Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Terminal Bungurasih, Tempat Berkumpulnya Pengalaman Pahit Kena Tipu hingga Saksi Kerasnya Hidup di Surabaya

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
28 Januari 2024
A A
terminal bungurasih surabaya.MOJOK.CO

Ilustrasi Terminal Bungurasih (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Terminal Purabaya yang dikenal juga sebagai Terminal Bungurasih punya banyak sisi sedih hingga keapesan penumpang bus AKAP dan AKDP. Salah satu gerbang utama Surabaya Raya ini memang penuh cerita.

Tak heran, jika pada Sabtu (27/1/2024), sebuah cuitan di X dari akun @sbyfess membuat Terminal Bungurasih menjadi trending topic seharian. Pasalnya, memang banyak kisah yang tertuang di sana.

Punya pengalaman apa di Bungurasih -rek wkwk pic.twitter.com/KMtSIgSf16

— 🦈 SUROBOYOFESS 🐊 (@sbyfess) January 26, 2024

Kehadiran Terminal Bungurasih menggantikan Terminal Joyoboyo, yang beberapa dekade silam mulai tak mampu memenuhi kapasitas bus dan penumpang. Sejak awal 90-an, terminal ini sudah menjadi pintu gerbang utama mereka yang hidup atau sekadar hendak singgah di Surabaya.

Pada 2023 lalu, Kementerian Perhubungan RI juga mencanangkan akan merevitalisasi Terminal Bungurasih. Tepatnya pada bagian akses keluar dan masuk dengan dana hingga Rp30 miliar.

Bus dari arah barat, timur, dan selatan menuju Kota Surabaya bermuara di Terminal Bungurasih, terminal tipe A yang cukup besar dan padat hilir mudik manusia. Puluhan ribu orang keluar dan masuk setiap hari. Di balik itu, ada kisah-kisah pilu, pelik, dan kadang unik yang mereka alami.

Pengalaman kena tipu

Selayaknya di terminal, ada calo berseliweran di Terminal Bungurasih. Bahkan terkadang mereka menipu calon penumpang. Pengalaman itu pernah diceritakan seorang penulis Mojok, Faris Alfaris, saat itu ia bertemu dengan lelaki yang berpakaian mirip kondektur.

terminal bungurasih surabaya.MOJOK.CO
Terminal Purabaya atau Bungurasih yang menyimpan banyak cerita (Ardfeb, CC BY-SA 4.0 via Wikimedia Commons)

Lelaki itu berujar akan mengantarkan Faris ke bus ekonomi. Saat itu, Faris mengakui bahwa masih awam soal dunia bus sehingga manut-manut saja dengan arahan lelaki tersebut.

Hingga akhirnya ia mulai merasakan kejanggalan setelah masuk bus sesuai arahan kondektur itu. Pasalnya, bus itu interiornya tampak bagus, jauh lebih mewah dari bus ekonomi. Setelah bertanya kepada penumpang lain, alih-alih ekonomi, bus yang ia tumpangi merupakan bus patas.

“Saat itu, saya cuma bawa uang pas-pasan. Saya harus cepat-cepat turun karena kalau busnya keburu berangkat, hidup saya malam itu bakal kacau,” ceritanya dalam tulisan Kena Tipu saat Pertama Kali Menginjakkan Kaki di Terminal Purabaya.

Kisah-kisah menyedihkan di Terminal Bungurasih

Selain pengalaman apes, di terminal banyak kisah pilu manusia-manusia jalanan. Kontributor liputan Mojok, Aly Reza, yang kerap menumpang bus dari Terminal Bungurasih pernah menceritakan soal pengamen anak yang selalu menyanyikan lagu bertema orang tua.

Aly menceritakan bahwa bocah itu bernama Ucil (10). Ia kerap melamun di kursi kosong bus setelah bernyanyi. Ucil, merupakan julukan yang bocah itu dapat dari kernet-kernet bus.

Ucil tidak sekolah, ia mengamen dari pagi sampai malam. Ia mengaku masih punya orang tua namun harus tetap berjuang mencari nafkah.

“Aku seneng juga ngamen. Nggak iri sama anak-anak yang sekolah, main-main, ibuk bapaknya punya uang banyak. Ngamen di bus juga main bagi aku. Malah dapat uang,” kata Ucil.

Iklan

Selain itu, ada kisah dari Cak Mudi, lelaki asal Madura yang mencari peruntungan dengan menjual buku Kumpulan doa, tasbih, hingga alat tulis. Dagangan itu, di era sekarang, tergolong sulit laku.

“Seharian nggak laku blas, Mas. Beli satu ae, tasbih ini tasbih. Buat beli rokok,” ujarnya memelas.

“Zaman dulu anak-anak kecil suka kalau lihat buku-buku bergambar. Orang tua kalau mau pulang dulu ada saja yang beli buat oleh-oleh. Sekarang nggak ada blas. Sehari dapat satu pembeli itu sulitnya masyaAllah,” curhat Cak Mudi.

Dulunya, dapat 100 ribu dalam sehari di Terminal Bungurasih bukan hal sulit bagi Cak Mudi. Namun kini, ada satu pembeli saja sudah untung. Dengan kondisi begitu, Cak Mudi mengaku mengandalkan istrinya yang kerja di warung bebek milik kerabatnya di Surabaya.

Terminal bus menjelma jadi saksi bagi banyak cerita. Mulai dari kisah indah, apes, hingga nestapa kehidupan jalanan yang keras. Bungurasih menjadi salah satu yang menyimpan banyak kisah tersebut.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Cerita Sedih dari Orang-orang di Terminal Bungurasih, Gerbang Utamanya Surabaya

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 27 Januari 2024 oleh

Tags: SurabayaTerminalTerminal Bungurasihterminal purabaya
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Mie ayam surabaya untuk quality time. MOJOK.CO
Urban

Makan Mie Ayam, “Quality Time” Orang Surabaya dan Balas Dendam Terbaik untuk Melampiaskan Getirnya Hidup

25 Februari 2026
Honda Scoopy membawa maut saat dipakai mudik Surabaya ke Lumajang. MOJOK.CO
Sehari-hari

Alasan Saya Bertahan Pakai Honda Scoopy untuk Mudik Surabaya-Lumajang, meski Tertipu dengan Tampang dan “Fitur” Biasa Saja yang Menyiksa

25 Februari 2026
Pekerja gila Surabaya yang melamun di Danau UNESA. MOJOK.CO
Urban

Danau UNESA, Tempat Pelarian Pekerja Surabaya Gaji Pas-pasan dan Gila Kerja. Kuat Bertahan Hanya dengan Melamun

24 Februari 2026
Siksaan naik bus ekonomi Surabaya Semarang seperti Indonesia dan Sinar Mandiri MOJOK.CO
Catatan

Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan

22 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suzuki S-Presso Mobil Tidak Menarik, tapi Tetap Laku MOJOK.CO

Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik

26 Februari 2026
Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa MOJOK.CO

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa

24 Februari 2026
Bisnis coffe shop, rumah dekat kafe, jogja.MOJOK.CO

Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

26 Februari 2026
merantau di Jogja.MOJOK.CO

Cerita Perantau Jatim: Diremehkan karena Tinggal di Kos Kumuh Jogja, Bungkam Mulut Tetangga dengan Membangun Rumah Besar di Desa

25 Februari 2026
Pekerja gila Surabaya yang melamun di Danau UNESA. MOJOK.CO

Danau UNESA, Tempat Pelarian Pekerja Surabaya Gaji Pas-pasan dan Gila Kerja. Kuat Bertahan Hanya dengan Melamun

24 Februari 2026
THR belum cair, tapi sudah ludes dalam hitungan di kalkulator. Mudik lebaran memang tidak menyenangkan MOJOK.CO

THR Belum Cair tapi Sudah Jelas Ludes buat Dibagi-bagi, Yang Pasti Tak Ada Bagian untuk Diri Sendiri

23 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.