Padahal, kos jauh dari kampus malah bikin mahasiswa rajin karena harus berjuang ekstra
Di lain sisi, mahasiswa dengan kos yang terletak jauh dari kampus harus berusaha lebih keras. Mereka tidak bisa berangkat mepet, apalagi malas-malasan untuk pergi lebih awal, atau akan berisiko tidak selamat dalam perjalanan di kampus.
Dhanty (26) yang pernah menyewa kos-kosan jauh dari kampusnya di salah satu PTN Jogja, mengatakan bahwa dia harus menjadi lebih presisi dan rajin. Masalahnya kos yang dipilihnya berjarak sekitar 7 kilometer dari kampus.
“Jadi harus lebih presisi. Kamu harus tahu estimasi, harus berangkat lebih awal, harus tahu juga kapan melewati jam macetnya,” kata dia.
Kalau tidak, Dhanty mengatakan risiko yang diterima bukan main-main. Ia bisa jadi akan terlambat, terdampak cuaca Jogja yang tidak menentu, sampai dengan dilarang memasuki kelas oleh dosen.
“Ya, kalau kamu kelewat perhitungan waktu cuaca, kamu bisa kehujanan,” kata dia.
“Apalagi kalau terlambat pas kelas dosen killer, itu sedih,” kata dia menambahkan.
Namun setidaknya, jarak kos ini membuat Dhanty lebih rajin dalam menjalankan perkuliahannya. Dibandingkan dengan kos-kosan di dekat kampus, ia juga memperoleh keunggulan berupa harga kos yang terbilang lebih terjangkau, yakni Rp750 ribu.
Sementara itu, kos-kosan di sekitar kampus yang terbilang nyaman seperti kosnya berada dalam rentang harga Rp900 ribu sampai dengan jutaan rupiah. Meski ada harga, ada keuntungan yang didapatkan, tetapi tidak dipungkiri bahwa keunggulan ini juga berdampak pada mahasiswa yang menjadi lebih malas.
Penulis: Shofiatunnisa Azizah
Editor: Ahmad Effendi
BACA JUGA: Rasanya Tinggal di Kos “Medioker” Jogja: Bayar Mahal, tapi Nggak Dapat Sinar Matahari dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan














