“Pelengkap” saat melamun di pinggir Danau UNESA
Potret pekerja informal juga bisa dilihat di sekitar area Danau UNESA. Yang mana, puluhan warga sekitar juga menggantungkan hidup dengan berjualan di sana. Mulai dari makanan, minuman, sampai pakaian.
“Di beberapa stan itu memang kita harus bayar parkir, karena tiap rombong sudah ada penjaga parkirnya, tapi ada juga yang nggak minta,” ujar Eka.
Harga makanan di sana pun murah meriah. Eka biasa membeli ceker pedas yang sempat viral di TikTok. Ia mengaku mendapat rekomendasi tersebut dari influencer yang pernah mengulas soal kuliner di Danau UNESA.
Sebab jujur saja, meski banyak pedagang, menu yang ditawarkan kurang lebih sama. Misalnya saja jenis ceker yang mempunyai harga beragam.
Namun, Eka tak soal. Dia sudah punya menu ceker favorit untuk dimakan sambil melamun di pinggir Danau UNESA. Selain ceker, beberapa orang juga biasanya membeli kopi untuk diminum sambil menikmati senja di pinggiran Danau UNESA.
Melamun secukupnya, kerja jangan disia-siakan
Melihat keramaian pedagang dan pembeli di sekitar Danau UNESA membuat hati Eka lega.
“Ternyata banyak juga warga Surabaya yang berjuang dan bertahan untuk hidup,” ucapnya.
Sebab, apa mau dikata. Mendapatkan pekerjaan in this economy tidaklah mudah, setidaknya bagi Eka yang tinggal di Surabaya. Sebelum mendapat pekerjaan seperti sekarang, Eka mengaku sempat bekerja di sebuah lembaga sosial.
Tak jauh berbeda dengan kondisinya sekarang, gajinya juga belum setara UMK Surabaya. Pada akhirnya, Eka hanya bisa menerima rezekinya saat ini tanpa banyak mengeluh.
Agar kondisi mentalnya tetap sehat, dia pun memilih menghabiskan waktunya selama berjam-jam hanya untuk duduk dan melamun di pinggir Danau UNESA.
Kegiatan ini pun sudah dilakukannya sejak menjadi mahasiswa akhir. Hari di mana ia stres karena skripsi, kelimpungan mencari kerja, dan merasa tertinggal saat melihat karier teman-temannya begitu cemerlang.
Untungnya dengan melamun di Danau UNESA, Eka bisa menenangkan pikiran. Sebab, di tengah keheningan tersebut, ia bisa meng-charge energinya untuk menjalani hari esok.
“Kadang-kadang aku batasi sampai pukul 21.00 WIB biar sampai rumah nggak kemalaman dan besoknya nggak makin capek,” ucapnya.
Penulis: Aisyah Amira Wakang
Editor: Muchammad Aly Reza
BACA JUGA: Danau UNESA Memang Biasa Aja tapi Jadi Wisata Mewah bagi Orang Melarat Surabaya, Saingan dengan Tongkrongan Crazy Rich atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan














