Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Petaka yang Terjadi Saat Orang Tua Sibuk Mengejar Dunia dan Anak yang Terlalu Sering Menggunakan Gawai hingga Candu

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
7 Januari 2026
A A
kecanduan gadget pada anak. MOJOK.CO

ilustrasi - bahaya gadget yang terlalu sering digunakan oleh anak. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dosen Ilmu Filsafat Universitas Airlangga (Unair), Listiyono Santoso tak menampik tantangan orang tua di era digital semakin berat. Terutama dalam menghadapi kasus kecanduan gadget pada anak.

Di tahun 2023 saja, jumlah anak yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya meningkat sebesar 20 persen. Rata-rata mereka terdiri dari kelompok usia 14 hingga 19 tahun. Bukan tidak mungkin jika wujud dari generasi emas 2045 dapat terhambat.

“Apa yang biasa kita sebut bonus demografi itu justru berpeluang menjadi petaka jika tidak diawasi,” ujar Listiyono di Hotel Aria Center Surabaya, Sabtu (27/12/2025).

Oleh karena itu, Listiyono selaku ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Jawa Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD) reviewer Naskah Akademik Kerawanan Penyalahgunaan Gadget pada Anak.

Forum itu diikuti oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, serta organisasi masyarakat sipil (OMS) yang bergerak di bidang perlindungan anak dan isu sosial di Jawa Timur terkait, guna mencegah kecanduan gadget pada anak.

Maraknya kasus kecanduan gadget pada anak

Sejumlah perwakilan yang hadir dalam FGD reviewer Naskah Akademik Kerawanan Penyalahgunaan Gadget pada Anak, tampak miris saat mendengar laporan dari seorang perwakilan Dinas Sosial Jawa Timur (Dinsos Jatim).

“Saya ingat betul, di tahun 2022, kami (Dinsos Jatim) terpaksa tidak bisa menerima rehabilitasi dari seorang anak yang sulit konsentrasi dan tidak bisa diajak komunikasi, karena kami tak punya kompetensi mengatasi masalah tersebut,” kata dia.

Setelah menelusuri masalah lebih lanjut, Dinsos Jatim jadi tahu penyebab si anak mengalami gangguan tersebut karena kecanduan gadget. Dari sana, Dinsos Jatim langsung merujuk anak tersebut ke RSJ guna mendapat penanganan lebih lanjut. 

“Sejak saat itu hingga kini, kami merasa seperti mengalami panen masalah karena kasus serupa,” ujarnya.

Digitalisasi internet menimbulkan kebersamaan yang tidak sesungguhnya

Dosen Ilmu Filsafat Unair, Listiyono Santoso berujar masalah kecanduan gadget pada anak bisa dipicu salah satunya karena pola asuh orang tua. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin masif, gawai seolah jadi kebutuhan wajib bagi anak. Berbeda dengan zaman dulu, di mana anak baru boleh memiliki gawai pribadi di usia remaja.

Faktanya kini, Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 mencatat sebanyak 39,71 persen anak usia dini di Indonesia telah menggunakan gawai. 5,88 persen di antaranya adalah anak di bawah usia 1 tahun.

Listiyono mencontohkan, salah satu pola asuh orang tua saat kesulitan memberi anak-anak mereka makan adalah membiarkannya makan sambil menonton sesuatu di tab atau gawai. Cara-cara itu kemudian berlanjut hingga anak kecanduan gadget.

“Orang tua terlalu sibuk meluangkan waktunya pada anak, membiarkan mereka bermain gadget selama berjam-jam, atau kita sendiri lah yang sebenarnya memberikan contoh tersebut pada anak,” kata Listiyono.

“Mangkanya saya sering menyebut digitalisasi internet kini menjadikan keluarga seperti tampak bersama, tapi tidak dalam kebersamaan sesungguhnya. Bersatu, tapi saling memisahkan satu sama lain,” lanjutnya.

Iklan

Anak-anak sudah terpapar judi online

Kritik Listiyono terhadap pola asuh orang tua diperkuat dengan data dari Kadis Kominfo Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin yang mengungkap catatan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). KPAI mencatat sebanyak 79 persen orang tua tidak menerapkan peraturan penggunaan gadget pada anak tahun 2025. 

“Jadi ya udah, di kasih HP saja. Kan mereka juga butuh ya saat sekolah, hanya saja orang tua perlu ingat kalau anak-anak punya rasa penasaran yang tinggi,” kata Sherlita di Hotel Aria Center Surabaya di Jawa Timur, pada Sabtu (27/12/2025).

Sherlita menyebut kurangnya pengawasan orang tua bisa meningkatkan kasus kecanduan gadget yang dipicu karena ketergantungan game online, pornografi, hingga judi online. Dirinya mencatat ada sekitar 80 ribu anak usia kurang dari 10 tahun sudah terpapar judi online dalam keadaan “tidak sadar”.

Cara mencegah anak kecanduan gadget

Anak-anak yang kecanduan gawai cenderung mengalami masalah dalam konsentrasi, perkembangan bahasa, dan keterampilan motorik. Di sisi lain, gawai juga berguna bagi anak untuk melatih kognitif mereka agar lebih kreatif. 

Oleh karena itu, solusi mencegah kecanduan gadget pada anak bukan melarang penggunaan gadget secara total tapi mengendalikan.

Orang tua perlu membatasi waktu penggunaan gadget pada anak dan menawarkan mereka aktivitas yang lebih menyenangkan. Yang paling penting, orang tua perlu hadir sepenuhnya untuk anak.

“Kita terlalu sibuk mengajarkan anak-anak kita untuk cerdas menggunakan digital, tapi lupa mengajari mereka cara bertanggung jawab menjadi manusia,” kata Sherlita.

Sherlita juga menegaskan jika Indonesia telah memiliki Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS). Peraturan tersebut sebagai respons strategis pemerintah untuk mencegah paparan konten berbahaya dan eksploitasi pada anak. 

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Anak Kecanduan Gadget, Kak Seto Jelaskan Penyebab dan Cara Mengatasinya atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2026 oleh

Tags: anak terpapar judoldampak buruk gadgetgenerasi emaskecanduan gadgetparentingpola asuh orang tuasolusi kecanduan gadget
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Artikel Terkait

Lima Kali Alesha Operasi Mata dan Sebuah Doa yang Tak Lagi Sama MOJOK.CO
Esai

Lima Kali Alesha Operasi Mata dan Sebuah Doa yang Tak Lagi Sama

5 Januari 2026
Para pembicara di “Sarasehan” dengan tajuk Generasi Emas: Mengenal Akar Kenakalan Remaja dan Solusinya yang diadakan oleh Al Kahfi Cabang Surabaya 3. MOJOK.CO
Kilas

Miris Melihat Remaja Terjerumus dalam Jurang “Kegelapan”, Yayasan Al Kahfi Ajak Ratusan Pelajar SMA Surabaya Menemukan Jati Diri

13 Agustus 2025
Indonesia krisis fatherless. MOJOK.CO
Ragam

Apresiasi untuk Ayah yang Antar Anak ke Sekolah Hanyalah Perayaan Simbolis, Pemerintah Belum Selesaikan Masalah Utama

15 Juli 2025
Hasto Wardoyo batasi penjualan miras di Yogyakarta karena kasus penusukan santri krapyak. MOJOK.CO
Kilas

Gerombolan Pemuda Mabuk Tusuk Santri Krapyak, Hasto Minta Penjualan Miras Dibatasi

26 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak
Tinggalkan Komentar

Terpopuler Sepekan

Ketika Dosen UGM Mengajar di Cina saat Natal dan Tahun Baru: Libur Bukan Hadiah, tetapi Utang yang Harus Dibayar Lunas MOJOK.CO

Ketika Dosen UGM Mengajar di Cina saat Natal dan Tahun Baru: Libur Bukan Hadiah, tetapi Utang yang Harus Dibayar Lunas

2 Januari 2026
Urusan dengan balai desa bikin muak karena kelakuan perangkat desa kolot MOJOK.CO

Muak Ngurus Sesuatu di Balai Desa: Capek Hadapi Perangkat Desa Kolot dan Ruwet, Perkara Tanda Tangan Basah bikin Marah

5 Januari 2026
Gudeg Jogja 3 Porsi di Malioboro Dihargai 85 Ribu Itu Wajar, Jadi Wisatawan Mbok Ya Riset, Jangan Caper!

Gudeg Jogja 3 Porsi di Malioboro Dihargai 85 Ribu Itu Wajar, Jadi Wisatawan Mbok Ya Riset, Jangan Caper!

4 Januari 2026
Curhat petugas front line KRL Solo-Jogja kerja di KAI. MOJOK.CO

Sisi Gelap Kerja di KAI dengan Upah Layak: Risiko Difitnah Penumpang hingga Terkuras Fisik dan Mental

5 Januari 2026
Dari keterangan Polresta Yogyakarta: Kantor scammer berbasis love scam di Gito Gati, Sleman, raup omzet puluhan miliar perbulan MOJOK.CO

Kantor Scammer Gito Gati Sleman: Punya 200 Karyawan, Korbannya Lintas Negara, dan Raup Rp30 Miliar Lebih Perbulan dari Konten Porno

7 Januari 2026
Kumpul kebo (kohabitasi) sesama jenis di Malang dan Surabaya. Menemukan kebahagiaan, berharap menikah, tapi takut lukai hati orang tua MOJOK.CO

Kumpul Kebo Sesama Jenis di Malang-Surabaya: Tak Melulu Soal Seks, Merasa Bahagia meski Lukai Orang Tua

7 Januari 2026

Video Terbaru

Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

6 Januari 2026
PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

3 Januari 2026
5 Video Mojok Terpopuler 2025: Manuskrip Jawa hingga yang Membuat Tawa  MOJOK.CO

5 Video Mojok Terpopuler 2025: Manuskrip Jawa hingga yang Membuat Tawa 

1 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.