Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sosok

Aulia, Clutch Player UNY dari Bukit Pinus yang Tak Butuh Sorotan Untuk Bersinar

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
13 November 2025
A A
futsal uny.MOJOK.CO

Ilustrasi - Aulia, Clutch Player UNY dari Bukit Pinus yang Tak Butuh Sorotan Untuk Bersinar (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ketika laga tersisa kurang dari semenit, saya sempat berpikir pertandingan benar-benar selesai. Skor 2-0 sudah cukup untuk memastikan tim futsal putri Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menjuarai Campus League 2025 by Polytron. 

Sebagian penonton mulai berdiri, beberapa sudah mengangkat ponsel untuk merekam momen selebrasi. Namun, dari sayap kanan, pemain bernomor punggung 19, Syarah Aidatul Aulia, masih tampak haus gol.

Saat laga menyisakan 47 detik, Aulia melakukan cut inside dari kanan, mengambil posisi tembak, lalu melepaskan sepakan kaki kiri dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras ke pojok kiri bawah gawang Universitas Negeri Malang (UM). Sayangnya, bola masih bisa ditepis oleh kiper UM, Patrisia Iyai.

Beberapa detik berselang, GOR Universitas Islam Indonesia (UII) Jogja kembali bergemuruh. Gol terjadi. Penonton yang menyaksikan lewat siaran langsung di YouTube sempat bingung siapa pencetaknya karena semuanya berlangsung begitu cepat. Tapi saya, yang duduk di tribun kanan, tahu persis siapa aktornya: Aulia.

Sepak pojok diambil cepat. Bola diarahkan ke flank kanan. Aulia menerima, cut inside lagi ke tengah, lalu melepaskan tembakan kaki kiri ke arah yang sama seperti beberapa detik sebelumnya. Kali ini, kiper tak sanggup menepis. Gol. Skor menjadi 3-0. UNY memastikan gelar juara.

futsal uny.MOJOK,CO
Selebrasi Aulia setelah mencetak gol ke gawang UM Malang. (dok. Campus League)

Sorak-sorai penonton menelan seluruh bunyi peluit. Di tengah pelukan rekan-rekannya, Aulia tak mampu menahan rasa bahaginya.

Clutch player UNY yang jarang disorot

Sepanjang turnamen, Aulia mungkin bukan nama pertama yang disebut orang ketika membicarakan UNY. Ada Dwi Annisa Divaningrum, mesin gol dengan tujuh gol yang jadi top scorer. Ada juga sang kapten, Rinjani Manurung, yang oleh banyak penonton dianggap MVP karena permainan elegannya.

Namun, di antara dua nama besar itu, ada sosok yang diam-diam selalu hadir saat dibutuhkan. Aulia tak seproduktif Divaningrum atau semilitan Rinjani, tapi ia pemain yang tahu cara memberi dampak.

Ketika tim butuh gol, Aulia muncul. Ketika permainan buntu, ia memecahnya. Ketika UNY perlu menjaga ritme agar skor aman, ia jadi penyeimbang.

Di fase grup, ketika melawan UIN SATU Tulungagung, ia mencetak satu gol dalam kemenangan telak 9-1. Dalam semifinal melawan Universitas Tidar (Untidar) Magelang, ia mencetak dua gol untuk memastikan UNY melaju mulus ke semifinal

futsal UNY.MOJOK.CO
Aksi Aulia dalam pertandingan semifinal menghadapi Untidar Magelang. Di laga ini, ia mencetak dua gol. (dok. Campus League)

Empat gol sepanjang turnamen bukanlah angka mencolok, tapi setiap gol Aulia punya cerita dan waktu yang krusial. Ia bukan sekadar mencetak gol, melainkan memastikan momentum berpihak pada timnya.

Padahal, di turnamen sebelumnya–Champions League of Faculty (CLF) 2025 yang digelar di UGM–meski UNY hanya finis sebagai runner-up, Aulia justru terpilih sebagai pemain terbaik. Penghargaan itu semacam penegasan bahwa kontribusinya tak selalu diukur dari jumlah gol, tapi dari cara ia menjaga keseimbangan permainan tim.

 

View this post on Instagram

 

Iklan

A post shared by CLF UGM 2025 (@clf.ugm)


Di lapangan, Aulia sendiri menempati posisi flank kanan. Ia sebenarnya pemain dominan kanan, tapi sering bermain di sisi kanan untuk melakukan cut inside dan menembak dengan kaki kiri—yang bukan kaki terkuatnya. Di sinilah keunikannya. Ia bukan pemain yang banyak bicara, tapi keputusan-keputusannya cepat dan presisi. Ia tahu kapan menahan bola, kapan menusuk, kapan menembak.

Saya memperhatikan gerakannya sepanjang laga. Tak ada gestur yang berlebihan, tak ada teriakan mencolok. Tapi setiap kali ia menerima bola, suasana berubah sedikit lebih tegang. Ada ekspektasi bahwa sesuatu bisa terjadi—entah peluang, entah gol.

Setelah pertandingan, saya sempat menghampirinya di pinggir lapangan. Rambutnya masih basah keringat, napasnya tersengal, tapi wajahnya tetap menyimpan senyum tipis.

“Senang banget, Mas. Soalnya UM ini lawan yang berat, kemarin di grup kami cuma main imbang, tapi sekarang bisa menang,” ungkapnya.

Dari Bukit Pinus di Bantul, sampai jadi pemain Arema FC

Aulia lahir di Bantul, 2 Januari 2005. Ia tumbuh di Desa Sendangsari, Terong, Dlingo, wilayah yang lebih dikenal karena perbukitan dan hutan pinus ketimbang sepak bolanya. Tapi sejak kecil, ia sudah akrab dengan bola.

“Dulu waktu kecil, sejak kelas 5 SD, aku udah main di lapangan desa,” katanya saat saya temui seusai laga.

Ia bercerita tentang masa kecilnya yang sering bermain bola dengan anak laki-laki di kampung. Lapangannya tanah, becek, tapi semangatnya tak pernah hilang.

Melihat minat itu, orang tuanya kemudian mendukung. Mereka memasukkannya ke sekolah sepak bola (SSB). Dari situ, Aulia bergabung ke klub Persopi Elti Piyungan, lalu berlanjut ke Putri Protaba Bantul. Di klub inilah ia mulai dikenal di level daerah dan membuka jalan ke dunia profesional.

Tahun 2022 menjadi titik balik besar. Ia mengikuti seleksi Arema FC Women di Malang. Dari sekitar 170 peserta, hanya 15 yang diterima. Salah satunya dia.

“Sebetulnya waktu itu aku ragu, Mas. Pesertanya banyak banget. Tapi begitu hasil seleksi keluar di IG, ada namaku,” ujarnya sambil tersenyum kecil, seolah masih tak percaya.

futsal UNY.MOJOK.CO
Aulia sempat ragu akan lolos seleksi tim Arema FC Woman karena peserta banyak. Namun, kini ia berhasil menjadi pemain tim tersebut. (dok. Campus League)

Di Arema, Aulia berkembang pesat. Ia belajar banyak tentang taktik, kedisiplinan, dan profesionalitas. Bersama klub tersebut, ia menjuarai Piala Pertiwi Jawa Timur dan meraih peringkat ketiga Piala Pertiwi Nasional di Bandung. Salah satu momen terbaiknya adalah hat-trick ke gawang Banyuwangi—tiga gol yang menegaskan naluri menyerangnya.

Sekarang, sembari menempuh studi di UNY, Aulia tetap aktif bermain futsal dan sepak bola. Jadwalnya padat, tapi kampus mendukung. “

Yang penting tanggung jawab dan jaga performa,” katanya singkat.

Ritual unik sebelum tanding: mendengarkan dangdut

Tidak seperti pemain lain yang punya ritual unik sebelum bertanding–ada yang selalu berdoa di pojok lapangan atau memakai sepatu kanan dulu–Aulia justru memilih cara sederhana: mendengarkan musik.

“Aku suka dengerin musik sebelum tanding, Mas,” katanya. Saat saya tanya lagu siapa, ia menyebut nama yang saya tak kenal. “Lany.” Kami sama-sama tertawa karena saya pikir yang ia maksud dangdut, tapi ternyata bukan.

Namun, selain lagu-lagu pop, dangdut justru jadi favoritnya sebelum main. “Dangdut bikin urat-uratnya nggak tegang,” ujarnya sambil tertawa.

Bagi Aulia, musik adalah cara untuk menenangkan diri. Irama dangdut yang ringan membuat ototnya rileks dan pikirannya tenang. Ia percaya, pemain yang tegang justru tak bisa tampil lepas. 

“Kalau sudah enjoy, kaki lebih ringan,” katanya.

Mungkin terdengar remeh, tapi bagi Aulia, itu bagian dari fokus. Ia tahu kapan harus santai dan kapan berubah jadi garang di lapangan.

***

Kemenangan UNY di Campus League 2025 bukan hanya soal banyaknya gol atau sorotan kamera. Ini tentang keseimbangan tim. Tentang pemain-pemain yang bekerja dalam diam tapi menentukan arah permainan.

Aulia adalah cerminan dari itu semua. Ia bukan pemain yang selalu jadi starter, bukan juga yang mencetak gol terbanyak, tapi selalu bisa diandalkan. Dalam istilah futsal, ia clutch player–pemain yang muncul di saat-saat penting dan memberi dampak besar tanpa banyak sorotan.

Kadang, pemain terbaik bukanlah yang paling sering disebut. Kadang, mereka adalah yang diam-diam membuat segalanya berjalan. Seperti Aulia, pemain yang tak perlu bersinar terang untuk menunjukkan betapa penting dirinya bagi tim.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: El Capitano dan Sepasang Decker yang Menjaga Irama Permainan Tim Futsal Putri UGM atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 13 November 2025 oleh

Tags: Aremacampus league 2025 by polytronfustal unyfutsalUniversitas Negeri Yogyakartauny
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

5 Esai Terpopuler Mojok 2025 (Mojok.co/Ega Fansuri)
Esai

5 Esai Terpopuler Mojok 2025: Sebuah Rekaman Zaman dan Keresahan Lintas Generasi

1 Januari 2026
Didikan bapak penjual es teh antar anak jadi sarjana pertama keluarga dan jadi lulusan terbaik Ilmu Komunikasi UNY lewat beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO
Kampus

Didikan Bapak Penjual Es Teh untuk Anak yang Kuliah di UNY, Jadi Lulusan dengan IPK Tertinggi

29 Desember 2025
UAD: Kampus Terbaik untuk “Mahasiswa Buangan” Seperti Saya MOJOK.CO
Esai

UNY Mengajarkan Kebebasan yang Gagal Saya Terjemahkan, sementara UAD Menyeret Saya Kembali ke Akal Sehat Menuju Kelulusan

16 Desember 2025
UNY Bikin Liar, Ketulusan Dosen UAD Bikin Saya Jadi Tertib MOJOK.CO
Esai

Pengalaman Saya Kuliah di 2 Kampus Terbaik Jogja: Menjadi Liar di UNY, Menikmati Kasih Sayang Dosen dan Menjadi Mahasiswa Tertib di UAD

8 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026
Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas, Pemutar Ekonomi Bangsa MOJOK.CO

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa

13 Januari 2026
Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026
Motor Honda Vario 150 2026, motor tahan banting MOJOK.CO

Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual

15 Januari 2026
flu.mojok.co

Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19

9 Januari 2026
literasi rendah di Papua dan upaya mahasiswa BINUS. MOJOK.CO

Tantangan Mahasiswa BINUS bikin Cerita Bergambar Soal Kehidupan Sehari-hari Anak Papua dan Guru Relawan

8 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.