Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Tentang Kos Rp66 Ribu di Pakem Sleman, Terlihat seperti Rumah Pertumbalan tapi Serasa Tinggal di Rumah Impian

Cicilia Putri Herlinda oleh Cicilia Putri Herlinda
7 Oktober 2024
A A
Cerita di Balik Kos Murah Rp66 Ribu di Pakem, Sleman MOJOK.CO

Ilustrasi - Cerita kos murah Rp66 ribu di Pakem, Sleman. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di tengah banyak kos berharga mahal di Jogja, ternyata masih ada kos yang bisa disewa dengan harga Rp66 ribu. Lokasinya di Pakem, Sleman. Tak ayal jika kos tersebut langsung viral usai si pemilik kerap membagikan kesehariannya menghuni kos murah itu di media sosial.

Pertanyaannya, seberapa nyaman meninggali kos tersebut? Pasalnya, kondisi kos murah umumnya sangat tidak layak huni. Dari video yang si penghuni unggah, kosnya pun tampak seperti rumah terbengkalai. Hanya saja, si penghuni tampak begitu menikmati hari-harinya di kos Rp66 ribu di Pakem, Sleman, itu.

***

Farid (26), sebagai penghuni kos, tak pernah menduga sebelumnya bakal mendapat kos-kosan dengan harga semurah itu untuk ukuran Jogja. Pada awalnya, pria asal Bawen itu mendapat rekomendasi dari adik kelasnya yang lebih dulu menempati kos-kosan tersebut.

“Adik kelasku ini ke Jogja cuma ngurusin skripsinya. Itup un kadang hanya sebulan atau dua bulan sekali. Makanya, akhirnya aku ngajak dia buat ngekos bareng aja (di kos si adik kelas) daripada aku susah-susah cari kos,” katanya saat berbincang dengan Mojok pada Kamis, (03/10/2024).

Kos di Pakem Sleman: bak rumah terbengkalai dan angker

Saat  melihat kondisi kos di Pakem, Sleman, itu Farid mengaku kaget. Dari luar, bangunannya mirip rumah terbengkalai. Apalagi bagian dalam, banyak sudut yang benar-benar tak terawat. Misalnya yang paling Farid soroti adalah ruang tamu: malah terkesan seperti gudang.

“Untungnya bagian kamar nggak terlalu buruk,” tutur Farid. Alhasil, sejak awal 2024 ia mantap memutuskan ngekos di Pakem, Sleman, tersebut.

Hari-hari pertama di kos seharga Rp66 ribu di Pakem, Sleman, tersebut memang terasa singup. Tentu ada perasaan-perasaan gentar terhadap “gangguan tak kasata mata”. Terlebih, Farid mengaku cukup percaya dengan unsur-unsur mistis.

Akan tetapi, setelah tinggal beberapa minggu, bayangan soal kosnya yang menyeramkan lama-lama hilang. Sejauh ini ia tidak pernag mengalami gangguan.

Perihal tumbal dan sejarah kelam di kos Pakem Sleman

Lagi-lagi soal “umumnya”. Bangunan yang tampak terbengkalai kerap diasosiasikan dengan praktik pertumbalan. Begitu juga celoteh warganet terhadap kos Farid saat beberapa kali ia unggah di media sosial.

Pertama, ada yang menganggap kos Farid di Pakem, Sleman, itu jadi sarang demit. Tapi Farid sudah memberi kesaksian bahwa sejauh ini taka da “gangguan demit” yang menyasarnya.

Cerita di Balik Kos Murah Rp66 Ribu di Pakem, Sleman MOJOK.CO
Kondisi kos murah Rp66 ribu di Pakem, Sleman. (Instagram/@faridtokk)

Kedua, ada yang mengaitkan kos murah Farid sebagai modus pertumbalan dari si pemilik kos. Bahkan, ada yang menduga kalau kos di Pakem, Sleman, itu bisa jadi memiliki sejarah kelam hingga kemudian ditinggalkan pemiliknya.

“Ternyata dulunya kos ini adalah rumah warisan dari orang tua pemilik kos. Karena si pemilik kos sudah berkeluarga dan punya rumah sendiri, alhasil disewakan daripada dibiarkan nganggur,” ungkap Farid mengungkap kebenaran kosnya.

Tak pernah bertemu pemilik kos sebenarnya

Sejauh ini, Farid mengaku belum pernah bertemu sama sekali secara langsung dengan pemilik kos. Sebab, pemilik kos, sejauh yang ia dengar, sedang berada di Surabaya.

Iklan

“Kita bayar kosnya nggak langsung ke pemiliknya. Ada satu orang yang udah lama kos di sini, dan kita bayar kosnya ke dia, dia yang bakal setor ke pemilik kos,” terang Farid.

“Kalau anak-anak kos lain sih katanya sudah pernah bertemu denga pemilik kos asli. Jadi cuma aku yang belum pernah (bertemu pemilik kos),” sambungnya.

Kata Faird, kos Rp66 ribu hanya memiliki empat penghuni. Penghuni kos lain, menurut Farid, benar-benar mencoba saling menciptakan ruang aman dan nyaman satu sama lain. Sehingga satu sama lain saling percaya sampai di level membiarkan kamar tak terkunci pun tak ada rasa khawatir bakal ada orang masuk untuk ngutil.

Gambaran tentang rumah impian

Sebagai lelaki dusun, Farid mengaku nyaman tinggal di kosnya yang sekarang. Bagi Farid, kos Rp66 ribu di Pakem, Sleman, itu justru lebih baik daripada kosnya dulu yang beberapa penghuninya berada di dunia gelap.

Jarak antara kos Farid dengan tempat kerjanya sebenarnya cukup jauh. Namun, ia merasa lebih tenang karena suasana kosnya itu mirip dengan tempat tinggalnya di Bawen. Singkat kata, kosnya tersebut sangat cocok untuk menenangkan diri dari hiruk-pikuk pekerjaan.

“Apalagi kebetulan aku punya cita-cita punya rumah berbangunan Jawa lawas. Ketika dapat kos yang bangunannya seperti rumah Jawa yang sepi dan nyaman, ya bisa dikatakan a dreams comes true,” tutur Farid.

“Ditambah selain murah juga kalau malem suasananya sepi. Ada suara kodok, ada kolam ikannya, dan ada suara air. Jatuhnya lebih nyaman. Apalagi aku kerjanya di FNB yang selalu bising dengan omongan manusia. Ya at least bisa jadi tempat buat recharge energi juga,” imbuhnya.

Terlebih sejak pertama masuk, Farid rutin membersihkan kos Rp66 ribu di Pakem, Sleman tersebut. Alhasil kini menjadi lebih terawatt dan tak ayal jika menjadi terasa nyaman.

Cerita di Balik Kos Murah Rp66 Ribu di Pakem, Sleman MOJOK.CO
Kondisi kos murah Rp66 ribu di Pakem, Sleman. (Instagram/@faridtokk)

Atas kenyamanan itu, Farid berniat akan tinggal di sana dalam waktu lama. Bahkan misalnya direnovasi (menghilangkan unsur bangunan Jawa lawas) dan harganya dinaikkan pun tak masalah.

“Ya asal naiknya masuk akal. Kalau ternyata harganya naik nggak masuk akal, ya sudah bisa jadi aku pindah. Tapi aku nggak menjamin sih orang-orang setelah aku bakal sebersih itu juga,” pungkasnya.

Penulis: Cicilia Putri Herlinda
Editor: Muchamad Aly Reza

Liputan ini diproduksi oleh mahasiswa Magang Jurnalistik Universitas Sanata Dharma Yogyakarta periode September 2024.

BACA JUGA: Cerita Mahasiswa Muslim Tinggal di Kos Penjual Masakan Babi di Mrican Jogja, Nyaman tapi Overthinking saat Ibu Kos Bagi-bagi Makanan

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

 

 

Terakhir diperbarui pada 7 Oktober 2024 oleh

Tags: kos 66 ribu jogjakos 66 ribu slemankos murah jogjakos murah slemanpakem slemanpilihan redaksi
Cicilia Putri Herlinda

Cicilia Putri Herlinda

Artikel Terkait

Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO
Catatan

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”

7 April 2026
Kelas menengah ke bawah harus mawas diri Kalau pemasukan pas-pasan jangan maksa gaya hidup dalam standar dan tren media sosial MOJOK.CO
Tajuk

Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial

6 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO
Urban

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO
Urban

Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

6 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO

Backpackeran Naik KA Eksekutif Jogja-Jakarta Demi Menyembuhkan Luka, Malah Dibuat Kesal dengan Kelakuan Norak Penumpangnya

1 April 2026
Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO

Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

7 April 2026
Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung MOJOK.CO

Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung

6 April 2026
Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon” MOJOK.CO

Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”

2 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.