOK YA NGGAK DICEK MENYELURUH?

Saya nggak mau bela developer rumah ya. Saya tahu brengseknya gimana. Cuman, kalau bagian ini, ya saya nggak bisa juga tutup mata atas kesalahan super dasar kek gini. Kok bisa, situ tahu nggak ada meterannya, tetep dibeli, tetep tanda tangan serah terima?

Setau saya, developer tidak bisa dituntut kalau kalian sudah tanda tangan serah terima. Biasanya kalau ada yang kurang, ya jangan diterima, minta pengembang untuk menyelesaikan kekurangan, baru serah terima. Saya dulu juga gitu kok.

Kalau perkara situ yang nggak teliti terus menyarankan orang lain untuk tidak mengambil KPR mah lucu. Lucu banget malah. Kok bisa nerima rumah kurang lengkap. Iki pie to pas tuku.

Jual rumah KPR ternyata sulit

Wo lha iyo, nggak usah rumah KPR deh, orang rumah lunas aja dijual sulit. Kau kira jual rumah itu kek jual frozen food atau roti maryam bisnis rumahan yang pasti dibeli tetanggamu karena pekewuh? Aneh areke iki.

Terus oper kredit dengan harga yang anjlok. Aduh. Saya jujur aja nggak paham maksudnya. Jangan-jangan, maksudnya adalah oper kredit, tapi rumah dibeli dengan tidak sesuai harga pasar? Ya kalau gini namanya nggak tahu diri.

Namanya beli rumah, situ harusnya udah mikirin kalau situ akan bertahan lama di situ, dan risiko-risiko yang ada. Makanya, ada orang yang bilang beli rumah itu sama kek jodoh, nggak bisa sembarangan. Kudu dipikir banget-banget. Dan ini ya nggak bikin KPR nggak worth it. Situ mau beli lunas pun masalahnya ya sama.

Iklan

Baca halaman selanjutnya

Mending beli rumah di kampung sendiri?

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 12 Februari 2026 oleh

Tags: kproper kredit KPR
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO
Cuan

Cara Generasi Sandwich Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun

26 Mei 2026
merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO
Urban

Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran

9 Februari 2026
Ragam

Cerita Gen Z Bisa Beli Rumah di Usia 24 Tahun, Modal Jualan Parfum

24 Oktober 2024
Kredit Pemilikan Rumah KPR, siasata pekerja jogja dapat rumah
Geliat Warga

Siasat Pekerja Punya Rumah Lewat KPR, Gaji UMR Jogja Bisa Punya Hunian?

14 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kenapa aktivis yang memulai bisnis kerap dicap sebagai kapitalis? MOJOK.CO

Kenapa aktivis harus miskin dan yang memulai bisnis kerap dicap sebagai kapitalis?

4 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
belanja di MR DIY. MOJOK.CO

Celingak-celinguk di MR DIY sambil Dengarkan Jingle yang Candu, Rasanya Damai Sekalipun Tidak Beli Apa-apa

5 Agustus 2026
Nggak Perlu Jadi Pelari Kalcer, Slow Jogging bikin Kita Waras Mental Sambil “Niko-niko” MOJOK.CO

Nggak Perlu Jadi Pelari Kalcer, Slow Jogging bikin Kita Waras Mental Sambil “Niko-niko”

3 Agustus 2026
KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas MOJOK.CO

KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas

3 Agustus 2026
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan tim KKP membahas program budi daya ikan tematik. (Sumber: Humas Pemda DIY)

64 Lokasi di Kalurahan DIY Kecipratan Jatah Program Budi Daya Ikan Tematik dari KKP

5 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.